Hampir semua mesin di Indonesia hasil impor

Selasa, 14 Oktober 2014 09:47 Reporter : Idris Rusadi Putra
Hampir semua mesin di Indonesia hasil impor Industri Mesin. Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur Pamudji membeberkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pemanfaatan sektor energi modern di tanah air. Salah satu adalah tidak berkembangnya industri teknologi permesinan di Indonesia.

Untuk mengolah energi, Indonesia harus mengimpor mesin dari negara lain. Padahal pertumbuhan kebutuhan energi di Indonesia setiap tahun cukup tinggi mencapai di atas 5 persen.

"Pertumbuhan kebutuhan energi terus tumbuh, tidak pernah datar. Tapi penggunaan teknologi masih menggelitik. Kita negara kepulauan tapi kita tidak punya industri permesinan, kita impor," ucap Nur dalam acara seminar di Gedung PLN, Jakarta, Selasa (14/10).

Tidak hanya untuk infrastruktur energi, untuk kapal perang saja Indonesia harus mengimpor mesinnya. "Kapal perang kita saja engine-nya itu impor. Saya ada gurauan bagaimana kalau engine itu dimatikan melalui remote kontrol dan dimatikan dari sana?" canda Nur.

Dalam pandangannya, tingginya laju pertumbuhan sektor industri seharusnya bisa memaksa industri permesinan untuk membangun pabriknya di Indonesia. Salah satu hal yang telah dilakukan PLN adalah tidak lagi mengimpor travo dan memaksa mereka membangun pabrik di Indonesia.

Dalam 3 tahun ini, PLN tidak lagi mengimpor travo dan pabrik travo di Indonesia terus tumbuh dari awalnya cuma 2 menjadi 4 pabrik.

"Persoalannya bagaimana pertumbuhan energi ini menjadi sarana untuk menumbuhkan teknologi kita. Kalau terus mengimpor turbin, generator kapan menjadi energi modern. Apa kita tidak bisa menggunakan volume pertumbuhan energi untuk memaksa pabrik bangun di sini," tutupnya.

[noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini