Gerhana Matahari Cincin Terjadi Sebelum Ramadan, Amankah Dilihat Mata Telanjang?
Gerhana Matahari Cincin diperkirakan akan terjadi sebelum bulan Ramadan. Apakah aman untuk melihatnya tanpa alat bantu?
Gerhana Matahari Cincin, yang merupakan bagian dari fenomena "Ring of Fire" atau Cincin Api, diperkirakan akan terjadi sebelum bulan Ramadan, tepatnya pada Selasa, 17 Februari 2026. Untuk informasi lebih lanjut, tanggal puasa pertama 2026 menurut Muhammadiyah dijadwalkan jatuh pada 1 Ramadan 1447 H, yang bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026.
Sementara itu, berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal puasa diperkirakan akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kembali ke topik Gerhana Matahari Cincin, banyak yang bertanya-tanya apakah fenomena alam ini aman untuk dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Mengutip EarthSky pada Selasa (3/2/2026), gerhana matahari cincin pada dasarnya adalah gerhana sebagian sepanjang prosesnya. Hal ini disebabkan karena matahari tidak pernah sepenuhnya tertutup, sehingga radiasi cahaya yang dihasilkan tetap sangat kuat dan berbahaya bagi retina mata.
Oleh karena itu, tidak ada fase dalam gerhana ini yang aman untuk dilihat tanpa perlindungan. Penggunaan filter matahari standar atau kacamata khusus untuk gerhana menjadi sangat penting guna mencegah kerusakan mata yang permanen.
Lokasi yang Akan Mengalami Gerhana Matahari Cincin
Jalur utama dari Gerhana Matahari Cincin tergolong sangat eksklusif. Fenomena "cincin" yang sempurna hanya dapat disaksikan di lokasi-lokasi terpencil di Antartika serta di kawasan selatan Samudra Hindia. Di sisi lain, wilayah lain seperti ujung selatan Amerika Selatan, bagian selatan Afrika, dan sebagian besar Samudra Pasifik dan Atlantik hanya akan menyaksikan fenomena ini sebagai gerhana matahari sebagian.
Dalam istilah teknis, astronom menyebut fenomena ini sebagai gerhana annular. Istilah tersebut berasal dari bahasa Latin, annulus, yang berarti cincin. Berbeda dengan gerhana matahari total, di mana bulan menutupi seluruh piringan matahari, pada gerhana cincin, bulan berada pada posisi terjauh dari Bumi (apogee). Hal ini mengakibatkan ukuran bulan tampak lebih kecil dibandingkan matahari, sehingga menyisakan pinggiran luar matahari yang bercahaya, menyerupai cincin emas saat puncak gerhana.
Berlangsung 271 Menit
Berdasarkan data astronomi, proses gerhana ini diperkirakan akan berlangsung selama 271 menit. Titik puncak gerhana diprediksi terjadi pada pukul 12:13 UTC (Coordinated Universal Time), di mana bulan akan menutupi sekitar 96 persen dari piringan matahari. Bagi mereka yang berada di jalur pusat gerhana, penampakan fenomena "Cincin Api" ini akan terlihat selama kurang lebih 2 menit 20 detik. Informasi penting mengenai waktu gerhana dapat dilihat dalam format waktu UTC berikut ini:
- 11:42 UTC: Bayangan antumbral bulan pertama kali menyentuh Bumi di Antartika.
- 12:13 UTC: Puncak gerhana (Matahari tertutup 96%).
- 12:41 UTC: Fase gerhana cincin berakhir.
- 14:27 UTC: Seluruh fase gerhana sebagian berakhir.
Siklus Saros 121
Gerhana yang akan terjadi pada 17 Februari 2026 ini berada dalam konstelasi Aquarius dengan magnitudo mencapai 0,9630. Dalam katalog astronomi, fenomena ini termasuk dalam siklus Saros 121 dan merupakan urutan ke-61 dari total 71 gerhana yang tercatat dalam seri tersebut.
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang menarik dengan dua agenda gerhana matahari yang berbeda. Setelah fenomena cincin yang terjadi pada bulan Februari, gerhana kedua dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Berbeda dengan gerhana di bulan Februari, gerhana yang akan datang pada bulan Agustus adalah Gerhana Matahari Total yang akan melintasi beberapa wilayah, termasuk Arktik, Greenland, Islandia, dan Spanyol.