Kenapa Rem Mobil Berbunyi Setelah Melewati Genangan? Ini Jawabannya

Rem berbunyi usai melewati jalan basah kerap bikin waswas. Mengutip Daihatsu, ini penyebab rem mobil berbunyi setelah lewat genangan dan langkah aman mengatasin

Muhammad Luthfi Naufal Aqilah
Kenapa Rem Mobil Berbunyi Setelah Melewati Genangan? Ini Jawabannya
Ilustrasi mekanik yang sedang melakukan pengecekan atau perawatan pada komponen piringan cakram dan kampas rem mobil di bengkel. (Daihatsu)

Rem mobil yang berbunyi setelah melewati genangan atau jalan basah kerap membuat pengemudi khawatir. Suaranya bisa berupa decitan hingga gesekan kasar dari area roda. Memahami penyebab rem mobil berbunyi setelah lewat genangan penting untuk menjaga keselamatan berkendara sekaligus mengetahui langkah penanganannya.

Perlu dicatat, kondisi ini tidak selalu menandakan kerusakan serius. Sistem pengereman bekerja dengan gesekan antara kampas rem dan piringan cakram (disc brake) atau tromol. Saat komponen terkena air, karakteristik gesekannya berubah sehingga suara tertentu bisa muncul untuk sementara waktu.

Mengutip laman Daihatsu, Senin (2/11), ada beberapa faktor yang membuat rem mengeluarkan bunyi setelah jalan basah. Berikut di antaranya:

  1. Lapisan Air pada Piringan Cakram

    Usai melewati genangan, permukaan cakram dapat tertutup air tipis. Ketika pedal diinjak, kampas menyapu air itu lebih dulu sebelum mencengkeram logam, sehingga muncul desis atau decit halus. Biasanya bunyi hilang setelah beberapa kali pengereman saat cakram mengering.

  2. Karat Tipis yang Muncul Cepat

    Piringan cakram dari besi cor mudah teroksidasi saat terkena air dan lembap. Dalam hitungan jam, karat tipis bisa terbentuk di permukaan. Saat rem digunakan, kampas mengikis karat tersebut dan terdengar suara gesekan kasar. Kondisi ini umumnya sementara dan mereda setelah beberapa kali pengereman.

  3. Serbuk Kampas dan Kotoran Jalan

    Air sering membawa pasir, lumpur, hingga kerikil kecil. Material ini dapat terselip di antara kampas dan cakram, menimbulkan bunyi berdecit ketika pedal diinjak. Jika tidak dibersihkan, suara bisa menetap dan mengganggu performa pengereman.

  4. Kampas dan Cakram Dingin serta Lembap

    Air hujan atau genangan menurunkan suhu komponen rem. Kondisi dingin dan lembap sementara dapat memengaruhi karakter material kampas, membuat respons rem terasa sedikit berbeda, terutama pada pengereman awal setelah keluar dari genangan.

  5. Air Masuk ke Rem Tromol

    Pada mobil yang memakai tromol di roda belakang, air yang masuk ke dalam rumah tromol dapat mengubah gesekan antara sepatu rem dan permukaan tromol. Akibatnya timbul suara atau sensasi pengereman yang kurang halus. Bunyi biasanya berangsur hilang ketika air mengering.

Kapan Suara Rem Setelah Lewat Genangan Harus Diwaspadai?

Penting untuk membedakan bunyi rem yang masih tergolong normal dengan yang menjadi tanda masalah. Bunyi biasanya wajar jika hanya muncul sesaat setelah melewati genangan atau hujan deras, lalu hilang sendiri setelah beberapa kali pengereman. Pedal rem pun tetap terasa normal, tidak bergetar, dan kedalamannya tidak berubah.

Kewaspadaan diperlukan jika gejala-gejala berikut muncul meski kondisi jalan sudah kering:

  • Suara menggerung atau gesekan logam terus terdengar meskipun jalan sudah kering
  • Pedal rem terasa lebih dalam atau bergetar ketika diinjak
  • Kemampuan pengereman menurun atau mobil terasa kurang pakem
  • Tercium bau terbakar setelah melakukan pengereman
  • Lampu indikator sistem rem menyala pada panel dashboard.

Gejala tersebut bisa menandakan komponen mengalami masalah, misalnya kampas rem menipis atau kerusakan pada bagian lain. Segera lakukan pemeriksaan di bengkel agar kerusakan tidak merembet ke komponen berbeda.

Cara Mengatasi Rem Mobil Berbunyi Usai Lewati Genangan

Ada beberapa langkah sederhana untuk membantu mengeringkan komponen rem sekaligus meredam bunyi setelah melintasi jalan basah atau genangan. Lakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan lalu lintas agar tetap aman.

  1. Injak Rem Secara Ringan dan Berkala

    Setelah keluar dari genangan, injak pedal rem perlahan dan berulang pada kecepatan rendah. Cara ini membantu menghilangkan sisa air pada permukaan cakram dan komponen lain.

  2. Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak

    Komponen rem yang masih basah dapat sedikit menurunkan daya pengereman. Turunkan kecepatan dan beri jarak aman dengan kendaraan di depan agar tersedia ruang dan waktu reaksi yang cukup.

  3. Hindari Pengereman Mendadak

    Rem mendadak di jalan basah berisiko membuat ban kehilangan traksi. Lakukan pengereman bertahap dan halus agar kendaraan tetap stabil.

  4. Hindari Genangan Setelah Pengereman Panjang

    Cakram bersuhu tinggi usai pengereman panjang sebaiknya tidak langsung terkena air dingin dalam jumlah besar. Perubahan suhu ekstrem dapat menimbulkan tekanan termal pada cakram dan meningkatkan risiko kerusakan.

  5. Bersihkan Area Roda dan Kolong Mobil

    Jika melewati jalan berlumpur atau genangan yang membawa banyak kotoran, bersihkan area roda dan kolong. Langkah ini mengurangi penumpukan pasir, lumpur, dan kerikil yang bisa masuk ke sistem rem.

Suara rem setelah jalan basah tidak selalu menandakan kerusakan. Namun, tetap perhatikan perubahan bunyi dan respons pengereman.

Apabila bunyi tidak kunjung hilang atau muncul gejala seperti pedal bergetar, rem kurang pakem, hingga lampu indikator menyala, segera periksakan kendaraan ke bengkel. Jangan mengabaikan masalah pengereman karena komponen ini memiliki peran penting dalam keselamatan, terlebih saat musim hujan.

Rekomendasi