Lagi Enak Makan, Astronaut NASA Tiba-Tiba Tak Bisa Bicara di Angkasa Luar Hingga Segera Dipulangkan ke Bumi

Berikut adalah penuturan Fincke mengenai kejadian yang membuatnya kembali ke Bumi lebih cepat dari yang direncanakan.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Lagi Enak Makan, Astronaut NASA Tiba-Tiba Tak Bisa Bicara di Angkasa Luar Hingga Segera Dipulangkan ke Bumi
Astronaut NASA Mike Fincke dibantu keluar dari kapsul SpaceX Crew-11 setelah kembali memasuki atmosfer Bumi dan mendarat di laut pada malam hari di dekat San Diego, California, pada 15 Januar (© 2026 Liputan6.com)

Astronaut veteran Mike Fincke mengungkapkan bahwa hingga saat ini, para dokter masih belum mengetahui penyebab pasti dari sakit mendadak yang dialaminya di International Space Station. Insiden ini mendorong evakuasi medis pertama oleh NASA pada awal tahun ini.

Dalam wawancara yang berlangsung pada Jumat (27/3/206) dari Johnson Space Center di Houston, Amerika Serikat, Fincke menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba pada 7 Januari. Saat itu, ia sedang menikmati makan malam setelah mempersiapkan diri untuk kegiatan spacewalk yang dijadwalkan keesokan harinya.

Secara tiba-tiba, ia merasa tidak bisa berbicara dan tidak merasakan sakit apa pun. Rekan-rekannya pun segera menyadari adanya keadaan darurat dan langsung meminta bantuan dari tim medis NASA yang berada di Bumi.

"Itu benar-benar terjadi tanpa tanda-tanda. Semuanya berlangsung sangat cepat," ujar Fincke seperti dikutip dari CNA.

Astronaut berusia 59 tahun ini, yang juga merupakan pensiunan kolonel Angkatan Udara AS, menyatakan bahwa episode tersebut berlangsung sekitar 20 menit. Setelahnya, ia merasa kembali normal dan hingga saat ini tidak mengalami kejadian serupa lagi.

Fincke menegaskan bahwa dokter telah memastikan bahwa dirinya tidak mengalami serangan jantung dan tidak tersedak. Namun, penyebab pasti dari kondisi tersebut masih belum diketahui dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Ia mencurigai bahwa kondisi ini mungkin berkaitan dengan lamanya ia berada di angkasa luar tanpa gravitasi, yang totalnya mencapai 549 hari selama kariernya. Saat gangguan itu terjadi, ia telah menjalani sekitar lima setengah bulan dalam misi terbarunya di stasiun luar angkasa, yang awalnya direncanakan berlangsung selama delapan hingga sembilan bulan.

"Sesama kru jelas melihat bahwa saya dalam kondisi darurat," katanya, seraya menambahkan bahwa keenam anggota kru langsung berkumpul di sekitarnya.

Merasa Bersalah

Fincke menyatakan bahwa ia tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi medisnya. Keputusan ini diambil untuk melindungi privasi kesehatan para astronaut lainnya, sehingga mereka tetap merasa nyaman jika menghadapi situasi serupa.

Dalam kejadian tersebut, alat ultrasound yang ada di stasiun luar angkasa digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal. Setelah kembali ke Bumi, Fincke menjalani serangkaian tes tambahan. NASA juga sedang meninjau catatan medis astronaut lainnya untuk mencari kemungkinan kasus serupa yang mungkin pernah terjadi di luar angkasa.

Fincke baru mengungkapkan bahwa dirinya adalah astronaut yang mengalami sakit pada akhir bulan lalu, setelah sebelumnya muncul berbagai spekulasi di publik. Ia merasa bersalah karena insiden tersebut mengakibatkan pembatalan spacewalk yang seharusnya menjadi yang ke-10 baginya, serta yang pertama bagi rekannya, Zena Cardman.

Selain itu, kejadian ini juga memaksa kepulangan lebih awal bagi dirinya dan tiga anggota kru lainnya. Misi pemulangan dilakukan oleh SpaceX pada 15 Januari, lebih dari satu bulan lebih cepat dari rencana awal, dan mereka langsung dibawa ke rumah sakit setibanya di Bumi.

"Saya selama ini sangat beruntung selalu sehat. Jadi ini sangat mengejutkan bagi semua orang," ungkap Fincke.

Ia juga mengaku sempat meminta maaf kepada banyak pihak atas kejadian tersebut, namun menghentikannya setelah mendapat permintaan dari administrator baru NASA, Jared Isaacman.

"Ini bukan salahmu. Ini karena angkasa luar," kata rekan-rekannya kepada Fincke.

"Kamu tidak mengecewakan siapa pun."

Meski mengalami situasi yang tidak terduga, Fincke tetap optimis dan berharap untuk bisa kembali terbang ke angkasa luar di masa mendatang.

Rekomendasi