Disebut Mirip Jalur Gaza, Kondisi Terminal Majalaya Kumuh dan Kotor Sampah di Mana-mana
Saking kusutnya, lokasi itu bahkan seringkali disebut bak kondisi di Jalur Gaza bekas serangan pasukan Israel.
Kabupaten Bandung Timur ternyata menyimpan sisi kelam yang jarang diketahui publik. Ada salah satu wilayahnya yang digunakan sebagai terminal bus sekaligus pasar tradisional terpadu oleh warga setempat.
Menariknya, kondisi dari lokasi tersebut diketahui begitu kumuh dan tak terurus. Bahkan, sampah berserakan di berbagai sudutnya sama sekali tak mendapat perhatian.
Saking kusutnya, lokasi itu bahkan seringkali disebut bak kondisi di Jalur Gaza bekas serangan pasukan Israel. Seperti apa penampakannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Terminal Berjuluk Jalur Gaza
Kondisi terbaru dari salah satu lokasi di Bandung Timur itu selayaknya yang diungkap oleh pemilik akun TikTok @cheryred666 beberapa waktu lalu. Sang pemilik membagikannya dalam video berdurasi singkat.
Dalam unggahan itu, wanita cantik tersebut mengungkap momen saat dirinya dalam perjalanan menuju ke Majalaya, Bandung Timur. Di sana, diketahui terdapat sebuah wilayah yang digunakan secara khusus oleh masyarakat setempat sebagai terminal bus sekaligus pasar tradisional.
Mulanya, wanita itu berbagi pengalaman saat menumpangi sebuah bus Jabar Trans koridor 6 Leuwipanjang dengan rute menuju Majalaya, Bandung Barat, Jawa Barat.
Saat di atas bus, dia menampilkan suasananya yang begitu sepi. Terlihat dengan jelas, hanya terdapat beberapa penumpang pria hingga dirinya saja yang menuju ke Majalaya.
Hal menarik lain pun diungkapnya. Ada pemandangan pasar sekaligus terminal di Majalaya yang tampak tak terawat. Barang dagangan yang dijajakan para penjual di sana bahkan hampir terlihat bertumpukan dengan sampah yang berserakan. Saking kumuhnya, wanita itu bahkan mengungkap jika wilayah itu seringkali disebut mirip dengan kondisi Jalur Gaza yang porak poranda.
"Dengan halte yang seadanya, dengan pasar yang bercampur dengan tumpukan sampah, wilayah ini dijuluki Jalur Gaza," ungkapnya.
Premanisme Masih Menjamur
Selain dipenuhi banyak sampah dan tak terawat, lokasi itu terungkap turut masih terdapat unsur premanisme. Menurut sang pemilik video, dia bahkan berkali-kali diingatkan untuk tetap waspada selama berkegiatan di Majalaya.
"Di wilayah ini, saya diingatkan untuk selalu hati-hati karena lokasinya yang sangat random," tegasnya.
Majalaya pun disebutnya sempat membuatnya khawatir. Rasa adrenalin cukup terpacu saat sang pemilik video tersebut tiba di lokasi yang jarang diketahui banyak orang itu.
"Banyak pasang mata yang melihat saya ketika datang. Banyak premanisme yang masih terdapat di lokasi ini. Di sini adrenalin saya sempat teruji," terangnya.
Banjir Sorotan Warganet
Senada dengan sang pemilik video, ternyata banyak di antara warganet yang turut memiliki pengalaman serupa. Banyak di antaranya yang tak segan menyebut jika Majalaya memiliki situasi yang kurang ideal.
Bahkan, ada yang menyebut jika situasi di Majalaya hampir mirip dengan kondisi Indonesia beberapa puluh tahun yang lalu.
"Saya kalau ke Majalaya, berasa kembali ke tahun 2000 awal, kumuh wkwk," tulis akun @mrmistery112
"Aku orang majalaya, udah hidup lebih dari 20 thn di majalaya dan ga pernah ada perubahan kitu2 we," tulis akun @Cicisrihry
"Saya sebagai orang majalaya malu," tulis akun @Egi Syahrian
"Jangan kaget pokoknya kalo ke Majalaya mah," tulis akun @freshberry.2
"Semoga pemerintah Majalaya melihat ini ya," tulis akun @hasby
"Ke sini berasa kembali ke tahun 1800an," tulis akun @kkk
"Majalaya semrawut mpok," tulis akun @srienoer
Tanggapan Warga Setempat
Ketua Karang Taruna Desa Majalaya sekaligus warga setempat, Sunsun Nugraha turut angkat bicara soal beredarnya video milik akun TikTok @cherryred666 di media sosial.
Sunsun mengaku, kondisi Majalaya memang sedemikian rupa adanya. Namun dia menuturkan, lokasi tersebut dulunya difungsikan sebagai terminal lalu perlahan memiliki peran ganda untuk pasar tradisional.
"Kondisi terminal majalaya saat ini memang seperti itu. Dimana bisa kita lihat dari video yang di upload di media sosial tiktok cherryred666 bahwa terminal majalaya sudah bukan seperti terminal. Tapi lebih ke pasar," terangnya, demikian saat Sunsun dihubungi merdeka.com.
Sunsun menambahkan, dia telah berusaha berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait untuk menata area terminal. Namun diakuinya, hingga saat ini belum terdapat solusi yang diberikan dari sejumlah pihak.
"Saya sendiri sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi terkait masalah ini ke pihak pihak yang bersangkutan. Bahkan saya pernah mencoba meminta solusi ke salah satu anggota DRPD PROVINSI terkait masalah ini. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan akan seperti apa dan mau di seperti apakan terminal majalaya ini," ungkapnya.
Sunsun berharap, meluasnya video viral mengenai terminal Majalaya itu membuat lokasi tersebut segera mendapat penanganan khusus dari pihak terkait.