Bau apek pada hijab sering kali menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan, terutama ketika hijab digunakan untuk beraktivitas seharian. Aroma tidak sedap ini bisa muncul meskipun hijab sudah dicuci menggunakan detergen. Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan sisa keringat, kelembapan, pertumbuhan mikroorganisme, atau proses pengeringan yang kurang maksimal.
Selain mengurangi kenyamanan saat mengenakannya, bau apek juga dapat membuat hijab terasa kurang segar meskipun penampilannya masih terlihat bersih. Masalah ini bisa terjadi pada berbagai jenis bahan hijab, mulai dari voal, katun, jersey, hingga sifon, terutama jika sering disimpan dalam keadaan sedikit lembap.
Namun, tidak perlu buru-buru mengganti hijab yang sudah berbau apek. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghilangkan aroma tidak sedap sekaligus menjaga hijab tetap bersih dan nyaman digunakan. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.
Advertisement
1. Cuci Kembali Hijab Menggunakan Detergen yang Tepat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387931/original/011023500_1793590289-403ab976-2db7-4791-aa9c-0f022cec677b.jpg)
Salah satu cara menghilangkan bau apek pada hijab adalah mencucinya kembali menggunakan detergen yang sesuai. Bau tidak sedap terkadang muncul karena keringat, minyak alami kulit, debu, dan kotoran masih menempel pada serat kain meskipun hijab sudah pernah dicuci. Jika dibiarkan, sisa kotoran tersebut dapat menjadi sumber aroma yang sulit hilang.
Sebaiknya rendam hijab selama sekitar 10–15 menit menggunakan air bersih yang dicampur sedikit detergen. Setelah itu, kucek secara perlahan pada bagian yang sering bersentuhan dengan kulit, seperti area dahi, dagu, dan leher. Hindari mengucek terlalu keras karena beberapa bahan hijab, terutama sifon dan voal, cukup rentan mengalami kerusakan serat.
Setelah selesai dicuci, bilas hijab sampai tidak ada sisa detergen yang tertinggal. Residu sabun yang menempel pada kain dapat membuat hijab terasa kurang nyaman dan berpotensi menahan kotoran. Pastikan pula takaran detergen tidak berlebihan agar proses pembilasan lebih mudah.
Advertisement
2. Gunakan Cuka Putih untuk Membantu Menetralisir Bau
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387932/original/047128900_1793590301-3dd0a7d9-06af-491a-9236-e72b9866a6bf.jpg)
Cuka putih dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan rumahan untuk membantu mengurangi bau tidak sedap pada kain. Kandungan asam asetat di dalamnya dapat membantu melepaskan sebagian residu yang menempel pada serat kain sehingga aroma apek lebih mudah dihilangkan. Cara ini bisa dicoba ketika hijab masih berbau meskipun sudah dicuci menggunakan detergen.
Caranya, campurkan sekitar satu hingga dua sendok makan cuka putih ke dalam satu liter air bersih. Rendam hijab selama kurang lebih 10 menit, kemudian bilas sampai bersih. Jangan menggunakan cuka terlalu banyak karena bahan tertentu mungkin tidak cocok dengan larutan yang terlalu asam.
Sebelum menerapkan cara ini pada seluruh bagian hijab, lakukan pengujian pada bagian kecil yang tersembunyi. Perhatikan pula petunjuk perawatan pada label kain. Hindari mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.
Advertisement
3. Jemur Hijab di Tempat yang Memiliki Sirkulasi Udara Baik
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387933/original/026559700_1793590311-8e4fdcb4-3ae3-4aaa-91cb-da710b2311bd.jpg)
Proses pengeringan memiliki pengaruh besar terhadap munculnya bau apek pada hijab. Kain yang masih menyimpan air setelah dicuci dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab aroma tidak sedap, terutama jika dibiarkan dalam kondisi lembap terlalu lama. Oleh karena itu, pastikan hijab benar-benar kering sebelum dilipat atau disimpan.
Setelah dicuci, peras hijab secara perlahan untuk mengurangi kandungan air tanpa merusak serat kain. Kemudian, gantungkan pada jemuran dengan posisi terbentang agar udara dapat mengalir ke seluruh permukaan. Hindari menumpuk beberapa hijab dalam satu gantungan karena bagian kain yang saling menempel cenderung lebih lama kering.
Pilih tempat penjemuran yang memiliki sirkulasi udara baik dan mendapatkan cahaya matahari tidak langsung. Beberapa bahan hijab, seperti voal, sifon, dan jersey, sebaiknya tidak dijemur terlalu lama di bawah terik matahari karena berisiko memengaruhi warna maupun kualitas serat kain.
Advertisement
4. Manfaatkan Baking Soda untuk Menyerap Bau Tidak Sedap
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387935/original/044084700_1793590326-65ab2318-7539-4afc-b5ce-10f00feebf83.jpg)
Baking soda atau soda kue dikenal sebagai bahan rumahan yang dapat membantu menyerap dan mengurangi aroma tidak sedap. Bahan ini bisa menjadi pilihan ketika hijab mengeluarkan bau apek ringan akibat penyimpanan terlalu lama di dalam lemari atau tas. Penggunaannya juga cukup praktis karena tidak membutuhkan banyak perlengkapan.
