Hidup di Luar Angkasa

Mari membayangkan hidup di luar angkasa sebagai seorang Astronot.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Hidup di Luar Angkasa
Hidup di Luar Angkasa (Merdeka.com)

Anda pernah membayangkan menjalani hidup 200 mil atau sekitar 354 kilometer di atas permukaan Bumi?

Anda pernah membayangkan menjalani hidup 200 mil atau sekitar 354 kilometer di atas permukaan Bumi?
Dok. Istimewa

Mari membayangkan hidup di luar angkasa sebagai seorang Astronot.

Cara Daftar jadi Astronot

Cara Daftar jadi Astronot
Dok. Istimewa

Ada seleksi yang sangat kompetitif. Mengajukan lewat aplikasi USAJOBs. Setiap tahun, kandidat yang memenuhi syarat, bersaing ketat untuk mengisi tempat yang sangat terbatas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

NASA memilih astronot dari berbagai latar belakang. Astronot NASA masih diharuskan memiliki gelar master. Atau sarjana di bidang teknik, ilmu biologi atau fisika, ilmu komputer, atau matematika. Syarat lain, memenuhi fisik Astronot berdurasi panjang NASA. Anda harus dapat menunjukkan penglihatan 20/20.

Untuk astronot swasta, dibuka bagi guru sipil, dokter, jurnalis dan lain-lain.

Untuk astronot swasta, dibuka bagi guru sipil, dokter, jurnalis dan lain-lain.
Dok. Istimewa

Keahlian Wajib

Seorang astronot wajib memiliki keahlian: - Memberikan keputusan - Mengemudikan pesawat luar angkasa - Memelihara pesawat luar angkasa - Memberikan layanan medis dan darurat - Berjalan di luar angkasa - Mengoperasikan stasiun luar angkasa - Mengontrol lengan dan mesin robot

Berapa Gaji Astronot?

Gaji astronot tergantung status pekerjaan di militer atau keahlian sebagai astronot sipil. Jika anggota militer, tidak akan menerima gaji sebagai astronot. Dibayar sesuai pangkat militer.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Astronot sipil dianggap pegawai pemerintah dan gaji didasarkan pada skala gaji federal untuk kelas GS-13 sampai GS-15. GS-13 dapat menghasilkan USD103.309 per tahun atau Rp1,48 miliar. GS-14 memperoleh USD122.077 atau setara Rp1,75 miliar. Gaji GS-15 USD143.598 per tahun atau setara Rp2 miliar.

Cara Hidup di Luar Angkasa

Cara Hidup di Luar Angkasa
Dok. Istimewa

WC di Pesawat Luar Angkasa

WC di Pesawat Luar Angkasa
Dok. Istimewa

Pesawat luar angkasa juga memiliki WC. Namanya WCS (Waste Containment System). Bentuknya bilik kecil hanya ditutup kain. Terdapat toilet duduk untuk buang air besar. Untuk buang air kecil, disediakan sejenis selang yang disambungkan ke toilet.

Masing-masing astronot memiliki ujung selang sendiri. Saat buang air kecil, astronot perlu mengaktifkan WCS agar ada udara dalam selang. Tujuannya supaya urine dapat tersalur ke tangki penyimpanan tanpa terganggu gravitasi nol.

merdeka.com

Mandi Harus Hemat Air

Mandi Harus Hemat Air
Dok. Istimewa

Jangan membayangkan astronot mandi menggunakan shower. Mereka harus hemat air. Karena itu, astronot menggunakan sejenis spons untuk membersihkan diri.

Salat di Luar Angkasa

Salat di Luar Angkasa
Dok. Istimewa

Seorang astronot tetap bisa melakukan Salat di dalam pesawat luar angkasa.

Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menjadi astronot muslim pertama di angkasa luar.

Dia menjadi manusia pertama yang salat dan melantunkan ayat suci Alquran dalam kondisi nol gravitasi.

"Menghadap ke segala arah. Anda tahu, kita tidak bisa benar-benar menghadap ke Mekah,"

kata Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud seperti dikutip dari situs WBUR.

Tak mudah melakukan gerakan salat.

Tak mudah melakukan gerakan salat.
Dok. Istimewa

"Saya harus mengikat kaki saya agar bisa sujud. Tapi, itu tak bisa dilakukan dengan sempurna karena kurangnya gravitasi."

Puasa

Puasa
Dok. Istimewa

Ketika para astronot berpuasa, mereka mengambil jam puasa yang ada di Bumi. Astronot disamakan layaknya musafir, sehingga bisa saja mereka tidak berpuasa di luar angkasa. Namun ketika sudah berada di Bumi, mereka tetap harus menggantinya.

Misi NASA di Luar Angkasa

Kondisi Tubuh di Luar Angkasa

Kondisi Tubuh di Luar Angkasa
Dok. Istimewa

Bukan hal mudah menjadi astronot. Risiko pada tubuh harus dipertimbangkan. Selama lebih dari 50 tahun, Human Research Program (HRP) NASA telah mempelajari apa yang terjadi pada tubuh manusia ketika di luar angkasa.

"Ruang angkasa sangat tidak ramah bagi tubuh manusia," kata Emmanuel Urquieta, kepala petugas medis di Translational Research Institute for Space Health di Houston dikutip dari The Washington Post.

"Ruang angkasa sangat tidak ramah bagi tubuh manusia," kata Emmanuel Urquieta, kepala petugas medis di Translational Research Institute for Space Health di Houston dikutip dari The Washington Post.
Dok. Istimewa

Catatan The Washington Post, Scott Kelly yang menghabiskan satu tahun di luar angkasa, kembali ke Bumi dengan tubuh lebih pendek, mata lebih rabun jauh, tubuh lebih ringan. Gejala baru yakni penyakit jantung.

Catatan The Washington Post, Scott Kelly yang menghabiskan satu tahun di luar angkasa, kembali ke Bumi dengan tubuh lebih pendek, mata lebih rabun jauh, tubuh lebih ringan. Gejala baru yakni penyakit jantung.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lori Ploutz-Snyder, Dekan Fakultas Kinesiologi Universitas Michigan meyakini, risiko kesehatan itu dapat dikurangi sampai batas tertentu.

Caranya rutin olah raga di stasiun luar angkasa selama satu jam setiap hari dengan menggunakan perangkat khusus untuk berlari, bersepeda, dan mengangkat beban, meskipun sejatinya tidak berbobot.

Caranya rutin olah raga di stasiun luar angkasa selama satu jam setiap hari dengan menggunakan perangkat khusus untuk berlari, bersepeda, dan mengangkat beban, meskipun sejatinya tidak berbobot.
Dok. Istimewa
Rekomendasi