Penyaluran Pinjol Jabar Capai Rp30 Triliun, Gen Z Kini Jadi Sasaran Edukasi

Penyaluran pinjaman daring di Jabar tembus Rp30 triliun. Saatnya Gen Z dibekali literasi keuangan cerdas di FinExpo 2026 Bandung.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Penyaluran Pinjol Jabar Capai Rp30 Triliun, Gen Z Kini Jadi Sasaran Edukasi
<p>Ilustrasi Pinjaman Online alias Pinjol. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)</p>

Maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal dan minimnya pemahaman literasi finansial di kalangan anak muda menjadi perhatian serius pelaku industri jasa keuangan. Menjawab tantangan tersebut, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menggebrak ajang Financial Expo (FinExpo) 2026 di Trans Studio Mall Bandung, 29 Oktober hingga 1 November 2026.

Membawa angle edukasi yang relevan untuk anak muda, Easycash mengenalkan Modul Bijak Keuangan (MOJANG). Modul ini dikembangkan bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia khusus untuk membekali Gen Z dan Milenial.

Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menjelaskan bahwa MOJANG dirancang secara komunikatif agar isu-isu krusial seperti pengelolaan arus kas (cash flow), manajemen utang, hingga menjaga reputasi kredit mudah dipahami oleh generasi muda.

"Materi literasi keuangan kami kemas agar dekat dengan keseharian anak muda, termasuk memberikan pemahaman mendasar tentang cara membedakan platform pindar resmi berizin OJK dengan pinjol ilegal," ujar Nucky dikutip Senin(2/11).

Pendekatan inovatif Easycash dalam melindungi konsumen ini berbuah manis. Program MOJANG berhasil menembus fase 5 besar nominasi penjurian final kategori Edukasi Pelindungan Konsumen Terinovatif dalam ajang Financial Literacy Award 2026 yang digelar OJK.

"Apresiasi dari OJK ini menjadi dorongan bagi Easycash untuk terus mengembangkan program edukasi keuangan bagi masyarakat. Lewat FinExpo tahun ini, kami berharap dapat membekali lebih banyak anak muda agar bijak mengambil keputusan keuangan demi masa depan yang lebih baik,” lanjut Nucky.

Selama empat hari pameran di puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tersebut, Easycash memadati agenda edukasi lewat berbagai aktivitas interaktif di booth literasi, sesi bincang-bincang di Ardan Radio, hingga edukasi di ministage.

 

Menjawab Ketimpangan Inklusi dan Literasi di Jawa Barat

PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash)
PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash). (Istimewa).

Langkah Easycash membidik Jawa Barat bukan tanpa alasan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi keuangan masyarakat Jawa Barat terbilang sangat tinggi mencapai 95,67 persen (di atas rata-rata nasional 93,61 persen). Namun, indeks literasi keuangannya baru menyentuh angka 67,14 persen (di bawah rata-rata nasional 69,57 persen).

Tak hanya itu, OJK mencatat outstanding pendanaan pindar di Jawa Barat per Agustus 2026 mencapai Rp30,93 triliun, menyumbang 26,5% dari total outstanding nasional. Ketimpangan antara penggunaan layanan keuangan yang tinggi dan pemahaman yang masih terbilang rendah ini menjadi pekerjaan rumah besar.

Nucky menegaskan bahwa akses keuangan yang luas harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai demi mendukung agenda Indonesia Emas 2045.

"Kolaborasi antara regulator, asosiasi, dan pelaku industri sangat krusial agar inklusi berjalan seiring dengan pelindungan konsumen. Lewat MOJANG, kami optimis generasi muda dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas dan bertanggung jawab," tutup Nucky.

Rekomendasi