Untuk mencobanya, letakkan hijab di dalam wadah atau kantong kain yang bersih dan kering. Tempatkan semangkuk kecil baking soda di dekatnya, kemudian tutup wadah selama beberapa jam. Baking soda tidak harus ditaburkan langsung pada hijab, terutama jika bahan kainnya sensitif atau berwarna gelap.
Setelah itu, keluarkan hijab dan angin-anginkan sebelum digunakan. Perlu diketahui bahwa baking soda lebih cocok untuk membantu mengurangi aroma ringan, bukan mengatasi sumber bau yang berasal dari jamur atau kain yang masih lembap. Jika aroma apek tetap bertahan, sebaiknya cuci kembali hijab dan keringkan secara menyeluruh.
Advertisement
5. Gunakan Pewangi Pakaian dengan Takaran Secukupnya
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387934/original/083170200_1793590317-ad2e62ac-2bf4-49dc-9e95-535d405151b7.jpg)
Pewangi pakaian dapat membantu memberikan aroma segar pada hijab setelah dicuci. Namun, penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak sekadar menutupi bau apek yang sebenarnya masih menempel pada kain. Jika hijab belum benar-benar bersih, aroma pewangi justru bisa bercampur dengan bau keringat dan menghasilkan aroma yang kurang nyaman.
Gunakan pewangi pakaian sesuai petunjuk pada kemasan dan pastikan produk tersebut cocok untuk jenis bahan hijab yang dimiliki. Jika menggunakan pewangi semprot, aplikasikan dari jarak yang cukup agar cairan tidak terkumpul pada satu bagian kain. Hindari menyemprotkan terlalu banyak karena residu pewangi dapat menempel dan membuat hijab terasa kurang nyaman.
Selain itu, pilih produk dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Hijab dikenakan cukup dekat dengan hidung sehingga pewangi yang terlalu kuat bisa mengganggu kenyamanan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap wewangian.
Advertisement
6. Bersihkan Lemari Penyimpanan Hijab Secara Berkala
Bau apek pada hijab tidak selalu berasal dari kain itu sendiri. Lemari yang lembap, jarang dibersihkan, atau memiliki sirkulasi udara buruk juga dapat menyebabkan pakaian yang disimpan di dalamnya mengeluarkan aroma tidak sedap. Karena itu, membersihkan tempat penyimpanan menjadi langkah penting agar hijab tidak kembali berbau setelah dicuci.
Keluarkan seluruh hijab dari lemari, kemudian bersihkan bagian dalamnya menggunakan kain bersih. Jika terdapat debu atau kotoran yang menempel, lap menggunakan kain sedikit lembap dan lanjutkan dengan kain kering. Biarkan pintu lemari terbuka selama beberapa waktu agar bagian dalamnya mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
Untuk membantu mengurangi kelembapan, letakkan penyerap kelembapan khusus lemari sesuai petunjuk pemakaian. Periksa kondisinya secara berkala dan ganti apabila sudah penuh. Hindari menyimpan hijab dalam tumpukan terlalu padat karena kondisi tersebut dapat menghambat aliran udara di antara kain.
Advertisement
7. Pisahkan Hijab yang Sudah Dipakai dari Hijab Bersih
Kebiasaan mencampurkan hijab yang sudah digunakan dengan hijab bersih dapat menyebabkan aroma keringat berpindah ke kain lainnya. Hijab yang dikenakan sepanjang hari biasanya menyerap keringat, minyak kulit, dan aroma dari lingkungan sekitar. Jika langsung dilipat dan disimpan bersama hijab bersih, kelembapan yang tersisa dapat membuat aroma tidak sedap semakin sulit dihilangkan.
Sebaiknya sediakan gantungan khusus untuk meletakkan hijab yang sudah dipakai. Angin-anginkan terlebih dahulu sampai kelembapannya berkurang sebelum dimasukkan ke keranjang pakaian kotor. Cara ini membantu mencegah penumpukan kelembapan dan mengurangi kemungkinan munculnya bau apek.
Jika hijab sudah terkena banyak keringat atau digunakan untuk beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, sebaiknya segera dicuci sebelum digunakan kembali. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan hijab sekaligus membuat koleksi hijab tetap segar.
Advertisement
8. Pastikan Hijab Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
Menyimpan hijab yang masih sedikit lembap merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memicu munculnya bau apek. Terkadang, bagian luar kain sudah terasa kering ketika disentuh, tetapi bagian lipatan atau lapisan yang bertumpuk masih menyimpan air. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kelembapan di dalam lemari dan mendukung pertumbuhan jamur.
Sebelum melipat hijab, periksa seluruh permukaannya, terutama bagian tepi, lipatan, dan area yang memiliki beberapa lapisan kain. Jika masih terasa dingin atau lembap ketika disentuh, lanjutkan proses pengeringan. Jangan terburu-buru memasukkannya ke dalam lemari hanya karena bagian luarnya terlihat sudah kering.
Apabila cuaca sedang hujan dan sinar matahari sulit didapatkan, manfaatkan kipas angin atau ruangan dengan ventilasi yang baik untuk membantu mempercepat pengeringan. Pastikan hijab mendapatkan aliran udara dari kedua sisi agar tidak ada bagian yang tertinggal lembap.
Advertisement
9. Gunakan Pengharum Lemari untuk Menjaga Aroma Hijab
Pengharum lemari dapat digunakan untuk membantu menjaga aroma hijab tetap segar selama penyimpanan. Produk seperti kantong pewangi, sachet lavender, atau pengharum khusus lemari bisa menjadi pilihan praktis. Selain memberikan aroma yang menyenangkan, beberapa produk juga dirancang untuk membantu mengurangi bau pengap di ruang penyimpanan.
Letakkan pengharum pada sudut lemari atau gantungkan pada bagian yang tidak bersentuhan langsung dengan kain. Hindari memilih produk dengan aroma terlalu kuat karena wanginya bisa menempel berlebihan pada hijab. Perhatikan juga petunjuk penggunaan agar pewangi tidak meninggalkan noda pada kain.
Meskipun demikian, pengharum lemari bukan pengganti kebersihan dan pengendalian kelembapan. Jika lemari memiliki masalah rembesan air atau jamur, penyebab tersebut perlu diatasi terlebih dahulu. Dengan begitu, aroma segar pada hijab dapat bertahan lebih lama tanpa harus terus-menerus menggunakan pewangi.
Advertisement
10. Hindari Menumpuk Hijab dalam Kondisi Lembap di Dalam Tas
Hijab yang dibawa bepergian juga berisiko mengalami bau apek, terutama jika disimpan dalam tas setelah terkena keringat atau air hujan. Ruang tas yang tertutup membuat sirkulasi udara terbatas sehingga kelembapan lebih sulit menguap. Apabila kondisi tersebut berlangsung cukup lama, aroma tidak sedap dapat muncul dan menempel pada serat kain.
Untuk mencegahnya, pastikan hijab dalam kondisi kering sebelum dimasukkan ke dalam tas. Gunakan kantong khusus berbahan kain yang bersih agar hijab tidak bercampur dengan barang lainnya. Jika membawa hijab cadangan, pisahkan dari hijab yang sudah digunakan supaya aroma keringat tidak berpindah.
Setelah sampai di rumah, segera keluarkan hijab dari tas dan angin-anginkan sebelum disimpan. Jangan membiarkan hijab bekas pakai berada di dalam tas selama berhari-hari. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga hijab tetap bersih dan mengurangi risiko munculnya bau apek.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Apek pada Hijab
1. Kenapa hijab tetap bau apek meskipun sudah dicuci?
Hijab bisa tetap berbau apek karena sisa keringat, minyak, dan detergen masih menempel pada serat kain. Proses pengeringan yang tidak maksimal juga dapat menyebabkan aroma tidak sedap bertahan.
2. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau apek pada hijab?
Baking soda dapat membantu menyerap bau ringan ketika hijab disimpan. Namun, jika bau berasal dari jamur atau kain yang lembap, hijab perlu dicuci dan dikeringkan kembali.
3. Apakah cuka putih aman untuk mencuci hijab?
Cuka putih dapat digunakan dalam larutan encer untuk membantu mengurangi bau, tetapi perlu diuji terlebih dahulu pada bagian tersembunyi. Hindari penggunaannya pada bahan yang tidak tahan asam.
4. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada hijab tanpa dicuci?
Untuk bau ringan, angin-anginkan hijab di tempat dengan sirkulasi udara baik. Namun, jika bau berasal dari keringat atau kotoran yang menempel, mencuci hijab tetap menjadi pilihan terbaik.
5. Bagaimana cara menyimpan hijab agar tidak bau apek?
Pastikan hijab benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Bersihkan lemari secara berkala, gunakan penyerap kelembapan, serta pisahkan hijab bersih dari hijab yang sudah dipakai.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387930/original/084074500_1793589914-e62d954c-bf00-4e81-905d-33b999ea6283.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387903/original/003076700_1793587400-Cara_Membuat_Pembatas_Rak_Lemari_dari_Kardus_Bekas_yang_Kokoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387892/original/007192600_1793587128-e3b7cb3b-fdc5-4aa3-bfbd-f34192399b64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381334/original/022316900_1792808880-Ide_dekorasi_rumah_menggunakan_perabot_antik_model_menempatkan_kursi_antik_di_sudut_ruangan__yang_bikin_interior_jadi_terasa_mewah_dan_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387859/original/032599100_1793581888-6a335c3a-5ab8-44b3-a2c5-533f8fdc4f92.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387880/original/002311700_1793586345-Gemini_Generated_Image_an18dvan18dvan18.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387477/original/005838800_1793508567-9d2086e0-11d3-46d6-9c3d-ae7e9369b69a.jpg)