Mengapa Pembalap F1 Ditimbang Setelah Balapan? Ini Alasannya
Penimbangan pasca-balapan merupakan prosedur penting yang berkaitan langsung dengan aturan teknis dan performa kendaraan.
Setiap kali balapan Formula 1 selesai, para pembalap langsung diarahkan ke timbangan resmi. Meski tampak aneh bagi penonton awam, penimbangan pasca-balapan merupakan prosedur penting yang berkaitan langsung dengan aturan teknis dan performa kendaraan.
Mengutip IFLScience, Selasa (8/4), menurut peraturan Federasi Otomotif Internasional (FIA), total berat gabungan mobil dan pembalap harus memenuhi batas minimum, yakni 798 kilogram. Jika terlalu ringan, tim dapat dikenai sanksi diskualifikasi karena dianggap melanggar regulasi kompetisi.
Selama balapan, pembalap bisa kehilangan antara 2 hingga 4 kilogram cairan tubuh akibat dehidrasi ekstrem, tergantung kondisi cuaca dan panjang lintasan. Oleh karena itu, menimbang ulang pembalap menjadi indikator penting untuk menghitung berat kendaraan secara keseluruhan.
FIA melakukan penimbangan ini untuk mencegah tim mengakalinya dengan mengurangi berat mobil hingga batas minimum dan mengompensasi dengan berat badan pembalap. Karena berat yang lebih rendah memberi keuntungan kecepatan, manipulasi sekecil apa pun dianggap serius.
Selain aspek regulasi, pengawasan berat juga memberi informasi penting bagi tim medis dan teknis terkait kesehatan pembalap dan efisiensi sistem pendinginan serta hidrasi.
Peneliti dan pengamat olahraga menyebut prosedur ini sebagai bentuk pengawasan ketat dalam balap modern yang semakin bergantung pada data.
"Setiap gram dihitung, dan FIA ingin semuanya transparan," ujar salah satu teknisi senior dari tim F1.
Meski ada yang menyamakan proses ini dengan “menimbang babi di pasar”, sebagaimana disindir oleh artikel aslinya, faktanya, proses ini merupakan bagian tak terpisahkan dari integritas teknis dalam ajang balap paling bergengsi di dunia.