Kisah Gajah Sirkus Mati Digantung Usai Injak Kepala Pawang hingga Remuk
Gajah Mary digantung di depan ribuan orang. Semua gara-gara ulah seorang pawang.
Di sebuah lapangan kecil di Erwin, Tennessee, Amerika Serikat pada September 1916, sekitar 2.500 orang mendadak berkumpul.
Mereka berkerumun bukan tanpa sebab. Satu alasan besarnya adalah menyaksikan gajah dibunuh dengan cara biadab.
Seekor gajah Asia betina berbobot lima ton bernama Mary digantung menggunakan derek kereta api. Sorak-sorai suara ribuan massa itu bergemuruh saat detik-detik Mary dieksekusi. Apa penyebabnya?
Dua Hari Sebelum Eksekusi Mati
Mengutip Forbes, Kamis (15/1), Mary merupakan bagian dari Sparks World Famous Shows, sebuah sirkus keliling populer pada awal abad ke-20.
Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai gajah yang patuh dan menjadi daya tarik utama pertunjukan. Tanpa atraksinya, penonton kecewa.
Namun segalanya berubah pada 11 September 1916. Dua hari sebelum eksekusi.
Hari itu, Mary ikut dalam parade sirkus di kota kecil Kingsport, Tennessee. Di punggungnya duduk Walter “Red” Eldridge.
Seorang pekerja hotel yang baru direkrut sebagai pawang. Masalahnya, Ia tak punya bekal pengalaman, tanpa pelatihan, dan nyaris nol pemahaman tentang perilaku gajah.
Dalam perjalanan parade, Eldridge dilaporkan menusuk Mary dengan bullhook, alat tajam yang lazim digunakan untuk mengendalikan gajah. Saksi mata mengatakan Mary tampak kesakitan dan tertekan.
Dalam hitungan detik, ia marah. Belalainya meraih tubuh Eldridge, membantingnya ke tanah bertubi-tubi, lalu menginjak kepalanya hingga tengkoraknya remuk. Eldridge pun tewas seketika.
Massa Mengamuk
Kematian Eldridge memicu kepanikan. Seorang pria menembakkan pistol ke arah Mary, tetapi peluru memantul tak berdaya dari kulitnya yang tebal. Kerumunan yang ketakutan berubah menjadi massa yang marah. Teriakan “Bunuh gajah itu!” menggema.
Koran saat itu malah memperkeruh suasana. Surat kabar menjuluki Mary sebagai “Murderous Mary”. Binatang buas yang harus disingkirkan.
Melihat amukan dan tudingan itu, pemilik sirkus kalang kabut. Ia khawatir kehilangan penonton dan bisnis. Akhirnya jalan pintas diputuskan, menuruti tuntutan publik.
Saat Digantung Rantai Sempat Putus
Mary pun berhasil ditaklukan. Tubuh raksasanya diangkat menggunakan derek kereta api. Upaya pertama gagal ketika rantai penggantung putus. Mary jatuh dan terluka. Barulah diusaha yang kedua berhasil.
Dalam beberapa menit yang mengerikan, gajah yang selama bertahun-tahun menghibur manusia itu meregang nyawa.Eksekusi tersebut dimaksudkan sebagai hukuman dan peringatan.
Namun alih-alih menegakkan keadilan, peristiwa itu justru meninggalkan pertanyaan moral yang terus bergema hingga hari ini.