Cara agar Jas Hujan Tidak Rembes saat Dipakai Berkendara di Tengah Hujan Deras, Berkendara Lebih Nyaman tanpa Khawatir

Simak 10 cara agar jas hujan tidak rembes saat berkendara di tengah hujan deras agar tubuh tetap kering dan nyaman.

Andre Kurniawan Kristi
Cara agar Jas Hujan Tidak Rembes saat Dipakai Berkendara di Tengah Hujan Deras, Berkendara Lebih Nyaman tanpa Khawatir
Berkendara saat hujan (AI Generated)

Jas hujan yang rembes saat berkendara tentu mengganggu kenyamanan, terutama ketika hujan turun deras dan perjalanan masih jauh. Pakaian yang basah bisa membuat tubuh kedinginan, sedangkan air yang masuk melalui bagian leher, jahitan, atau ritsleting dapat mengganggu konsentrasi saat mengendarai sepeda motor.

Agar jas hujan tetap efektif melindungi tubuh, kamu tidak cukup hanya memilih bahan yang tahan air. Kondisi jas hujan, cara memakainya, serta posisi tubuh ketika berkendara juga berpengaruh terhadap risiko air merembes masuk. Berikut beberapa cara agar jas hujan tidak rembes saat digunakan untuk berkendara di tengah hujan deras.

1. Pilih Jas Hujan dengan Bahan yang Tahan Air

Nggak Takut Kehujanan, Ini Jas Hujan Anti Rembes yang Wajib Dibawa Saat Berkendara
Ilustrasi pria menggunakan jas hujan. (c) 8photo/Magnific

Langkah pertama adalah memilih jas hujan yang memang dirancang untuk menghadapi hujan deras. Tidak semua jas hujan memiliki tingkat perlindungan yang sama. Ada produk yang hanya cocok untuk gerimis, sedangkan produk lain dirancang untuk penggunaan lebih lama di tengah hujan.

Pilih jas hujan dengan bahan berlapis atau membran tahan air, serta perhatikan keterangan ketahanan air dari produsennya. Bahan yang tebal belum tentu lebih tahan air jika jahitan dan bagian penutupnya kurang baik.

Jika memungkinkan, pilih jas hujan yang memiliki fitur berikut:

  • Jahitan yang dilapisi atau disegel agar air tidak mudah masuk melalui lubang jarum.
  • Penutup ritsleting dengan flap atau lapisan pelindung.
  • Manset tangan dan kaki yang dapat dikencangkan.
  • Tudung atau kerah yang dapat menutup bagian leher dengan baik.
  • Desain jaket dan celana yang menutupi tubuh ketika duduk di atas sepeda motor.

Jas hujan model setelan umumnya memberikan perlindungan lebih menyeluruh karena bagian atas dan bawah tubuh tertutup secara terpisah.

2. Periksa Jahitan Jas Hujan Sebelum Digunakan

Jahitan merupakan salah satu titik yang rentan menjadi jalur masuknya air. Lubang kecil akibat jarum jahit, lapisan pelindung yang mengelupas, atau jahitan yang mulai terbuka bisa membuat air merembes secara perlahan.

Sebelum berangkat, periksa bagian bahu, ketiak, selangkangan, lutut, dan sambungan kain. Area tersebut sering mengalami tarikan ketika tubuh bergerak atau menekuk saat berkendara.

Jika menemukan lapisan penyegel yang rusak, perbaiki menggunakan seam sealer atau perekat khusus yang kompatibel dengan bahan jas hujan. Hindari menggunakan lem sembarangan karena dapat merusak lapisan antiair.

Untuk pemeriksaan sederhana, kamu juga bisa menguji jas hujan dengan menyemprotkan sedikit air di area yang dicurigai saat jas hujan tidak sedang dipakai. Keringkan bagian dalam terlebih dahulu, lalu periksa apakah ada kelembapan yang muncul.

3. Tutup Ritsleting dan Pelindungnya dengan Benar

Resleting yang Tersangkut
Resleting yang Tersangkut (AI Generated)

Ritsleting depan merupakan salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena air hujan dapat masuk melalui celah gigi ritsleting, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang.

Pastikan ritsleting tertutup sepenuhnya sampai bagian kerah. Setelah itu, rapikan penutup ritsleting atau storm flap agar menutupi jalur ritsleting secara menyeluruh. Jika tersedia, kancingkan atau rekatkan seluruh pengunci tambahan.

Perhatikan juga beberapa hal berikut:

  • Jangan biarkan ritsleting terbuka sedikit pun.
  • Pastikan lipatan pelindung tidak menggulung atau terlipat ke dalam.
  • Hindari menaruh benda tebal di saku depan yang membuat penutup jas hujan tertarik.
  • Jangan menganggap ritsleting yang tertutup rapat otomatis kedap air jika tidak dilengkapi perlindungan tambahan.

Kombinasi ritsleting yang terlindungi dan jahitan yang tersegel dapat mengurangi risiko rembes secara signifikan.

4. Atur Posisi Kerah dan Bagian Leher

Air hujan yang mengalir dari helm bisa masuk melalui celah antara helm, leher, dan kerah jas hujan. Akibatnya, bagian dada, punggung, atau pakaian di bawah jas hujan bisa basah meskipun bahan luarnya masih mampu menahan air.

Untuk mengurangi risiko tersebut, gunakan jas hujan dengan kerah cukup tinggi dan pengencang yang dapat disesuaikan. Pastikan kerah menutup leher dengan nyaman tanpa menghambat gerakan kepala.

Jika jas hujan dilengkapi tudung, jangan langsung mengenakan tudung di luar helm tanpa memeriksa desainnya. Tudung yang berkibar atau bergeser akibat angin dapat mengganggu pandangan dan konsentrasi. Ikuti petunjuk penggunaan produk serta pastikan helm tetap terpasang dengan benar.

Jangan sampai upaya menutup celah air justru mengganggu penglihatan atau gerakan kepala ketika berkendara.

5. Kenakan Jas Hujan dengan Ukuran yang Tepat

Cuaca Ekstrem Jakarta, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Pengendara sepeda motor menggunakan jas hujan saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila Jakarta mengalami cuaca ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jas hujan yang terlalu sempit bisa tertarik ketika pengendara membungkuk atau menekuk lutut. Tarikan tersebut dapat membuka celah pada sambungan kain dan meningkatkan tekanan pada jahitan.

Sebaliknya, jas hujan yang terlalu longgar dapat berkibar saat terkena angin dan berpotensi tersangkut pada bagian kendaraan.

Pilih ukuran yang cukup lapang untuk dikenakan di atas pakaian berkendara, tetapi tidak berlebihan. Sebelum berangkat, cobalah duduk di atas sepeda motor dan periksa apakah bagian bahu, pinggang, lutut, serta selangkangan tetap tertutup.

Jangan hanya menguji jas hujan ketika berdiri. Posisi duduk dapat mengubah bentuk dan jangkauan perlindungannya.

6. Pastikan Jaket Menutupi Celana Jas Hujan

Bagian pinggang sering menjadi titik masuk air, khususnya pada jas hujan dua bagian. Air yang mengalir dari jaket bisa masuk ke celana apabila kedua bagian tidak saling menutupi dengan baik.

Sebelum berkendara, perhatikan langkah berikut:

  1. Kenakan celana jas hujan terlebih dahulu.
  2. Kenakan jaket jas hujan di bagian luar celana sesuai desain produknya.
  3. Pastikan terdapat tumpang tindih yang cukup di bagian pinggang.
  4. Tutup semua pengencang dan rapikan lipatan kain.
  5. Duduk di atas motor untuk memastikan pinggang tetap tertutup ketika tubuh bergerak.

Untuk perjalanan jauh di tengah hujan deras, jas hujan model terusan juga bisa dipertimbangkan karena tidak memiliki sambungan pinggang seperti model dua bagian. Namun, kualitas jahitan, ritsleting, dan bukaan leher tetap menentukan efektivitas perlindungannya.

7. Lindungi Pergelangan Tangan dan Kaki

Terkadang, jas hujan sebenarnya tidak bocor. Air justru masuk melalui celah di antara lengan jas hujan dan sarung tangan, atau di antara celana jas hujan dan sepatu.

Agar perlindungan lebih maksimal, gunakan sarung tangan tahan air dan sepatu atau pelindung sepatu yang sesuai untuk berkendara.

  • Bagian tangan: Atur posisi manset dan sarung tangan sesuai desain keduanya agar air tidak mengalir masuk melalui celah pergelangan.
  • Bagian kaki: Pastikan ujung celana menutupi bagian atas sepatu atau pelindung sepatu dengan susunan yang mencegah air masuk.
  • Bagian lutut: Pastikan celana cukup panjang ketika duduk sehingga tidak tersingkap.
  • Bagian bawah celana: Kencangkan pengikat jika tersedia, tetapi jangan sampai menghambat gerakan kaki saat mengoperasikan rem dan persneling.

Pilih perlengkapan yang tidak licin dan tidak mengurangi kemampuan mengendalikan sepeda motor. Sarung tangan dan sepatu yang tidak sesuai justru dapat mengganggu pengereman atau perpindahan gigi.

8. Hindari Air Menggenang di Area Selangkangan

Pada posisi duduk, kain jas hujan bisa membentuk lipatan di sekitar pangkal paha dan selangkangan. Air yang terkumpul di area tersebut dapat memberikan tekanan terus-menerus pada kain dan jahitan.

Untuk mengatasinya, pilih celana jas hujan dengan potongan yang nyaman ketika duduk. Sebelum mulai berkendara, rapikan lipatan kain yang berlebihan dan pastikan tidak ada jahitan yang tertarik.

