Bocoran Terbaru iPhone Fold Ungkap Desain Lebih Kokoh dan Touch ID Samping
Informasi terbaru menyebutkan bahwa ponsel layar lipat pertama dari Apple ini akan dilengkapi dengan sensor sidik jari di sisi bodi
Rumor mengenai peluncuran smartphone layar lipat pertama Apple, yaitu iPhone Fold, semakin mengemuka di dunia maya.
Informasi terbaru berasal dari akun leaker Digital Chat Station (DCS) di Weibo, yang mengungkapkan bahwa iPhone Fold akan dilengkapi dengan sensor sidik jari di sisi bodinya, mirip dengan ponsel layar lipat lainnya.
Menurut DCS, ponsel ini tidak akan menggunakan sensor Face ID atau sensor sidik jari di bawah layar seperti yang ada pada iPhone dan ponsel lainnya.
Mengenai spesifikasi iPhone Fold, meskipun masih berupa rumor, ponsel ini diperkirakan akan memiliki layar utama berukuran 7.58 inci, lengkap dengan kamera selfie yang terletak di bawah layar.
Untuk layar depannya, Apple dikabarkan akan menyematkan panel berukuran 5.25 inci yang memiliki lubang untuk kamera selfie. Selain itu, iPhone Fold akan dilengkapi dengan dua kamera belakang, salah satunya menggunakan sensor 48MP.
Dalam hal harga, analis Arthur Liao dari Fubon Research menyatakan bahwa biaya material iPhone Fold akan mempengaruhi harga jualnya saat diluncurkan.
Laporan dari Fubon Research yang dikutip oleh Tom's Guide menunjukkan bahwa komponen engsel, bahan logam cair, dan kenaikan harga RAM sebesar 75 persen dalam setahun terakhir dapat membuat estimasi harga mencapai USD 2.399,99 atau sekitar Rp 39,3 juta.
Dengan harga tersebut, iPhone Fold akan lebih mahal dibandingkan dengan iPhone 17 Pro Max 2TB yang dijual seharga USD 1.999 di Amerika Serikat. Proyeksi dari firma analis juga menyebutkan bahwa penjualan iPhone Fold dapat mencapai 5 juta unit pada tahun pertamanya.
iPhone Fold Pakai Bahan Berkualitas Tinggi
Sumber dari UDN menyebutkan bahwa perusahaan teknologi besar yang berpusat di Cupertino telah berhasil mengatasi tantangan teknis yang selama ini menjadi kendala dalam produksi ponsel dengan layar lipat.
Masalah bekas lekukan yang sebelumnya mengganggu kini tidak lagi menjadi perhatian. Untuk mencapai hal ini, Apple dilaporkan bekerja sama dengan NewRixing dan Amphenol dalam merancang engsel yang kuat menggunakan bahan logam cair.
Teknologi baru ini diharapkan dapat memberikan ketahanan yang lebih baik pada bagian lipatan perangkat tersebut.
Selain itu, layar bagian dalam ponsel ini dikembangkan oleh Samsung Display, sedangkan Apple bertanggung jawab atas desain struktur panel, penanganan material, dan proses laminasinya.
UDN juga melaporkan bahwa Hon Hai Technology Group telah menyiapkan lini produksi di mana beberapa lusin perangkat iPhone Fold akan diproduksi untuk tahap pengujian awal sebelum produksi secara massal dimulai.
Liao menambahkan bahwa biaya total material diperkirakan akan meningkat antara 5 persen hingga 7 persen pada tahun 2026, seiring dengan meningkatnya permintaan untuk chip, memori, dan penyimpanan.
Apple Berencana Tunda iPhone Fold hingga 2027
Apple diperkirakan akan menunda peluncuran smartphone lipat pertamanya, yang dikenal dengan nama iPhone Fold, hingga tahun 2027.
Awalnya, perusahaan ini dirumorkan akan memperkenalkan perangkat tersebut pada tahun 2026.
Penundaan ini disebabkan oleh adanya isu yang memerlukan waktu lebih untuk menyempurnakan spesifikasi, terutama pada bagian struktur engsel.
Menurut Ming-Chi Kuo, seorang analis yang memiliki hubungan erat dengan rantai pasokan Apple, "Harga engsel tersebut diperkirakan sekitar USD 70 hingga USD 80 (sekitar Rp 1,1 juta hingga Rp 1,3 juta) lebih murah dari perkiraan pasar."
Sekitar 65% dari kebutuhan engsel ini akan diproduksi oleh perusahaan patungan antara Foxconn dan Shin Zu Shing, sementara 35% sisanya akan diproduksi oleh Amphenol.
Ke depannya, setelah tahun 2027, perusahaan Luxshare-ICT juga akan bergabung dalam penyediaan komponen engsel untuk Apple. Dikutip dari Korea The Elec pada Selasa (21/10/2025), catatan resmi dari Mizuho Securities Jepang menyebutkan bahwa pembuatan komponen ini adalah yang paling rumit dalam proses produksi perangkat smartphone lipat.
Meskipun demikian, perusahaan yang berpusat di Cupertino, Amerika Serikat ini menargetkan untuk memulai produksi massal pada kuartal ketiga tahun 2026, bertepatan dengan peluncuran iPhone 18.
Sebagai alternatif, jika Apple berhasil meluncurkan iPhone Fold pada tahun 2026, kemungkinan besar hanya akan ada sekitar 5-7 juta unit yang diproduksi.
Produksi Masal iPhone Fold 2026
Apple dilaporkan semakin dekat dengan peluncuran iPhone Fold, smartphone layar lipat pertama yang mereka rencanakan untuk dirilis tahun depan.
Menurut analis Ming-Chi Kuo, Apple kini telah memilih untuk menggunakan engsel yang lebih ekonomis dibandingkan dengan perkiraan pasar sebelumnya.
Engsel merupakan salah satu komponen krusial pada smartphone layar lipat, dan tampaknya perusahaan telah menemukan solusi untuk memastikan bahwa iPhone Fold dilengkapi dengan engsel yang tahan lama namun tetap terjangkau.
Dalam cuitannya di X (yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter) pada Selasa (14/10/2025), Kuo menyatakan bahwa harga engsel untuk iPhone Fold telah turun menjadi USD 7-80, jauh lebih rendah dari perkiraan awal.
Ia juga menambahkan bahwa biaya per unit untuk ponsel ini akan mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan ekspektasi pasar saat ini yang berkisar antara USD 100 hingga USD 120, atau bahkan lebih tinggi.
Dengan penurunan biaya ini, Apple memiliki kesempatan untuk memulai produksi ponsel dalam jumlah besar tanpa harus menaikkan harga iPhone Fold.
Menurut informasi yang ada, sekitar 65 persen dari engsel tersebut akan diproduksi oleh perusahaan patungan antara Foxconn dan Shin Zu Shing, sedangkan 35 persen sisanya akan dipasok oleh Amphenol.
Hal ini menunjukkan langkah strategis Apple dalam memproduksi iPhone Fold dengan efisiensi biaya yang lebih baik.