Bank Indonesia (BI) menyebut Kartu Kredit Indonesia (KKI) dapat dimanfaatkan sebagai dana talangan bagi anak kos yang belum menerima kiriman uang, berkat skema pembayaran tertunda.
Skema ini memungkinkan pengguna bertransaksi lebih dulu dan melunasi tagihan sekitar satu bulan kemudian.
Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Kantor BI, Rabu (23/9/2026).
"Kalau teman-teman yang saat ini juga untuk konsumsi buffer. Artinya kalau misalnya anak-anak kos juga yang belum terima kiriman masih bisa menggunakan ini,” katanya.
Filianingsih menyebut KKI diluncurkan pada 17 Agustus 2026 dan mendapat respons positif. Saat ini tujuh bank telah menerbitkan KKI yang tersedia dalam bentuk kartu kredit digital.
BI mencatat 32.457 KKI telah diterbitkan sejak peluncuran hingga 23 September 2026. Dari jumlah tersebut, hampir 8.000 kartu telah aktif digunakan bertransaksi.
Penggunaan KKI juga telah mencatat 38,8 ribu transaksi dengan nilai total Rp18,7 miliar. Nilai rata-rata setiap transaksi mencapai sekitar Rp 482 ribu.
"Kalau dibayar lunas enggak kena bunga. Tapi kalau enggak dibayar lunas ya kena bunga uang pakai dananya bank. Ada harganya,”
Advertisement
Tiga Fase Pengembangan Kartu Kredit Indonesia
Filianingsih menjelaskan, Kartu Kredit Indonesia dapat menjadi alternatif ketika pengguna tidak ingin langsung mengurangi saldo tabungan atau uang elektronik. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi sementara.
BI akan mengembangkan KKI melalui tiga tahap. Tahap pertama menyediakan kartu kredit digital sebagai sumber dana untuk transaksi KKI. Tahap kedua memungkinkan kartu kredit digital digunakan untuk pembayaran secara online, termasuk transaksi di e-commerce.
Pada tahap ketiga, BI akan menerbitkan kartu fisik KKI. Pengembangan dilakukan bertahap setelah penggunaan kartu kredit digital berjalan.
Skema tersebut dapat membantu pengguna memenuhi kebutuhan sementara sebelum kiriman dana diterima. Tagihan dapat dilunasi setelah kiriman dana masuk.