AKP Hafiz dari Langit Nusantara ke Jalanan Geger, Kini Berdinas di Tanah Pendekar Silat
Kini, takdir membawanya kembali ke tanah yang sama, namun dengan medan pengabdian yang berbeda.
Dua puluh tahun lalu, AKP Hafiz menatap langit tanah pendekar ini, menyaksikan pesawat tempur bermanuver menjaga kedaulatan udara Indonesia.
Kini, takdir membawanya kembali ke tanah yang sama, namun dengan medan pengabdian yang berbeda. Bukan lagi di langit, melainkan di jalanan kampung, lorong-lorong kecil, dan di hati masyarakat Geger, Madiun.
Sebagai Kapolsek Geger yang baru, AKP Hafiz datang dengan rekam jejak panjang di Korps Bhayangkara. Tujuh tahun berdinas, ia pernah menjadi Komandan Dalmas di Tanah Pasundan, aktif di dunia reserse dengan menangani sejumlah kasus berskala nasional di Bogor, serta menempuh pendidikan pascasarjana di Edinburgh, Skotlandia.
Namun, saat ditanya apa momen paling berkesan dalam kariernya, ia menyebut hal sederhana hanya segelas kopi hangat di teras rumah warga.
"Mengejar pelaku bisa dalam hitungan jam. Tapi hadir, mendengarkan, dan membuat warga merasa punya sandaran? Itu butuh proses, waktu, dan hati. Di situlah jantungnya menjadi polisi rakyat," ungkapnya seperti dikutip dari akun Instagram@polsekgeger_madiun, Senin (28/7).
Dengan semangat tersebut, AKP Hafiz kini fokus membangun Geger sebagai zona yang aman, guyub, dan rukun. Langkah-langkah yang ia lakukan pun menyentuh langsung kehidupan masyarakat seperti menghidupkan kembali ronda malam, turun ke sawah bersama petani untuk menjaga lumbung desa, hingga merangkul para pendekar silat agar duduk satu meja.
"Silat bukan untuk saling menantang, tapi sebagai alat pemersatu. Ini kekayaan budaya yang harus dijaga dan disatukan," tambahnya.
AKP Hafiz percaya bahwa menjaga negeri tak selalu harus dengan sikap gagah dan senjata. Kadang cukup dengan hadir, mendengar, dan tulus. Prinsip inilah yang kini ia bawa dalam setiap langkah pengabdiannya di tanah para pesilat.
Profil AKP Hafiz Prasetia Akbar
Hafiz Prasetia Akbar lahir di Jakarta pada 9 September 1992 dan berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang militer. Ayahnya adalah Marsekal TNI (Purn) Yuyu Sutisna, seorang pensiunan perwira tinggi TNI.
Saat ini, Akbar berusia 32 tahun dan memulai kariernya di kepolisian setelah mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian pada tahun 2014. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2018 dan kemudian ditugaskan di Polres Bogor, khususnya di Satuan Reskrim.
Selain berkarier di kepolisian, Akbar juga melanjutkan pendidikan ke Skotlandia. Dia berhasil mendapatkan beasiswa LPDP untuk berkuliah di University of Edinburgh.
Di universitas tersebut, ia mengambil jurusan Kriminologi dan Peradilan Pidana. Sebelumnya, ia juga menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan fokus pada Kajian Ilmu Kepolisian.
Dengan latar belakang pendidikan yang beragam, Akbar menunjukkan komitmennya dalam bidang keilmuan dan penegakan hukum.