Wadah plastik sering digunakan untuk menyimpan bekal, lauk matang, hingga makanan bersantan. Namun, setelah digunakan berulang kali, wadah terkadang masih menyimpan bau makanan yang menyengat, seperti bawang, ikan, kari, atau sambal, meskipun sudah dicuci dengan sabun.
Bau yang tertinggal bisa membuat wadah terasa kurang nyaman digunakan untuk menyimpan makanan lain. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara menghilangkan bau makanan dari wadah plastik menggunakan bahan rumahan, mulai dari soda kue hingga larutan cuka, disertai langkah perawatan agar wadah tetap bersih dan layak digunakan.
Lebih lanjut, berikut cara menghilangkan bau makanan dari wadah plastik yang dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber, Jumat (9/10).
Advertisement
1. Cuci dengan Sabun Cuci Piring dan Air Hangat
Langkah pertama untuk menghilangkan bau makanan dari wadah plastik adalah mencucinya menggunakan sabun cuci piring dan air hangat. Cara ini membantu mengangkat sisa makanan, minyak, serta lemak yang menempel pada permukaan wadah dan dapat menyisakan aroma tidak sedap.
Lepaskan tutup wadah, lalu cuci bagian dalam, bagian luar, sudut-sudut wadah, dan tutupnya secara menyeluruh menggunakan spons lembut. Jika terdapat karet atau komponen tambahan pada tutup, bersihkan juga bagian tersebut sesuai petunjuk perawatannya karena sisa makanan dapat terselip di sana.
Setelah dicuci, bilas wadah sampai tidak ada sisa sabun, kemudian keringkan dengan baik. Gunakan air hangat, bukan air mendidih, kecuali produsen menyatakan wadah tersebut tahan terhadap suhu tinggi. Jika bau masih tertinggal setelah pencucian, lanjutkan dengan metode lain.
Advertisement
2. Rendam Wadah dengan Soda Kue
Soda kue atau baking soda dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau yang tertinggal pada wadah plastik. Bahan ini cocok dicoba ketika wadah masih berbau setelah dicuci, terutama jika aroma berasal dari makanan berbumbu kuat atau berminyak.
Caranya, isi wadah dengan air hangat, lalu tambahkan sekitar satu sendok teh soda kue sebagai takaran awal. Aduk hingga larut dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman jika baunya cukup membandel. Sesuaikan jumlah bahan dengan ukuran wadah dan petunjuk penggunaan yang tersedia.
Setelah direndam, buang airnya, kemudian cuci dan bilas wadah sampai bersih. Keringkan sebelum digunakan kembali untuk menyimpan makanan. Jika aroma belum hilang sepenuhnya, metode ini dapat diulangi atau dikombinasikan dengan pencucian menyeluruh terlebih dahulu.
Advertisement
3. Gunakan Pasta Soda Kue untuk Bau Membandel
Jika bau makanan masih melekat setelah direndam, soda kue juga bisa digunakan dalam bentuk pasta. Metode ini membantu membersihkan bagian dalam wadah yang memiliki noda atau sisa minyak, sehingga cocok untuk wadah bekas menyimpan makanan berbumbu pekat.
Campurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pada bagian dalam wadah yang berbau, lalu diamkan sekitar 30–40 menit. Setelah itu, gosok perlahan menggunakan spons lembut agar permukaan plastik tidak tergores.
Bilas wadah sampai tidak ada sisa pasta, kemudian cuci kembali dengan sabun cuci piring dan keringkan. Hindari menggunakan spons kasar atau bahan abrasif yang dapat merusak permukaan plastik. Pastikan seluruh residu pembersih terangkat sebelum wadah digunakan kembali untuk menyimpan makanan.
Advertisement
4. Rendam dengan Larutan Cuka Putih
Cuka putih dapat menjadi alternatif untuk membantu mengurangi bau yang tertinggal pada wadah plastik. Larutan ini bisa dicoba ketika pencucian biasa belum cukup menghilangkan aroma makanan yang kuat.
Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1, kemudian tuangkan ke dalam wadah hingga bagian yang berbau terkena larutan. Diamkan selama beberapa jam, lalu buang larutan tersebut. Sebelum mencoba cara ini, periksa petunjuk perawatan wadah untuk memastikan bahan plastiknya sesuai.
Setelah perendaman, cuci wadah menggunakan sabun cuci piring dan bilas sampai bersih agar aroma cuka tidak tertinggal. Keringkan wadah sebelum digunakan kembali. Jangan mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas beracun.
