BUMG Maju Jaya Aceh Besar Sabet Juara III Ajang Desa Wisata Nusantara 2025
BUMG Maju Jaya Aceh Besar meraih prestasi gemilang sebagai juara III dalam ajang bergengsi Desa Wisata Nusantara 2025, mengharumkan nama daerah dengan pengelolaan potensi lokal yang inovatif.
Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Maju Jaya Meunasah Balee, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, berhasil mengukir prestasi membanggakan. BUMG ini sukses meraih juara III dalam ajang Desa Wisata Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Aceh Besar, menunjukkan potensi besar desa-desa di wilayah tersebut.
Keberhasilan BUMG Maju Jaya Aceh Besar ini tidak lepas dari kemampuan mereka dalam mengoptimalkan potensi alam dan sumber daya manusia lokal. Mereka memanfaatkan pantai pasir putih sepanjang 1,5 kilometer serta mengelola limbah restoran melalui kolaborasi strategis. Inovasi dan kerja keras ini menjadi kunci utama dalam meraih penghargaan tingkat nasional tersebut.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menyatakan kebanggaannya atas prestasi ini dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi BUMG lain di Aceh Besar. Pencapaian ini diharapkan memicu semangat desa-desa lain untuk terus berinovasi. Dengan pembinaan dan pendampingan yang intens, diharapkan lebih banyak BUMG dapat mengikuti jejak Maju Jaya.
Inovasi Pengelolaan Potensi Wisata Bahari
BUMG Maju Jaya Gampong Meunasah Balee menunjukkan kepiawaiannya dalam mengelola potensi wisata bahari yang dimiliki. Mereka berhasil mengoptimalkan keindahan pantai pasir putih sepanjang 1,5 kilometer sebagai daya tarik utama. Pemanfaatan sumber daya alam ini dilakukan secara berkelanjutan untuk menarik wisatawan.
Selain itu, BUMG ini juga berinovasi dalam pengelolaan limbah, khususnya pemanfaatan air limbah restoran atau coco fiber. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Bank Sampah Generasi Milenial Lampuuk (BASAGEMIL). Kemitraan ini bertujuan menjaga kebersihan pesisir dan lingkungan sekitar.
Komitmen BUMG Maju Jaya dalam pengembangan wisata juga terlihat dari penyelenggaraan festival laut tahunan. Acara ini melibatkan masyarakat secara aktif, mulai dari pemandu wisata hingga pengajar bahasa Inggris bagi anak usia sekolah. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.
Pembinaan Berkelanjutan untuk BUMG Lain
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menekankan pentingnya pembinaan dan pendampingan berkelanjutan bagi BUMG di gampong lain. Ia meyakini bahwa prestasi serupa dapat diraih oleh BUMG-BUMG lain di Aceh Besar. Dukungan terus-menerus akan mendorong desa-desa untuk berpartisipasi dalam ajang nasional.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Besar, Carbaini, menambahkan bahwa BUMG Maju Jaya adalah contoh inspiratif. Sebelumnya, pada tahun 2024, BUMG ini juga berhasil meraih peringkat 7 dalam lomba yang sama. Konsistensi ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki desa-desa di Aceh Besar.
Pemberdayaan dan pengelolaan potensi wisata bahari serta edukasi yang dilakukan BUMG Maju Jaya telah menjadikannya gampong wisata. Keberhasilan ini diharapkan memotivasi gampong lain untuk berinovasi. Penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan juga menjadi kunci keberlanjutan pembangunan.
Gampong Wisata Berbasis Edukasi dan Pemberdayaan
BUMG Maju Jaya Gampong Meunasah Balee telah berhasil mengubah wilayahnya menjadi destinasi gampong wisata yang menarik. Fokus mereka tidak hanya pada keindahan alam, tetapi juga pada aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini menciptakan pengalaman wisata yang lebih kaya dan bermakna bagi pengunjung.
Salah satu program unggulan adalah melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu wisata yang berpengetahuan. Selain itu, mereka juga menyediakan pengajar bahasa Inggris bagi anak-anak di lokasi wisata. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan wisata, tetapi juga memberikan dampak positif pada pendidikan lokal.
Prestasi BUMG Maju Jaya menjadi bukti nyata bahwa pembangunan berbasis potensi lokal dapat berkelanjutan. Dengan inovasi dan kolaborasi, desa-desa memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Hal ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memajukan daerahnya.
Sumber: AntaraNews