Bikin Mampet, Awas Jangan Buang 10 Benda-Benda Sembarangan Ini ke Wastafel Dapur
Benda-benda ini seringkali luput dari perhatian karena dianggap sepele atau tidak berbahaya.
Wastafel dapur yang mampet tentu menjadi masalah menjengkelkan bagi setiap ibu rumah tangga. Aliran air yang tersumbat dapat mengganggu aktivitas mencuci piring dan membersihkan bahan makanan. Seringkali, penyebab utama yang terlintas dalam pikiran adalah sisa makanan yang menumpuk.
Namun, tahukah Anda bahwa ada benda-benda tak terduga lainnya yang ternyata juga berpotensi besar menyebabkan wastafel dapur mampet? Benda-benda ini seringkali luput dari perhatian karena dianggap sepele atau tidak berbahaya. Padahal, jika dibiarkan masuk ke dalam saluran pembuangan secara terus-menerus, dapat menimbulkan masalah serius.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui benda-benda apa saja yang sebaiknya tidak dibuang ke dalam wastafel dapur. Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.
Kulit Telur
Siapa sangka, kulit telur yang tampak rapuh ternyata bisa menjadi penyebab masalah di wastafel dapur. Meskipun mudah hancur, serpihan kulit telur memiliki tekstur yang cukup tajam. Serpihan ini dapat menempel pada dinding pipa dan menjadi perangkap bagi kotoran-kotoran lain yang lewat.
Akibatnya, kotoran-kotoran tersebut akan menumpuk dan membentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar. Jika dibiarkan terus-menerus, gumpalan ini akan menyumbat saluran pembuangan dan menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar.
Oleh karena itu, hindari membuang kulit telur ke dalam wastafel dapur. Sebaiknya, kumpulkan kulit telur bekas dan buang ke tempat sampah organik. Dengan cara ini, Anda dapat mencegah terjadinya penyumbatan yang disebabkan oleh serpihan kulit telur.
Minyak dan Lemak
Minyak goreng bekas, mentega, mayones, saus salad, dan lemak hewani lainnya merupakan musuh utama saluran pembuangan. Saat masih panas, minyak dan lemak memang berbentuk cair dan mudah mengalir. Namun, ketika mendingin, minyak dan lemak akan mengeras dan berubah menjadi padatan yang lengket.
Padatan ini akan menempel pada dinding pipa saluran pembuangan dan membentuk lapisan demi lapisan. Lapisan minyak dan lemak ini akan semakin tebal seiring berjalannya waktu dan menghambat aliran air. Akibatnya, air akan menggenang di wastafel dan sulit untuk turun.
Untuk mencegah hal ini terjadi, jangan pernah membuang minyak dan lemak ke dalam wastafel. Kumpulkan minyak goreng bekas dalam wadah tertutup dan buang ke tempat sampah. Sisa-sisa mentega, mayones, dan saus salad sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dengan tisu sebelum mencuci piring.
Tepung
Tepung, terutama jika terkena air, memiliki sifat yang unik. Tepung akan menggumpal dan membentuk massa yang lengket dan sulit diuraikan. Massa tepung ini dapat menempel pada dinding pipa dan menyumbat saluran pembuangan.
Selain itu, massa tepung juga dapat memerangkap kotoran-kotoran lain yang lewat dan memperparah penyumbatan. Oleh karena itu, hindari membuang sisa adonan tepung atau air cucian beras ke dalam wastafel.
Jika Anda tidak sengaja menumpahkan tepung ke dalam wastafel, segera bersihkan dengan kain lap kering sebelum terkena air. Dengan cara ini, Anda dapat mencegah tepung menggumpal dan menyumbat saluran pembuangan.
Bubuk Kopi
Bubuk kopi, baik yang kering maupun yang basah (ampas kopi), ternyata juga dapat menyebabkan masalah pada wastafel dapur. Bubuk kopi memiliki tekstur yang halus dan mudah menempel pada permukaan. Saat masuk ke dalam saluran pembuangan, bubuk kopi akan menempel pada dinding pipa dan membentuk endapan.
Endapan bubuk kopi ini akan semakin tebal seiring berjalannya waktu dan menghambat aliran air. Selain itu, endapan bubuk kopi juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.
Oleh karena itu, jangan membuang bubuk kopi ke dalam wastafel. Kumpulkan ampas kopi bekas dan gunakan sebagai pupuk kompos atau buang ke tempat sampah organik.
Biji-bijian
Biji-bijian kecil seperti biji cabai, biji tomat, atau biji buah-buahan lainnya seringkali luput dari perhatian saat mencuci bahan makanan. Tanpa disadari, biji-bijian ini ikut masuk ke dalam saluran pembuangan dan menumpuk di sana.
Meskipun berukuran kecil, biji-bijian ini dapat menyebabkan penyumbatan jika jumlahnya terlalu banyak. Biji-bijian akan saling mengikat dan membentuk gumpalan yang sulit terurai. Gumpalan ini akan menghalangi aliran air dan menyebabkan wastafel mampet.
Untuk mencegah hal ini terjadi, usahakan untuk memisahkan biji-bijian dari bahan makanan sebelum mencucinya. Buang biji-bijian tersebut ke tempat sampah atau gunakan sebagai bibit tanaman.
Stiker Makanan
Stiker kecil yang menempel pada buah-buahan dan sayuran seringkali terlepas saat dicuci. Stiker ini kemudian hanyut bersama air dan masuk ke dalam saluran pembuangan. Meskipun terlihat sepele, stiker makanan dapat menyebabkan masalah yang cukup serius.
Stiker makanan memiliki lapisan perekat yang kuat. Perekat ini akan menempel pada dinding pipa dan memerangkap kotoran-kotoran lain yang lewat. Akibatnya, kotoran akan menumpuk di sekitar stiker dan membentuk gumpalan yang semakin lama semakin besar.
Oleh karena itu, selalu periksa buah-buahan dan sayuran yang akan dicuci. Lepaskan stiker makanan sebelum mencuci dan buang ke tempat sampah.
Pasta dan Nasi
Pasta dan nasi yang dimasak memiliki sifat yang unik. Saat terkena air, pasta dan nasi akan mengembang dan menjadi lebih besar dari ukuran aslinya. Sifat ini dapat menyebabkan masalah jika pasta dan nasi masuk ke dalam saluran pembuangan.
Pasta dan nasi yang mengembang akan memenuhi ruang di dalam pipa dan menghambat aliran air. Selain itu, pasta dan nasi juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan menimbulkan bau tidak sedap.
Oleh karena itu, jangan membuang sisa pasta dan nasi ke dalam wastafel. Buang sisa makanan tersebut ke tempat sampah atau berikan kepada hewan peliharaan.
Selain menghindari benda-benda di atas, membersihkan saringan wastafel secara teratur juga sangat penting untuk mencegah penyumbatan. Saringan wastafel berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran besar agar tidak masuk ke dalam saluran pembuangan. Jika saringan wastafel penuh dengan kotoran, air akan sulit mengalir dan wastafel akan mudah mampet.
Jika wastafel Anda sudah terlanjur mampet, Anda dapat mencoba mengatasinya dengan menggunakan pembersih saluran pembuangan atau memanggil tukang ledeng profesional. Namun, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan menghindari benda-benda yang dapat menyebabkan penyumbatan dan membersihkan saringan wastafel secara teratur, Anda dapat menjaga kelancaran saluran air di dapur Anda dan terhindar dari masalah wastafel mampet.