Advertisement
5. Angin-anginkan Wadah hingga Benar-Benar Kering
Wadah plastik yang masih lembap dan langsung ditutup dapat menimbulkan aroma pengap, terutama jika sisa air terperangkap di sudut atau bagian tutupnya. Karena itu, pengeringan menjadi langkah penting setelah proses pencucian maupun perendaman.
Letakkan wadah dan tutupnya secara terpisah di rak pengering yang bersih dengan sirkulasi udara yang baik. Posisikan wadah agar air mudah keluar dan bagian dalamnya dapat terkena aliran udara. Jika diperlukan, gunakan kain bersih untuk menyerap sisa air sebelum diangin-anginkan.
Pastikan wadah benar-benar kering sebelum ditutup atau disimpan di lemari. Hindari menyimpan wadah dalam keadaan lembap karena kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme apabila kebersihannya tidak terjaga. Jika bau tetap ada setelah wadah kering, coba metode soda kue atau larutan cuka.
Advertisement
6. Bersihkan Tutup dan Karet Penyegel secara Terpisah
Bau makanan tidak selalu berasal dari badan wadah. Sisa minyak, kuah, atau bumbu juga bisa menempel pada tutup, celah pengunci, dan karet penyegel sehingga aromanya tetap tercium meskipun bagian dalam wadah sudah dibersihkan.
Lepaskan komponen yang memang dirancang untuk dilepas, seperti karet penyegel, jika petunjuk produsen mengizinkannya. Cuci setiap bagian dengan sabun cuci piring dan air yang sesuai dengan ketahanan bahannya. Gunakan sikat kecil berbulu lembut untuk menjangkau celah yang sulit dibersihkan dengan spons biasa.
Bilas seluruh komponen hingga bersih dan keringkan secara terpisah sebelum dipasang kembali. Jangan menarik atau membongkar bagian yang tidak dirancang untuk dilepas karena dapat merusak tutup. Jika karet penyegel sudah rusak, berubah bentuk, atau terus menyimpan bau meskipun dibersihkan, pertimbangkan untuk menggantinya sesuai rekomendasi produsen.
Advertisement
7. Simpan Wadah dalam Keadaan Bersih dan Tidak Berbau
Setelah bau berhasil dikurangi, kebiasaan penyimpanan yang tepat dapat membantu mencegah aroma makanan kembali menempel. Wadah sebaiknya segera dibersihkan setelah digunakan, terutama jika sebelumnya dipakai untuk menyimpan makanan berminyak, berbumbu tajam, atau bersantan.
Sebelum menyimpan wadah di lemari, pastikan bagian dalam, tutup, dan karet penyegelnya sudah bersih serta kering. Hindari menumpuk wadah yang masih basah atau langsung menutupnya ketika masih terdapat sisa air. Jika memungkinkan, simpan wadah dan tutup secara terpisah sampai benar-benar kering.
Untuk makanan dengan aroma sangat kuat, pertimbangkan menggunakan wadah kaca yang sesuai untuk penyimpanan makanan. Wadah kaca dapat menjadi alternatif karena tidak mudah menyerap bau seperti yang dapat terjadi pada sebagian wadah plastik. Periksa pula kondisi wadah secara berkala dan hentikan penggunaannya jika terdapat retakan, kerusakan, atau bau tidak wajar yang terus bertahan meskipun sudah dibersihkan.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Makanan dari Wadah Plastik
Apa bahan yang paling efektif untuk menghilangkan bau makanan dari wadah plastik?
Soda kue dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi bau makanan yang tertinggal pada wadah plastik. Larutkan soda kue dalam air hangat untuk merendam wadah atau campurkan dengan sedikit air hingga menjadi pasta, lalu cuci dan bilas sampai bersih.
Apakah cuka putih aman digunakan untuk menghilangkan bau pada wadah plastik?
Cuka putih dapat digunakan untuk membantu mengurangi bau dengan cara mencampurkannya bersama air dalam perbandingan 1:1. Namun, periksa petunjuk perawatan wadah terlebih dahulu dan cuci kembali menggunakan sabun cuci piring setelah perendaman. Jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin.
Mengapa wadah plastik masih berbau meskipun sudah dicuci?
Bau bisa bertahan karena sisa minyak, bumbu, atau senyawa aroma makanan masih menempel pada permukaan wadah. Bau juga dapat berasal dari tutup, celah pengunci, atau karet penyegel. Bersihkan setiap bagian secara menyeluruh, kemudian keringkan sebelum wadah disimpan kembali.