Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sejak Sabtu (19/9/2026). Pembukaan tersebut diikuti langkah Polres Probolinggo memperketat pengamanan dan patroli di kawasan wisata.
Patroli dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan pihaknya menyiapkan Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) untuk menjaga keamanan kawasan wisata.
"Merespons pembukaan kembali wisata Gunung Bromo, kami langsung menerjunkan personel untuk menggelar patroli intensif. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif serta memberikan rasa aman ekstra bagi para wisatawan," ujar Asmida, Rabu (23/9/2026).
Polisi juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi kebakaran. Kondisi vegetasi di kawasan konservasi yang rentan terbakar membuat wisatawan diminta berhati-hati selama berada di kawasan Bromo.
Advertisement
Imbauan untuk Wisatawan
Wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk menyalakan api unggun dan membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami mengingatkan wisatawan agar tidak menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas riskan lainnya. Mari jaga keamanan sekaligus kelestarian alam Gunung Bromo bersama-sama,” tegasnya.
Selain mewaspadai potensi kebakaran, pengunjung diminta menjaga kebersihan kawasan, tidak meninggalkan sampah, mematuhi aturan pengelola, serta memantau perkembangan cuaca lokal demi keselamatan selama berwisata.