Jika kamu sering berkendara jarak jauh, perhatikan pula desain bagian selangkangan. Area yang memiliki konstruksi jahitan kuat dan sesuai untuk posisi duduk dapat membantu mengurangi risiko rembes.

Jika air terus masuk pada titik yang sama, jangan hanya mengandalkan posisi duduk. Periksa apakah terdapat kerusakan jahitan atau masalah pada lapisan antiair.

9. Rawat Lapisan Antiair Jas Hujan Secara Berkala

Jas hujan yang awalnya tahan air bisa mengalami penurunan performa akibat pemakaian berulang, gesekan, paparan panas, atau perawatan yang kurang tepat.

Setelah digunakan, bilas atau bersihkan jas hujan sesuai petunjuk produsen. Keringkan secara menyeluruh sebelum dilipat dan disimpan. Hindari menyimpan jas hujan dalam keadaan lembap karena dapat menimbulkan bau dan mempercepat kerusakan bahan tertentu.

Jika air tidak lagi membentuk butiran di permukaan kain, lapisan penolak air mungkin sudah melemah. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti lapisan kedap air di bagian dalam telah rusak.

Gunakan produk perawatan atau semprotan antiair yang sesuai dengan jenis bahan jas hujan. Jangan menggunakan pelapis sembarangan karena berpotensi merusak lapisan asli.

10. Bedakan Jas Hujan Rembes dengan Pakaian yang Basah oleh Keringat

Berkendara saat hujan
Berkendara saat hujan (AI Generated)

Pakaian yang terasa lembap di balik jas hujan tidak selalu menandakan adanya kebocoran. Pada cuaca panas dan lembap, keringat dapat terperangkap di dalam jas hujan. Uap air juga bisa mengembun ketika bertemu permukaan yang lebih dingin.

Untuk membedakannya, perhatikan pola kelembapan setelah perjalanan:

  • Jika basah terkonsentrasi di sekitar jahitan, ritsleting, bahu, atau pinggang, kemungkinan ada air yang masuk dari luar.
  • Jika bagian dalam lembap secara merata, terutama setelah berkendara lama, keringat dan kondensasi mungkin ikut berperan.
  • Jika basah selalu muncul pada titik yang sama setiap kali hujan, periksa kerusakan atau celah pada bagian tersebut.

Pilih jas hujan yang memiliki kemampuan mengelola uap air jika sering digunakan dalam perjalanan panjang. Kenakan pakaian dalam yang cepat mengering agar kelembapan tidak terlalu lama menempel pada kulit.

Tips Penting: Jangan Memaksakan Perjalanan ketika Hujan Terlalu Deras

Jas hujan yang bagus sekalipun tidak menjamin tubuh selalu kering dalam segala kondisi. Hujan deras yang disertai angin kencang dapat meningkatkan tekanan air pada kain dan celah pakaian. Selain itu, jalan yang basah dapat mengurangi daya cengkeram ban.

Jika hujan sangat deras hingga jarak pandang terbatas, jalan tergenang, atau kendaraan sulit dikendalikan, menepilah di tempat yang aman dan tunggu hingga kondisi membaik. Hindari berhenti di bahu jalan yang berbahaya atau di bawah pohon yang rawan tumbang.

Utamakan jas hujan yang tahan air, perlengkapan berkendara yang pas, dan kebiasaan memeriksa setiap celah sebelum berangkat. Ketiga hal tersebut lebih efektif daripada sekadar mengoleskan bahan tambahan pada jas hujan yang sudah bocor.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara agar Jas Hujan Tidak Rembes

1. Mengapa jas hujan tetap rembes meskipun bahannya tebal?

Jas hujan bisa rembes akibat jahitan yang tidak tersegel, ritsleting yang kurang terlindungi, kerusakan lapisan antiair, atau celah pada bagian leher dan pergelangan.

2. Bagaimana cara mengatasi jas hujan yang bocor?

Periksa lokasi kebocoran, lalu gunakan seam sealer atau produk perbaikan khusus yang sesuai dengan bahan jas hujan. Jika kerusakannya parah, pertimbangkan mengganti jas hujan.

3. Apakah jas hujan model terusan lebih tahan air?

Model terusan dapat mengurangi risiko air masuk melalui sambungan pinggang, tetapi ketahanan air tetap bergantung pada bahan, jahitan, ritsleting, dan kualitas konstruksinya.

4. Bagaimana cara merawat jas hujan agar tetap tahan air?

Bersihkan sesuai petunjuk produsen, keringkan sebelum disimpan, hindari panas berlebihan, dan gunakan produk perawatan antiair yang kompatibel jika diperlukan.

5. Mengapa pakaian tetap basah meskipun jas hujan tidak bocor?

Pakaian bisa basah akibat keringat dan kondensasi di bagian dalam jas hujan. Pilih pakaian yang cepat kering dan jas hujan dengan kemampuan mengelola uap air.

Rekomendasi