5 Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur, Bebas Apek

Pelajari cara menyimpan jas hujan agar tidak cepat berjamur dan awet bertahun-tahun. Temukan tips lengkap mulai dari pembilasan, pengeringan, hingga trik bebas bau apek.

Mabruri Pudyas Salim
Oleh Mabruri Pudyas Salim - Reporter
5 Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur, Bebas Apek
Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur. Foto: AI Generated

Musim hujan kerap kali membawa tantangan tersendiri bagi para pengendara sepeda motor di tanah air. Kehadiran air hujan yang turun hampir setiap hari menjadikan jas hujan sebagai salah satu perlengkapan wajib yang selalu dibawa dalam perjalanan. Kendati demikian, banyak pengendara yang sering mengabaikan aspek perawatan setelah pakaian pelindung tersebut digunakan untuk menerobos derasnya air dari langit.

Kondisi jas hujan yang basah kuyup sering kali langsung dilipat dan dimasukkan ke dalam bagasi motor yang panas dan lembap tanpa melalui proses pembersihan terlebih dahulu. Padahal, kebiasaan sepele ini menjadi pemicu utama timbulnya jamur, bakteri, hingga bau apek yang sangat mengganggu kenyamanan. 

Oleh karena itu, memahami teknik penyimpanan yang tepat sangat krusial agar investasi perlengkapan berkendara Anda ini tetap awet bertahun-tahun. Jadi simak kumpulan cara menyimpan jas hujan agar tidak cepat berjamur secara, sebagaimana telah Merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026).

1. Segera Bilas dengan Air Bersih Selepas Digunakan

Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur,
1. Segera Bilas dengan Air Bersih Selepas Digunakan. Foto: AI Generated

Air hujan pada dasarnya memiliki karakteristik agak asam serta membawa berbagai kotoran, debu jalanan, hingga sisa polusi udara. Jika dibiarkan mengering begitu saja di permukaan bahan vinil, plastik, atau poliester, partikel-partikel kotoran tersebut akan mengendap dan memicu pertumbuhan spora jamur dengan cepat. Oleh karena itu, langkah awal yang paling krusial sebelum melakukan penyimpanan adalah membersihkan sisa kotoran yang menempel.

Anda sangat dianjurkan untuk membilas jas hujan menggunakan air bersih mengalir segera setelah sampai di tujuan. Hindari langsung melipatnya saat kondisi masih basah kuyup karena kelembapan yang terjebak di dalam lipatan kain akan menciptakan ekosistem mikroorganisme yang subur bagi jamur penyebab bau apek.

2. Keringkan dengan Cara Digantung di Tempat Teduh

Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur,
Keringkan dengan Cara Digantung di Tempat Teduh. Foto: AI Generated

Proses pengeringan memegang peran sentral dalam menentukan usia pakai pakaian pelindung air Anda. Setelah dibilas, bentangkan jas hujan dan gantung menggunakan hanger atau gantungan baju di area yang memiliki sirkulasi udara sangat baik. Pastikan seluruh bagian jas hujan benar-benar kering secara sempurna sebelum Anda memutuskan untuk melipat atau menyimpannya kembali ke tempat semula.

Namun, Anda harus menghindari kesalahan umum yaitu menjemur jas hujan secara langsung di bawah terik matahari yang menyengat. Mengutip penjelasan dari laman resmi Suzuki Indonesia, paparan panas matahari berlebihan dapat merusak elastisitas bahan, membuat serat kain atau plastik menjadi rapuh, kaku, serta mudah retak atau sobek.

 

3. Gulung Secara Longgar, Hindari Lipatan Keras

Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur,
Gulung Secara Longgar, Hindari Lipatan Keras. Foto: AI generated

Kesalahan klasik yang sering dilakukan oleh pengendara motor adalah melipat jas hujan dengan tekanan kencang dan lipatan yang terlalu rapat. Lipatan tajam yang dilakukan secara berulang pada titik area yang sama lama-kelamaan akan merusak struktur pori-pori bahan kedap air. Akibatnya, permukaan jas hujan akan mengalami keretakan permanen dan berujung pada kebocoran saat kembali dipakai di tengah hujan lebat.

Sebagai solusi terbaik, para ahli perawatan otomotif menyarankan agar Anda menggulung jas hujan secara longgar setelah dipastikan kering. Metode penggulungan ini terbukti jauh lebih efektif dalam menjaga fleksibilitas dan elastisitas material tanpa menciptakan garis lipatan ekstrem yang dapat merusak lapisan coating bagian dalam.

 

4. Batasi Waktu Penyimpanan di Dalam Bagasi Motor

Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur,
Batasi Waktu Penyimpanan di Dalam Bagasi Motor. Foto: AI Generated

Bagasi atau jok sepeda motor sering kali menjadi tempat penyimpanan paling praktis dan instan bagi para pengendara. Padahal, ruang di bawah jok motor umumnya memiliki sirkulasi udara yang buruk, bersuhu panas, serta sangat lembap akibat mesin kendaraan yang menyala. Menyimpan jas hujan di dalam bagasi dalam waktu yang terlalu lama justru akan mempercepat pelapukan bahan.

Menurut ulasan dari platform lelang otomotif terkemuka IBID (Balai Lelang Serasi), jas hujan sebaiknya tidak dibiarkan menginap di dalam bagasi motor dalam kondisi tertutup rapat. Jika memang terpaksa harus membawanya di bagasi, pastikan jas hujan sudah terbungkus rapi di dalam kantong plastik terpisah yang diberi tambahan gel silika (silica gel) untuk menyerap kelembapan berlebih.

5. Manfaatkan Larutan Sitrun atau Jeruk Lemon untuk Jas Hujan Berjamur

Cara Menyimpan Jas Hujan Agar Tidak Cepat Berjamur,
Manfaatkan Larutan Sitrun atau Jeruk Lemon untuk Jas Hujan Berjamur. Foto: AI Generated

Bagaimana jika jas hujan terlanjur telat dirawat dan telanjur ditumbuhi bintik-bintik jamur hitam? Anda tidak perlu langsung membuangnya karena noda tersebut masih bisa dibersihkan menggunakan bahan-bahan alami yang aman bagi tekstil. Sifat asam sitrat terbukti ampuh melunturkan spora jamur tanpa merusak kualitas bahan dasar plastik maupun karet sintetis.

Berdasarkan tips perawatan dari praktisi otomotif, Anda dapat merendam jas hujan sebentar di dalam air hangat yang telah dicampur dengan perasan jeruk lemon atau bubuk sitrun (citric acid). Asam alami pada jeruk lemon berfungsi sebagai agen antijamur alami sekaligus menetralisir bau apek menyengat yang menempel pada serat jas hujan Anda.

 

Pertanyaan yang Sering Diajukan Cara Menyimpan Jas Hujan

Q: Apakah jas hujan boleh dicuci menggunakan mesin cuci?

A: Sebagian besar produsen menyarankan untuk mencuci jas hujan secara manual dengan tangan. Penggunaan mesin cuci dengan siklus putaran keras dikhawatirkan dapat merusak lapisan pelindung anti-air (waterproof coating) pada permukaan jas hujan.

Q: Mengapa jas hujan yang baru dipakai langsung dilipat bisa berbau apek?

A: Jas hujan yang basah dan langsung disimpan di tempat tertutup atau panas akan menjebak kelembapan. Kondisi ini menciptakan lingkungan anaerobik yang sempurna bagi pertumbuhan bakteri dan spora jamur, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Q: Bagaimana cara terbaik membawa jas hujan saat berkendara tanpa merusaknya?

A: Cara terbaik adalah memasukkan jas hujan yang sudah digulung longgar ke dalam tas punggung Anda sehari-hari, dan hanya meletakkannya di bagasi motor saat motor sedang dalam posisi terparkir untuk menghindari panas berlebih mesin.

Rekomendasi