Verrel Bramasta Kritik Program Barak Militer, Bupati Purwakarta Balas 'Mending Action Mas daripda Wacana'
Kritik Verrell Bramasta terhadap program barak militer dibalas tantangan Bupati Purwakarta.
Program barak militer yang diusung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kritik dari anggota Komisi X DPR RI Verrell Bramasta belum lama ini.
Lewat akun sosial media pribadinya, kader Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyoroti kebijakan berbasis militer yang dianggap tidak efektif.
Menurutnya, hal tersebut tidak semata-mata menghilangkan sumber masalah. Selain itu ia mengaku melihat adanya kekhawatiran dari pada orang tua yang kontra dengan kebijakan tersebut.
"Banyak yang akhirnya bertanya apakah metode ini benar-benar efektif untuk mentackle akar permasalahan. Kita semua perlu melihat hal ini lebih mendalam."
"Dalam banyak kasus, perilaku menyimpang bagi para anak-anak muda atau remaja ini bukan hanya semata-mata karena soal disiplin yang lemah, tetapi bisa jadi juga ini adalah merupakan manifestasi dari dinamika keluarga, social pressure, ataupun masalah emosional yang belum tertangani," ucapnya.
Khawatir Anak Menjadi Keras
Verrell mengkhawatirkan perubahan karakter anak setelah keluar dari barak militer. Menurutnya, anak nantinya bisa menjadi pribadi yang keras bukannya disiplin dan tangguh.
"Bila kita hanya mengandalkan physical approach atau pendekatan secara fisik tanpa menyentuh dimensi psikologis dan juga spiritual para remaja ini, saya rasa kita malah akan membentuk karakter anak-anak muda yang keras bukan yang tangguh," ucapnya.
Dirinya juga tidak membenarkan program tersebut karena dianggap tidak tercantum dalam konstitusi yang berlaku.
"Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional atau lebih tepatnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tidak ada dalam Undang-Undang tersebut yang mengatur atau mengharuskan siswa atau siswi untuk pindah ke barak militer sebagai bentuk edukasi," sambungnya.
Minta Tidak Libatkan Militer
Lebih lanjut Verrell menilai jika seorang anak yang 'bermasalah' seharusnya diatasi dengan pendekatan non militer dengan melibatkan pihak yang lebih berpengalaman di bidang tersebut.
Dalam hal ini, Verell menolak jika anak bermasalah justru diserahkan kepada instansi militer.
"Sementara itu kalau kita berkaca kepada Undang-Undang Perlindungan Anak yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum ataupun anak-anak yang menunjukkan perilaku yang menyimpang termasuk dalam kategori anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus yang penanganannya seharusnya melibatkan banyak stakeholders seperti lembaga sosial dan pendidikan, konselor, pihak orang tua, ataupun berbagai stakeholders lainnya dan bukan melalui instansi militer," tandasnya.
Baginya program tersebut dianggap tidak tepat dan ia menganggap harus turun tangan untuk mengkaji ulang program ini.
"Jangan sampai niat yang baik tidak selaras karena dengan cara yang tidak tepat. Sebagai wakil rakyat dari daerah ini, saya rasa penting untuk kita semua bisa mencermati persoalan ini dengan baik," tutupnya.
Tantangan Terbuka Bupati Purwakarta
Kritik Verrell Bramasta terhadap program barak militer yang dicanangkan Dedi Mulyadi langsung mendapat balasan sepadan dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein.
Saepul menanggapi sinis komentar dari aktor sekaligus Anggota DPR Komisi X, Verrell Bramasta terkait program tersebut.
"Ya ampun, Mas, Mas, Mas kan dapil sini. Mendingan turun deh, Mas. Mendingan lihat deh langsung deh daripada Mas berwacana," ucapnya.
Saepul merasa keberatan terhadap pernyataan Verrell yang menyebut banyak orang tua yang merasa keberatan. Sebaliknya, ia memberikan fakta sebenarnya yang selama ini ditemuinya.
"Yang Mas maksud tuh yang pro kontra kekhawatiran tuh orang tua yang mana, Mas? Ini orang tuanya nitipin semua. Senang dititipin di sini. Nah, gini deh, Mas," tambahnya.
Saepul langsung memberikan tantangan terbuka kepada Verrell untuk mendidik anak-anak dengan metode yang berbeda.
Secara tegas ia mengkritik balik Verrell dan meminta agar turun langsung ke lapangan daripada berwacana.
"Ini kan ada yang mau masuk lagi 30. Kita bagi dua aja deh, Mas. Mas 15 eh 15. Yang 15 dengan cara emas. Yang 15 kita lanjutkan dengan cara kita dibina di barat militer. Yuk, Om Zein tantangin." "Lebih baik action, Mas. Daripada terus kita bikin wacana, ya," pungkasnya.