Makin Mahal, Ini Detail Harga Baru PS5 Setelah Sony Terpukul Dampak Perang Iran
Sony telah meningkatkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di seluruh dunia sebesar USD 100, yang setara dengan sekitar Rp 1,7 juta.
Sony baru saja mengumumkan bahwa harga konsol PlayStation 5 (PS5) akan mengalami kenaikan di seluruh dunia. Kenaikan ini mencapai USD 100 atau sekitar Rp 1,7 juta di Amerika Serikat (AS), yang merupakan peningkatan harga kedua dalam waktu kurang dari satu tahun.
Keputusan ini diambil karena perusahaan menghadapi lonjakan biaya untuk komponen utama, terutama chip memori. Hal ini disampaikan dalam berita yang dikutip dari The Guardian pada Senin (30/3/2026).
Industri teknologi saat ini memang sedang bersaing ketat dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Situasi ini membuat produsen memori harus lebih memprioritaskan produksi chip untuk pusat data (data center) yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.
Akibatnya, pasokan komponen untuk perangkat elektronik konsumen seperti PS5 menjadi sangat terbatas dan harganya semakin mahal. Selain persaingan dalam industri AI, faktor geopolitik juga memperburuk keadaan yang ada.
Baru-baru ini, serangan Iran terhadap fasilitas ekspor gas alam Qatar telah menyebabkan penghentian operasional yang mengancam pasokan helium di seluruh dunia.
Menurut data dari US Geological Survey, Qatar menyuplai sepertiga dari total kebutuhan helium global.
Laporan dari perusahaan gas negara Qatar menyebutkan bahwa penutupan fasilitas tersebut akan mengurangi ekspor helium sebesar 14%.
Helium merupakan unsur yang sangat penting dalam proses pembuatan semikonduktor, dan analis memperingatkan bahwa penurunan pasokan ini bisa menyebabkan lonjakan harga lebih lanjut, terutama jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan.
Rincian Harga
Mulai tanggal 2 April 2026, harga produk di AS akan mengalami penyesuaian. Berikut adalah rincian mengenai kenaikan harga yang akan diterapkan:
- PS5 Standar: Harga baru akan menjadi USD 649,99, naik dari sebelumnya USD 549,99.
- PS5 Digital Edition: Kini dijual seharga USD 599,99.
- PS5 Pro (High-end): Dikenakan harga baru sebesar USD 899,99.
- PlayStation Portal: Perangkat remote player ini juga mengalami kenaikan dari USD 199,99 menjadi USD 249,99.
Kenaikan harga yang serupa juga akan diterapkan di Eropa dan Jepang. Sony menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil dari "evaluasi cermat" terkait tekanan biaya yang meningkat di seluruh rantai pasokan global.
Analisis Pasar dan Penurunan Penjualan
Para analis memperkirakan bahwa peningkatan harga konsol akan menghambat perkembangan pasar video game di tahun ini.
Tekanan dalam industri sudah mulai dirasakan; Epic Games, yang merupakan pengembang Fortnite, baru saja mengumumkan pengurangan 1.000 karyawan dengan alasan penurunan angka penjualan konsol.
Data yang diperoleh dari Sony menunjukkan adanya penurunan kinerja pada kuartal liburan Oktober hingga Desember 2025.
Penjualan PS5 mengalami penurunan sebesar 16% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 8 juta unit. Perlu dicatat bahwa konsol ini telah ada di pasaran selama sekitar enam tahun.
Kenaikan harga konsol ini sejalan dengan tren yang terjadi di industri, di mana Microsoft juga menaikkan harga konsol Xbox pada tahun lalu.
Sebelumnya, Sony telah menaikkan harga PS5 sebesar USD 50 di Amerika Serikat pada Agustus 2025, sehingga kenaikan harga kali ini menjadi beban tambahan yang cukup besar bagi konsumen.
Dengan kondisi ini, para penggemar game mungkin harus mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk membeli konsol baru, mengingat dampak finansial yang ditimbulkan.
Hal ini juga menunjukkan bahwa pasar video game menghadapi tantangan yang cukup serius di tengah persaingan yang semakin ketat.