ExxonMobil Diharapkan Terus Berkontribusi Capai Target Lifting Migas Nasional
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra berharap Kontribusi ExxonMobil terus menopang target lifting migas nasional, sejalan dengan visi kemandirian energi dan hilirisasi.
Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, menekankan pentingnya peran ExxonMobil dalam mencapai target lifting migas nasional. Dengan pengalaman panjangnya di industri migas global dan di Indonesia, ExxonMobil diharapkan dapat terus memberikan kontribusi signifikan. Hal ini disampaikan dalam kunjungan langsung ke lokasi operasi ExxonMobil di Bojonegoro, Jawa Timur.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi dan mendorong hilirisasi, sesuai dengan Astacita Presiden Prabowo. Hangga menyoroti isu afordabilitas harga energi bagi masyarakat serta urgensi transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) serta kendaraan listrik. Sinergi antara pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) seperti ExxonMobil menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan-tujuan strategis ini.
Pemerintah mengakui bahwa peninjauan langsung ke lapangan sangat krusial untuk menyelaraskan regulasi dengan realitas operasional yang dihadapi K3S. Tujuannya adalah memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan dapat mendukung kelancaran produksi dan inovasi di sektor migas. Harapan besar disematkan pada ExxonMobil untuk terus berinovasi dan berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
Penguatan Kemandirian Energi dan Hilirisasi
Kunjungan Satya Hangga Yudha Widya Putra ke fasilitas ExxonMobil di Bojonegoro, Jawa Timur, pada Jumat, 12 Desember lalu, menegaskan komitmen pemerintah terhadap penguatan kemandirian energi. Inisiatif ini selaras dengan Astacita Presiden Prabowo yang memfokuskan pada peningkatan kapasitas produksi energi dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga mendorong hilirisasi 26 komoditas strategis, yang memerlukan koordinasi lintas sektoral dan dukungan regulasi yang memadai untuk mempermudah perizinan.
Hangga menekankan bahwa isu utama yang dihadapi masyarakat adalah afordabilitas harga energi, di samping percepatan transisi energi. Transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) serta kendaraan listrik menjadi prioritas untuk masa depan energi Indonesia. Oleh karena itu, kontribusi ExxonMobil dalam menjaga stabilitas pasokan migas sangat vital dalam periode transisi ini.
Pentingnya kunjungan lapangan ditekankan oleh Hangga untuk memastikan keselarasan antara regulasi di pusat dan kondisi operasional di lapangan. Meskipun data telah diterima di tingkat pusat, peninjauan langsung memungkinkan regulator untuk memahami tantangan dan kebutuhan K3S secara lebih mendalam. Hal ini bertujuan agar regulasi yang ditetapkan dapat mendukung efisiensi dan produktivitas, termasuk dalam upaya mencapai target lifting migas APBN.
Inovasi Teknologi Dorong Produksi Migas
Vice President of Public and Government Affairs ExxonMobil Cepu Limited, Dave Seta, mengungkapkan bahwa kunci keunggulan kompetitif perusahaan terletak pada penggunaan teknologi canggih. Di Lapangan Banyu Urip, penerapan inovasi teknologi telah berhasil mengatasi penurunan produksi alami (natural decline rate). Keberhasilan ini memungkinkan produksi migas dari Banyu Urip melampaui target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
ExxonMobil secara berkelanjutan melakukan transformasi bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional di seluruh lini. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada optimalisasi biaya dan proses kerja. Kontribusi ExxonMobil melalui teknologi dan efisiensi ini diharapkan dapat terus mendukung pencapaian target lifting migas nasional.
Keberhasilan dalam melawan natural decline rate menunjukkan komitmen ExxonMobil terhadap inovasi berkelanjutan. Dengan pengalaman 140 tahun secara global dan 125 tahun berinvestasi di Indonesia, perusahaan ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam menghadirkan solusi teknologi mutakhir. Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga ketahanan energi di tengah dinamika pasar global.
Dampak Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain fokus pada produksi migas, ExxonMobil juga aktif dalam program pengembangan masyarakat berkelanjutan (sustainable community development) di sekitar wilayah operasinya. Program ini berpusat di Bojonegoro dan Tuban, dengan tiga pilar utama yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Salah satu inisiatif penting adalah pembangunan 61 menara air bersih di desa-desa sekitar.
Pembangunan menara air bersih ini telah memberikan manfaat signifikan bagi puluhan ribu jiwa, memastikan akses terhadap air bersih yang layak. Program ini juga disertai dengan pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal untuk pemeliharaan fasilitas secara mandiri. Pendekatan ini memastikan keberlanjutan manfaat program dalam jangka panjang, menunjukkan komitmen ExxonMobil terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
Inisiatif sosial-ekonomi seperti ini menjadi bukti bahwa kontribusi ExxonMobil tidak hanya terbatas pada sektor energi, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan komunitas lokal dalam pemeliharaan fasilitas, ExxonMobil membangun kemandirian dan kapasitas masyarakat. Hal ini menciptakan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah operasi perusahaan.
Sumber: AntaraNews