Kronologi Bentrokan Berdarah di Sukabumi, 2 Kelompok Saling Bacok

Bentrokan terjadi tepat di depan gerbang SPBE PT Pertamina Trading saat kondisi lalu lintas sedang padat.

Fira Syahrin
Oleh Fira Syahrin - Reporter
Kronologi Bentrokan Berdarah di Sukabumi, 2 Kelompok Saling Bacok
Bentrokan Pakai Golok di Sukalarang Sukabumi, Polisi Beberkan Faktanya

Video aksi pengeroyokan dan penganiayaan menggunakan senjata tajam di pinggir Jalan Raya Sukabumi-Cianjur Km 13,6, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di depan gerbang SPBE PT Pertamina Trading saat kondisi lalu lintas sedang padat.

Dalam video yang beredar, tiga pria terlihat terlibat perkelahian. Salah satu pelaku berulang kali mengayunkan senjata tajam, sementara korban yang telah tersungkur dan bersimbah darah terlihat merangkak di atas aspal untuk menyelamatkan diri.

Kasubag Polres Sukabumi Kota Iptu Ade Ruli Bachtiar membenarkan adanya dugaan pengeroyokan dan penganiayaan berat tersebut.

"Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sukalarang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan cek dan olah TKP," ujar Iptu Ade Ruli Bachtiar saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).

Ade menjelaskan, insiden tersebut melibatkan kelompok terlapor berinisial HM dkk asal Gekbrong, Cianjur, dengan kelompok korban yang di antaranya berinisial DN, NS, RA, dan AA asal Sukaraja, Sukabumi.

Perselisihan kedua kelompok itu disebut bermula dari kejadian pada Sabtu (19/9/2026) di pangkalan ojek PT Pratama.

Kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di lokasi kejadian untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, pertemuan berujung cekcok hingga terjadi aksi saling bacok.

"Para pelaku dan korban sebenarnya berjanji bertemu untuk menyelesaikan masalah. Namun di lokasi tidak ada titik temu hingga terjadi cekcok mulut dan aksi saling bacok," jelas Ade.

 

Aksi Saling Bacok Viral

Perkelahian pecah setelah salah satu pihak membacok lawannya menggunakan senjata tajam jenis golok. Aksi tersebut kemudian dibalas kelompok lainnya hingga sejumlah orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

"Akibat peristiwa tersebut, para korban mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam jenis golok dan langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis," kata dia.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam bentrokan.

"Di lokasi kejadian, kami mengamankan barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis golok tanpa gagang, satu buah balok kayu, dan dua buah sarung golok," ungkapnya.

Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan petunjuk tambahan di lokasi kejadian untuk mengejar pelaku lain yang melarikan diri setelah bentrokan.

Rekomendasi