6 Tips Memakai Jas Hujan agar Air Tidak Masuk dari Bagian Leher, Lengan, dan Kaki

Terapkan tips memakai jas hujan yang benar ini agar tubuh selalu kering dan air tak tembus dari bagian leher, lengan, atau kaki.

Mochamad Rizal Ahba Ohorella
6 Tips Memakai Jas Hujan agar Air Tidak Masuk dari Bagian Leher, Lengan, dan Kaki
Tips Memakai Jas Hujan. (AI Generated)

Mengendarai sepeda motor di tengah guyuran hujan lebat tentu membutuhkan persiapan ekstra, salah satunya dengan mengetahui tips memakai jas hujan yang tepat dan anti bocor. Masalah yang sering dihadapi para pemotor bukan sekadar basah karena hujan, tetapi air yang diam-diam menyusup masuk melalui celah-celah pakaian.

Kejadian baju atau celana yang tetap basah kuyup meski sudah memakai pelindung sering kali membuat kita jengkel di jalan. Banyak orang langsung menyalahkan kualitas dan bahan jas hujan, padahal insiden rembesan air ini umumnya terjadi karena kesalahan kecil dalam cara pemakaian di area titik-titik rawan tubuh.

Celah di sekitar leher, ujung lengan, hingga pergelangan kaki adalah jalur masuk utama air saat pengendara diterpa angin kencang. Oleh sebab itu, kenali beberapa trik pemakaian khusus berikut ini agar perjalanan Anda menembus cuaca buruk tetap aman, nyaman, dan kering sempurna sampai tujuan.

1. Pilih Ukuran Jas Hujan yang Pas dan Sesuai

Ukuran Jas Hujan yang Pas dan Sesuai
Ukuran Jas Hujan yang Pas dan Sesuai / Sumber: Unsplash

Banyak pengendara sengaja membeli jas hujan dengan ukuran jauh lebih besar agar leluasa bergerak atau muat saat membawa tas ransel. Namun, ukuran yang kelewat longgar justru akan menyisakan banyak celah terbuka, terutama di area kerah leher dan pergelangan tangan, yang memicu air hujan mudah menerobos masuk.

Sebaiknya, pilih jas hujan yang ukurannya pas di badan namun tetap menyisakan sedikit ruang gerak yang nyaman. Jika Anda rutin membawa barang bawaan setiap hari, belilah jas hujan khusus yang memiliki ruang tambahan punggung (tipe backpack) tanpa harus mengorbankan kerapatan di bagian kerah dan lengan.

2. Kencangkan Tali Tudung hingga Menutup Leher Rapat

Kencangkan Tali Tudung hingga Menutup Leher Rapat
Kencangkan Tali Tudung hingga Menutup Leher Rapat. (AI Generated)

Area leher merupakan titik paling rentan kemasukan air, apalagi saat pemotor berhadapan langsung dengan sapuan angin dan hujan dari arah depan. Untuk mencegah rembesan, pastikan Anda selalu menarik dan mengikat tali tudung (hoodie) jas hujan serapat mungkin hingga menutupi area leher dengan sempurna.

Selain itu, biasakan memakai jas hujan terlebih dahulu sebelum mengenakan helm, lalu selipkan perlahan ujung tudung ke bawah pangkal helm. Cara ini sangat ampuh menciptakan segel ganda, sehingga air yang mengalir dari batok helm akan langsung meluncur ke luar punggung, bukan mengalir masuk ke tengkuk.

3. Pastikan Karet Lengan Berada dalam Kondisi Kencang

Karet Lengan Berada dalam Kondisi Kencang
Karet Lengan Berada dalam Kondisi Kencang. (AI Generated)

Ujung lengan jas hujan yang melorot atau longgar akan menjadi jalan tol bagi air, terlebih posisi tangan pengendara motor selalu lebih tinggi saat mencengkeram stang. Saat membeli perlengkapan hujan, pastikan memilih jas hujan yang dilengkapi dengan karet elastis perekat atau strap velcro berkualitas pada bagian ujung tangannya.

Ketika digunakan, kencangkan strap tersebut hingga menempel pas di kulit pergelangan, namun usahakan jangan sampai menghambat aliran darah Anda. Karet penahan yang rapat akan memblokir laju air yang merayap turun akibat dorongan tiupan angin kencang, sehingga kemeja bagian dalam dijamin tetap kering.

