Ini Kopdes Merah Putih Pertama di Indonesia, Jadi Langkah Awal Menggerakan Ekonomi
Nantinya setiap koperasi akan difasilitasi akses pembiayaan hingga Rp3 miliar melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).
Menteri Koordinator, Zulkifli Hasan menyebut bahwa pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih merupakan langkah awal dalam menggerakan ekonomi desa secara mandiri dan berkelanjutan.
Hal ini dikatakan Zulhas ketika mengecek secara langsung Kopdes Merah Putih pertama di Indonesia yang siap diimplementasikan di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Lampung yang dihadiri pula oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. Didit Herdiawan Ashaf dan Wakil Menteri dalam Negri Bima Arya, Rabu (28/5).
"Kopdes ini salah satu tujuannya untuk membangun ekosistem berkembang di desa-desa, dan menggerakkan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan," katanya.
Zulhas menyebutkan jika nantinya setiap koperasi akan difasilitasi akses pembiayaan hingga Rp3 miliar melalui Himpunan Bank Negara (Himbara), termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Ini bukan wacana, ini sudah aksi. BRI dan Pupuk Indonesia langsung tanggap. Bukti bahwa BUMN kita cepat merespons gerakan ekonomi termasuk di Desa Bumisari ini dan masyarakat langsung pun bergerak, koperasi terbentuk, dan unit-unit usaha sudah jalan,” ucapnya.
Dia menyebutkan bahwa Koperasi Merah Putih yang Bumisari merupakan contoh nyata koperasi modern berbasis kebutuhan riil masyarakat yang ada di desa, tak hanya menjadi wadah simpan pinjam namun memiliki unit usaha.
"Akan menjadi Agen pupuk, gas melon 3 kg, sembako, jasa pos, layanan brilink, posko klinik, apotik. Yang sudah ada bisa mengmbangkan seperti bidang kulitikultura,” jelasnya.
Minta Pelaksanaan Tidak Dipersulit
Zulhas meminta agar dalam pelaksanaannya pasa Kopdes tidak dipersulit dengan birokrasi berbelit agar masyarakat dapat menerima manfaatnya.
"Minta jangan dipersulit, harus dibantu, dipermudah agar desa dapat cepat mandiri secara ekonomi karena tujuan dari pembentukan koperasi ini supaya ekonomi didesa berkembang," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Koperasi Merah Putih Bumisari, Diktri Ariansyah, mengatakan bahwa koperasi ini resmi terbentuk pada 26 Mei 2025 dan langsung bergerak mengelola sejumlah usaha produktif yang selama ini telah dirintis warga.
"Kami bersyukur menjadi koperasi pertama di Lampung yang telah memiliki beberapa unit usaha aktif sebelum dideklarasikan, dan Kami siap menjadi percontohan," katanya.
Dia menyebutkan saat ini pihaknya mengelola lahan milik desa seluas 3.800 meter persegi di lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung program sosial salah satunya dapur makan bergizi gratis.
"Kalau diizinkan kita juga siap mensukseskan dapur makan bergizi gratis karena di sini ada 4 sekolah dengan total anak sekitar 7.000-an, yang nantinya akan berkolaborasi dengan petani lokal untuk penyediaan gabah, sayuran, dan bahan makanan," ucap Diktri.
Hal itu dilakukan demi mendukung dan meningkatkan perekonomian petani desa, dan mendukung program pemerintah dalam membentuk desa yang mandiri.
"Sehingga perlu dukungannya, agar koperasi ini dapat yang memberdayakan masyarakat dengan tepat sasaran,” tandasnya.