Aksi Nyata PLN EPI Tanggapi Risiko Lingkungan dan Sosial, 'Sulap' Ranting Jadi Biomassa
Selain it u, PLN EPI juga mengembangkan pemanfaatan pupuk organik & maggot BSF, pengembangan kambing perah untuk perbaikan gizi balita.
Subholding PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen menanggapi risiko sosial dan lingkungan yang di respons dengan aksi nyata. Di antaranya dengan penanaman Indigofera di mana rantingnya untuk biomassa bahan cofiring pembangkit, dan daunnya untuk pakan ternak.
Selain it u, PLN EPI juga mengembangkan pemanfaatan pupuk organik & maggot BSF, pengembangan kambing perah untuk perbaikan gizi balita, serta penguatan UMKM dan kelembagaan desa berbasis ekonomi sirkular energi bersih.
Perusahaan juga menjalankan program Desa Berdaya Energi Gunung Kidul dengan memperoleh skor ESG sebesar 94,6 menempatkan PLN EPI dalam kategori Risk High-Action High (Leader Quadrant,) yang berarti program ini dinilai sangat berdampak, inovatif, dan bisa direplikasi secara luas.
Program Desa Berdaya yang dijalankan bersama masyarakat di Gunung Kidul ini melahirkan kelembagaan baru berupa BUMDes, menggerakkan 2 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yakni 'Tani Mulya' (Kalurahan Gombang) dan 'Asem Mulya' (Kalurahan Karangasem) serta memberi manfaat langsung bagi ratusan KK di sekitar wilayah program.
"Melalui pendekatan kolaboratif, program ini bukan hanya menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan," ucap Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan.
PLN EPI juga baru saja meraih Platinum (Excellence) Award pada ajang Asian Impact Awards 2025 kategori CSR For Sustainable Energy yang digelar di di Confetti KL, Kuala Lumpur, Malaysia.
Penghargaan yang digelar La Tofi School of Social Responsibility (Indonesia) bersama Portman College (Malaysia) pada 18 September 2025 ini diberikan atas program Desa Berdaya Energi Gunung Kidul yang dinilai berdampak nyata, inovatif, dan konsisten mendorong energi berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.
Penilaian Asian Impact Awards
Penilaian Asian Impact Awards didasarkan pada ESG Rating Score yang mengukur empat pilar Utama, yakni Local Risk Mapping Index (LRMI), Risk-Strategy Alignment Index (RSAI), Action Mitigation Score (AMS), dan Field Verification Score (FVS).
“Penghargaan Platinum dalam Asian Impact Awards 2025 ini adalah bukti nyata komitmen PLN EPI dalam menerapkan prinsip ESG. Melalui program TJSL, kami berusaha menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung transisi energi berkelanjutan. Keberhasilan ini terwujud berkat kolaborasi erat dengan Pemerintah DIY, Kasultanan Ngayogyakarta, Gabungan Kelompok Tani, dan BUMDes," ujar Mamit.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Dengan raihan ini, PLN EPI tidak hanya membuktikan diri sebagai penyedia energi primer, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menyalakan harapan baru energi yang tak sekadar menerangi negeri, tetapi juga memberdayakan kehidupan dan menjaga bumi untuk generasi mendatang.