Cek Lagi Jumlah Rekening Anda, Bisa Jadi Itu Penyebab Sulit Menabung
Semakin penting untuk membuat keputusan finansial yang bijak.
Dave Ramsey dikenal sebagai salah satu pakar keuangan yang paling berpengaruh. Awalnya dari keluarga sederhana, ia memulai perjalanan keuangannya dengan bekerja sebagai pemotong rumput sebelum berkarier di bidang properti pada usia 18 tahun.
Pada usia 26, Dave sudah meraih kesuksesan finansial, dengan pendapatan tahunan mencapai USD250.000 (Rp4 millair) dan kekayaan bersih lebih dari USD1 juta (Rp16 miliar). Namun, di balik kesuksesan itu, Dave menghadapi masalah besar yang hampir menghancurkan seluruh hidupnya.
Dilansir Money Digest. dalam proses meraih kekayaan, Ramsey terjebak dalam utang yang besar. Hal ini menyebabkan dia kehilangan semua yang telah ia perjuangkan. Namun, pengalaman ini memberinya pelajaran berharga yang mengubah hidupnya selamanya.
Sejak saat itu, Ramsey berkomitmen untuk mengajarkan literasi keuangan kepada orang lain, agar mereka bisa menghindari situasi yang sama. Meskipun Ramsey dikenal dengan berbagai saran finansial seperti berapa banyak yang harus disimpan dalam tabungan atau kapan waktu terbaik untuk mengambil pensiun ada satu kesalahan dalam menabung yang menurutnya harus dihindari: menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di satu tempat.
Saran Menabung
Beberapa orang mungkin berpikir untuk menyimpan uang tunai di amplop atau bahkan di bawah kasur. Namun, menurut Dave Ramsey, ini adalah kesalahan besar. Menyimpan uang dalam bentuk tunai di tempat fisik tidak akan membuat uang Anda berkembang.
Salah satu alasan utamanya adalah inflasi, yang terus menggerus daya beli uang kita. Oleh karena itu, semakin penting untuk membuat keputusan finansial yang bijak, agar uang Anda tidak kehilangan nilai.
Menyimpan uang tunai dalam rekening tabungan dengan bunga tinggi atau instrumen investasi yang aman bisa membantu melawan inflasi. Bahkan menyisihkan USD5 (Rp83.000) setiap hari untuk dana indeks yang aman, seperti S&P 500, bisa menjadi langkah awal yang baik.
Namun, di tengah ekonomi yang tidak pasti, menabung bisa menjadi tantangan. Penting untuk menghindari kesalahan umum dalam menabung yang bisa merugikan. Di sinilah nasihat Dave Ramsey sangat berharga bagi banyak orang.
Saran Tentang Utang
Tidak semua utang itu buruk. Dalam pandangan Dave Ramsey, utang hipotek (kredit rumah) dianggap "utangnya baik", karena menunjukkan stabilitas finansial yang bisa dipercaya oleh kreditor.
Namun, Ramsey memiliki pandangan berbeda tentang hal ini: ia menyarankan agar melunasi hipotek Anda secepat mungkin. Semakin cepat utang dilunasi, semakin sedikit bunga yang harus dibayar.
Selain utang hipotek, banyak orang juga menghadapi utang kartu kredit. Utang kartu kredit saat ini sedang meningkat, dan memiliki banyak utang bisa terasa sangat membebani.
Banyak ahli keuangan menyarankan untuk menabung untuk masa pensiun, namun Ramsey memiliki pandangan berbeda.
Ia percaya bahwa jika Anda memiliki utang berbunga tinggi, Anda harus fokus untuk melunasinya terlebih dahulu, bahkan jika itu berarti menunda kontribusi pensiun sementara waktu.