Sambut HUT RI ke-80, Partai Berkarya Gelar Lomba Flashmob dan Fokus Gaet Pemilih Muda
Ini merupakan bagian dari strategi partai untuk mendekatkan diri dengan kalangan muda
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI), Partai Berkarya berencana menggelar lomba flashmob nasional yang akan melibatkan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di seluruh Indonesia. Pengumuman resmi mengenai teknis lomba akan diumumkan dalam waktu dekat oleh DPP Partai Berkarya.
Ketua Umum Partai Berkarya, Mochammad Ridwan Andreas, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi partai untuk mendekatkan diri dengan kalangan muda sekaligus menunjukkan bahwa politik dapat dikemas secara menyenangkan dan kreatif.
"Flashmob ini bukan hanya soal tari, tapi juga ekspresi semangat nasionalisme dalam gaya anak muda. Kami ingin membangun narasi bahwa berpolitik itu bisa fun, positif, dan tetap berjiwa nasional," ujar Ridwan, Rabu (6/8).
Menanggapi polemik penggunaan simbol-simbol non-nasional seperti bendera One Piece, Ridwan berpendapat bahwa selama hal tersebut tidak mendegradasi jiwa nasionalisme, maka tidak menjadi masalah.
"Kalau bendera itu tidak merusak jiwa nasionalisme, saya rasa tidak apa-apa. Begitu juga bendera Spongebob atau yang lain. Intinya, jika ada muatan politis yang menunggangi dan bisa merusak nasionalisme, tentu harus ditindak tegas," tegasnya.
Target 2029 dan Strategi Pasca-Munas
Partai Berkarya saat ini tengah mempersiapkan konsolidasi pasca-Musyawarah Nasional (Munas) yang dihadiri oleh perwakilan dari seluruh provinsi. Salah satu langkah terdekat partai adalah menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM yang dijadwalkan rampung bulan ini.
"Momen Munas kemarin adalah kebangkitan kembali Partai Berkarya. Sekarang tugas kita, generasi muda, untuk melanjutkan cita-cita para pendiri agar partai ini bisa eksis dan berkompetisi di Pemilu 2029," kata Ridwan.
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah membentuk Berkarya Institut. Lembaga ini akan menjadi 'dapur' untuk menggembleng para kader muda.
"Berkarya Institut akan melatih kader tentang wawasan kebangsaan, metodologi kampanye, dan penggalangan massa. Dengan ini, ke depan kita tidak perlu lagi menyewa lembaga riset atau survei," ujarnya.
Lembaga ini diharapkan bisa mengukur popularitas dan elektabilitas partai di berbagai tingkatan, dari daerah hingga nasional.
Kolaborasi Lintas Generasi
Partai Berkarya juga akan berupaya mengintegrasikan peran generasi tua dan muda. Meskipun persentase kader muda akan lebih banyak, menurut Ridwan, figur senior tetap akan diakomodasi.
"Kita tetap akomodir yang senior karena bagaimanapun mereka yang lebih dulu menakhodai partai ini. Kami generasi muda mendorong agar partai ini lebih inovatif dan kreatif," kata dia.
Hal ini menjadi penting mengingat banyaknya swing quarter atau pemilih muda yang menjadi penentu kemenangan. Menurutnya, partai harus lebih 'membumi' agar bisa mengajak kaum milenial terlibat aktif dalam politik, bukan hanya sekadar merangkul.
Ia mencontohkan bagaimana kreativitas anak muda, seperti slogan 'goyang gemoy' pada kampanye Prabowo-Gibran, sangat efektif dalam mobilisasi massa. Kedekatan ini diperkuat dengan fakta bahwa Ridwan dan Sekjen Fauzan, merupakan pendukung setia pasangan Prabowo-Gibran sejak 2019.