Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengembangkan kegiatan pembuatan alat filtrasi udara berbasis teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat menghadapi paparan asap kebakaran. Alat ini diperkenalkan melalui lokakarya dalam misi kemanusiaan UNS di Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang.
Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petugas maupun masyarakat agar dapat membuat alat penyaring udara menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh.
Lantas, bagaimana cara kerja alat filtrasi udara yang dikembangkan UNS tersebut?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385391/original/062611600_1793256236-IMG-20261027-WA0076.jpg)
Advertisement
Mengapa alat filtrasi udara dibutuhkan?
Paparan asap menjadi salah satu risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dan pihak terkait saat menangani titik api. Asap dapat mengganggu sistem pernapasan dan membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Karena itu, UNS tidak hanya menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD), tetapi juga mengadakan lokakarya pembuatan alat filtrasi udara sebagai bagian dari upaya mendukung perlindungan petugas.
Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskuler Fakultas Kedokteran UNS, Dr. Darmawan Ismail, menjelaskan bahwa rancangan alat tersebut menerapkan prinsip anatomi dan fisiologi kedokteran, khususnya yang berkaitan dengan sistem pernapasan manusia.
Advertisement
Bagaimana cara kerja alat filtrasi udara buatan UNS?
Menurut Darmawan, alat filtrasi udara tersebut dilengkapi dua komponen utama, yakni sistem filtrasi udara di bagian belakang dan kipas untuk mengatur aliran udara.
Berikut fungsi masing-masing komponen berdasarkan penjelasan UNS:
Sistem filtrasi udara: Berada di bagian belakang alat dan berfungsi sebagai bagian penyaring udara.Kipas udara: Mengatur aliran udara yang masuk (intake) dan keluar (exhaust).Kedua komponen tersebut menjadi bagian dari rancangan alat yang dikembangkan dengan mempertimbangkan prinsip sistem pernapasan manusia.
Namun, informasi mengenai jenis bahan penyaring, spesifikasi kipas, dan tingkat efektivitas penyaringan tidak dijelaskan secara terperinci dalam keterangan UNS.
Advertisement
Apakah alat tersebut sudah diuji coba?
UNS telah melakukan uji coba awal alat filtrasi udara di ruangan dengan paparan asap yang cukup berat.
Berdasarkan pengalaman dalam uji coba tersebut, alat dirasakan lebih nyaman dibandingkan dengan perlengkapan seadanya yang selama ini digunakan.
Meski demikian, keterangan tersebut merupakan hasil pengalaman uji coba awal. Tidak terdapat informasi terperinci mengenai hasil pengukuran efektivitas penyaringan atau kemampuan alat dalam mengurangi konsentrasi partikel berbahaya di udara.
Advertisement
Bagaimana cara masyarakat mendapatkan keterampilan membuat alat ini?
UNS mengadakan lokakarya pembuatan alat filtrasi udara berbasis teknologi tepat guna. Peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk merakit alat menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain tenaga kesehatan, relawan, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak terkait lainnya.
UNS berharap keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri oleh petugas maupun masyarakat ketika menghadapi kondisi serupa pada masa mendatang.
Advertisement
Berapa banyak alat filtrasi udara yang akan dibuat?
Darmawan mengatakan jumlah alat yang dirakit akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan di setiap lokasi.
Rencananya, sekitar 100 unit akan dibuat untuk setiap daerah. Namun, jumlah akhir perangkat yang dapat diproduksi bergantung pada ketersediaan komponen di lapangan.
"Sebagian bantuan telah dikirimkan sebelumnya, sedangkan bantuan berikutnya disalurkan melalui rangkaian kegiatan ini," kata Darmawan di sela pemberangkatan tim di halaman gedung dr. Prakosa UNS Selasa (27/10).
Advertisement
Bagaimana alat ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan UNS?
Pengembangan dan pelatihan pembuatan alat filtrasi udara merupakan salah satu dari dua kegiatan utama dalam misi kemanusiaan UNS. Kegiatan lainnya adalah penyaluran APD yang sebelumnya digunakan untuk penanganan Covid-19.
Bantuan APD direncanakan sebanyak 100 buah untuk setiap daerah dan didistribusikan secara bertahap. Sebelum disalurkan, perlengkapan tersebut telah diuji kembali bersama para residen untuk memastikan fungsinya. Tim juga akan memperagakan cara penggunaan APD kepada petugas.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Muhtar, menyampaikan bahwa keberangkatan tim merupakan tindak lanjut arahan Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana kebakaran.
Pendanaan kegiatan didukung dana UNS Peduli, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Korpri Pusat, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Ketua Ikatan Alumni UNS. Koordinasi dengan Rumah Sakit UNS juga dilakukan, termasuk terkait pengiriman bantuan medis.
Harapan UNS untuk perlindungan petugas di lapanganMelalui penyaluran APD dan lokakarya pembuatan alat filtrasi udara, UNS berupaya mendukung perlindungan petugas serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
UNS berharap keterampilan membuat alat filtrasi udara dapat diterapkan secara mandiri oleh petugas maupun masyarakat ketika menghadapi paparan asap pada masa mendatang.
Meski demikian, efektivitas alat dalam menyaring partikel berbahaya belum dijelaskan melalui data pengujian terperinci dalam keterangan yang disampaikan UNS. Karena itu, alat tersebut perlu dipahami sesuai informasi teknis yang tersedia dan tidak serta-merta dianggap menggantikan APD atau perlindungan pernapasan yang sesuai standar.
Misi ini menjadi bagian dari upaya UNS untuk menghadirkan kontribusi sesuai kompetensi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385390/original/011291100_1793256235-IMG-20261027-WA0077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308308/original/035429700_1785136391-konbgn5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385345/original/080698200_1793254600-IMG_1193.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385328/original/064792500_1793253623-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_12.27.18__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380478/original/003500700_1792711880-000_D43U7FZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385327/original/054380500_1793253623-WhatsApp_Image_2026-10-29_at_12.27.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385293/original/075156100_1793251934-20_perusahaan_jadi_tersangka_karhutla.jpg)