Ilmuwan Prediksi Asteroid Raksasa Akan Hantam Bumi Tahun 2032, Sebut Ukurannya Bikin Merinding
NASA sebut adanya benda luar angkasa raksasa yang diprediksi akan hantam bumi di tahun 2032.
Dikutip dari laman Science Alert, Kamis (20/2) sebuah asteroid yang dapat meratakan sebuah kota disebut akan segera mendarat ke bumi.
Para peneliti menyebut, benda itu kini memiliki peluang 3,1 persen untuk menghantam bumi pada tahun 2032, menurut data NASA yang dirilis pada hari Selasa (18/2) lalu.
Lebih lanjut, para peneliti menjadikannya batuan luar angkasa paling mengancam yang pernah dicatat oleh perkiraan modern.
Konon, ukuran batuan itu sangat fantastis hingga akan meninggalkan bekas yang luas jika menghantam bumi.
Lantas seperti apa ulasannya? Simak informasi berikut ini.
Perlukah Khawatir Ancaman Asteroid?
Meskipun peluangnya meningkat, para ahli mengatakan tidak perlu ada kekhawatiran. Komunitas astronomi global memantau dengan cermat situasi ini dan Teleskop Luar Angkasa James Webb akan mengarahkan pandangannya pada objek tersebut, yang dikenal sebagai 2024 YR4, bulan depan.
Kepala ilmuwan di lembaga nirlaba Planetary Society, Bruce Betts mengaku dirinya pun tidak panik mendengar kabar tersebut.
“Saya tidak panik."
“Tentu saja ketika Anda melihat persentasenya meningkat, hal itu tidak membuat Anda merasa hangat dan tidak nyaman,” kata Bruce Betts kepada AFP.
Meski begitu, ia menjelaskan bahwa ketika para astronom mengumpulkan lebih banyak data, kemungkinannya akan meningkat sebelum turun dengan cepat ke nol.
Ukuran Asteroid Raksasa
Ukuran 2024 YR4 pertama kali terdeteksi pada 27 Desember tahun lalu oleh Observatorium El Sauce di Chile.
Para astronom memperkirakan ukurannya antara 130 dan 300 kaki (40–90 meter), berdasarkan kecerahannya.
Analisis tersebut berasal dari tanda-tanda cahayanya menunjukkan bahwa ia memiliki komposisi yang cukup khas, bukan asteroid langka yang kaya akan logam.
Jaringan Peringatan Asteroid Internasional (IAWN), sebuah kolaborasi pertahanan planet di seluruh dunia, mengeluarkan memo peringatan pada tanggal 29 Januari setelah kemungkinan dampaknya melampaui satu persen. Sejak saat itu, angkanya berfluktuasi namun trennya terus meningkat.
Menurut perhitungan terbaru NASA, kemungkinan dampak yang terjadi baru sebesar 3,1 persen dan diprediksi akan berpengaruh terhadap Bumi pada 22 Desember 2032.
Itu berarti peluang satu banding 32, kira-kira sama dengan menebak dengan benar hasil pelemparan koin lima kali berturut-turut.
Sejarah Asteroid Raksasa Ancam Bumi
Terakhir kali asteroid berukuran lebih dari 30 meter menimbulkan risiko sebesar itu adalah Apophis pada tahun 2004.
Pada saat itu asteroid tersebut memiliki peluang sebesar 2,7 persen untuk menabrak Bumi pada tahun 2029, namun belakangan mulai dikesampingkan oleh pengamatan tambahan.
Pengamatan Webb pada bulan Maret menyebut peristiwa yang sangat, sangat langka.
Walau persentasenya bertambah, Webb mengatakan bahwa besarnya efek dari asteroid itu bukan yang berbahaya seperti kala era prasejarah yang memunahkan dinosaurus.
Meski begitu, asteroid itu akan memberikan masalah besar bagi daerah yang terkena hantaman.
"Ini bukanlah krisis pada saat ini. Ini bukan pembunuh dinosaurus. Ini bukan pembunuh planet ini. Ini paling berbahaya bagi sebuah kota,” jelasnya.
Waspada Peningkatan Status Ancaman
Walau sejauh ini tidak ada masalah serius, perlu ada tindak lanjut jika risikonya meningkat lebih dari 10 persen.
IAWN akan mengeluarkan peringatan resmi, yang mengarah pada rekomendasi bagi semua anggota PBB yang memiliki wilayah di wilayah yang berpotensi terancam untuk memulai kesiapsiagaan terestrial.
Berbeda dengan asteroid selebar enam mil (10 kilometer) yang memusnahkan dinosaurus 66 juta tahun lalu, YR4 2024 diklasifikasikan sebagai “pembunuh kota” dan bukan bencana global, namun masih mampu menyebabkan kehancuran yang signifikan.
Potensi kehancurannya tidak disebabkan oleh ukurannya, melainkan karena kecepatannya, yang bisa mencapai hampir 40.000 mil per jam jika terjadi tabrakan.
Jika memasuki atmosfer bumi, skenario yang paling mungkin terjadi adalah ledakan udara, artinya akan meledak di udara dengan kekuatan sekitar delapan megaton TNT – lebih dari 500 kali kekuatan bom Hiroshima.
Namun kawah tumbukan tidak dapat dikesampingkan jika ukurannya mendekati perkiraan.
Lokasi yang Terancam
Ada beberapa wilayah yang diprediksi akan mendapatkan ancaman asteroid tersebut. Koridor dampak potensial mencakup wilayah Pasifik bagian timur, Amerika Selatan bagian utara, Atlantik, Afrika, Semenanjung Arab, dan Asia Selatan.
Kabar baiknya, ada banyak waktu untuk bertindak. Misi DART NASA pada tahun 2022 membuktikan bahwa pesawat ruang angkasa berhasil mengubah jalur asteroid, dan para ilmuwan telah berteori tentang metode lain, seperti menggunakan laser untuk menciptakan daya dorong dengan menguapkan sebagian permukaan, menariknya keluar jalur karena gravitasi pesawat ruang angkasa, atau bahkan menggunakan ledakan nuklir sebagai upaya terakhir.