4. Atur Posisi Sarung Tangan Menutupi Ujung Jas Hujan

Posisi Sarung Tangan Menutupi Ujung Jas Hujan
Posisi Sarung Tangan Menutupi Ujung Jas Hujan. (AI Generated)

Penggunaan sarung tangan motor di musim hujan sangat dianjurkan demi menjaga genggaman pada stang tetap lengket dan maksimal. Namun, keliru dalam memosisikan sarung tangan anti air (waterproof) justru sering kali menjadi biang kerok air merembes secara perlahan ke dalam lengan.

Aturan mainnya sangat sederhana, pastikan posisi corong sarung tangan (terutama model panjang) berada di luar karet pergelangan jas hujan. Dengan posisi sarung tangan yang membungkus ujung lengan ini, percikan air hujan akan memantul ke bawah, bukan malah masuk tertampung ke dalam selongsong jaket.

5. Biarkan Ujung Celana Membungkus Sepatu atau Boots

Ujung Celana Jas Hujan Membungkus Sepatu atau Boots
Ujung Celana Jas Hujan Membungkus Sepatu atau Boots. (AI Generated)

Problem celana panjang yang basah hingga area betis biasanya disebabkan oleh ujung celana jas hujan yang terangkat naik ketika pengendara menduduki jok motor. Lipatan yang terangkat ini membuat cipratan genangan air dari aspal leluasa menerobos masuk menyapu kaki bagian bawah.

Solusi terbaiknya, tarik dan biarkan ujung celana jas hujan memanjang ke bawah hingga membungkus bagian luar kerah sepatu (boots) pelindung Anda. Jangan pernah memaksakan ujung celana jas hujan diselipkan ke dalam rongga sepatu, karena air yang mengalir turun akan langsung menggenang di dasar sepatu layaknya gayung.

6. Perhatikan Postur Tubuh Saat Duduk Berkendara

Postur Tubuh Saat Duduk Berkendara Pakai Jas Hujan
Postur Tubuh Saat Duduk Berkendara Pakai Jas Hujan. (AI Generated)

Siapa sangka jika posisi duduk yang membungkuk tajam bisa menciptakan lipatan-lipatan cekung pada jas hujan di area perut atau lipatan dada. Genangan air hujan akan terakumulasi di ceruk lipatan tersebut, lalu secara perlahan mendesak mencari celah di area ritsleting atau sela kancing.

Biasakan duduk dengan postur punggung yang lebih tegak agar permukaan jas hujan meregang dan tetap rata, membiarkan air langsung luruh ke bawah mengikuti gaya gravitasi. Pastikan juga ritsleting utama telah tertutup hingga ujung kerah untuk meminimalkan celah udara sekaligus kebocoran ekstra.

Pertanyaan Seputar Etika dan Cara Memakai Jas Hujan

1. Model jas hujan seperti apa yang paling anti bocor?

Jas hujan model setelan (jaket dan celana) atau two-piece adalah opsi mutlak karena sanggup melindungi sekujur tubuh dengan rapat, jauh lebih aman dan tidak mudah tersingkap angin dibandingkan model ponco.

2. Apakah bagian ritsleting sering menjadi penyebab air masuk?

Sangat sering. Pilihlah jas hujan yang mendesain area ritsleting depan dengan sistem lapisan ganda (double penutup flap) dan kancing agar air hujan tidak menembus sela-sela gigi ritsleting.

3. Bolehkan memakai jas hujan ponco (kelelawar) saat hujan deras?

Pengguna motor dilarang keras menggunakan jas hujan ponco karena bagian bawahnya sangat rentan tersangkut rantai atau gir roda, selain fungsinya yang kurang maksimal dalam melindungi area kaki.

4. Bagaimana merawat jas hujan agar sistem seal-nya tidak rusak?

Setelah selesai digunakan, cukup bilas jas hujan dan gantung di area teduh berangin. Jangan pernah menjemurnya langsung di bawah sengatan matahari karena panas ekstra akan melelehkan lapisan sealant pelapis jahitan.

5. Apakah pelindung sepatu (cover shoes) efektif menahan air?

Cover shoes sangat efektif menjaga sepatu kulit atau sneakers tetap bersih, dengan catatan wajib mengaplikasikan aturan ujung celana jas hujan berada di area luar, menutupi bibir atas jas sepatu tersebut.

Rekomendasi