Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mencatatkan sejarah baru dalam operasionalnya. Untuk pertama kalinya, para astronot harus dievakuasi dari orbit kembali ke Bumi karena alasan medis yang mendesak.
Hanya saja situasi medis dan identitas astronot yang terdampak masih dirahasiakan rapat-rapat demi alasan privasi.
Dampak dari insiden ini, empat dari tujuh anggota kru yang saat ini bertugas di ISS harus berkemas dan pulang lebih awal dari jadwal. Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang.
Mereka adalah anggota misi Crew-11 yang diluncurkan pada 1 Agustus lalu. Harusnya, mereka kembali pada akhir Februari mendatang.
Advertisement
Kondisi Stabil Namun Butuh Penanganan Serius
Meski istilah "evakuasi" terdengar genting, pihak NASA berusaha meredam kepanikan publik. Dalam konferensi pers, Kepala Petugas Kesehatan dan Medis NASA, James Polk, memberikan pernyataan langsung untuk meluruskan situasi.
"Karena kondisi astronot benar-benar stabil, ini bukan evakuasi darurat," tegas James Polk.
Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan astronot secara terburu-buru dalam hitungan jam, melainkan dalam beberapa hari ke depan.
Namun, Polk juga tidak menampik bahwa situasi ini membutuhkan perhatian khusus yang tidak bisa ditangani di luar angkasa. Alasan utamanya adalah keterbatasan alat diagnosis yang selevel dengan rumah sakit di Bumi.
"Kami memiliki serangkaian peralatan medis yang sangat lengkap di Stasiun Luar Angkasa Internasional, tetapi kami tidak memiliki peralatan lengkap seperti yang saya miliki di ruang gawat darurat, misalnya, untuk menyelesaikan pemeriksaan pasien," jelas dia.
Ia melanjutkan bahwa insiden medis tersebut dinilai cukup serius sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi tim medis NASA.
"Kami ingin menyelesaikan pemeriksaan tersebut, dan cara terbaik untuk menyelesaikan pemeriksaan tersebut adalah di Bumi," tambahnya.
Advertisement
Mematahkan Prediksi Statistik
Nantinya, keempat anggota Crew-11 yang terdiri dari dua astronaut NASA, satu kosmonot Rusia, dan satu astronaut Jepang akan pulang bersama menggunakan pesawat ruang angkasa Dragon.
Fasilitas medis di Bumi pun telah disiapkan sebelumnya untuk segera menerima kru tersebut sesaat setelah mendarat.
Peristiwa ini menjadi anomali menarik dalam sejarah penerbangan antariksa. Polk mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa kejadian ini sebenarnya sudah diprediksi secara statistik, namun baru terjadi sekarang.
"Dalam 25 tahun sejarah Stasiun Luar Angkasa Internasional, kita telah memiliki banyak model yang mengatakan bahwa seharusnya kita melakukan evakuasi medis kira-kira setiap tiga tahun sekali, dan sampai saat ini kita belum pernah melakukannya," ungkap Polk.
Evakuasi ini nantinya akan menyisakan stasiun dalam keadaan sepi dengan hanya satu astronaut NASA dan dua kosmonot Rusia yang tinggal, menunggu kedatangan misi Crew-12 yang kemungkinan jadwal peluncurannya akan dimajukan.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie