Apakah Warna di Foto Luar Angkasa yang Banyak Beredar Benar-benar Asli?
Warna dalam gambar teleskop luar angkasa sering kali bukan warna "asli" yang terlihat oleh mata manusia.
Foto-foto menakjubkan dari Hubble Space Telescope dan James Webb Space Telescope (JWST) sering menimbulkan pertanyaan: apakah warna yang terlihat benar-benar sesuai dengan kenyataan?
Mengutip ScientificAmerica, Senin (17/3), jawabannya hampir selalu tidak. Namun, ini bukan berarti astronom memanipulasi gambar. Perbedaan ini terjadi karena cara kerja kamera pada teleskop dan mata manusia yang sangat berbeda.
Mata manusia memiliki dua jenis sel utama dalam retina: rods dan cones. Rods menangkap cahaya dalam kondisi redup tetapi tidak dapat mendeteksi warna, sementara cones bertanggung jawab untuk melihat warna merah, hijau, dan biru. Kombinasi cahaya yang terdeteksi oleh cones inilah yang menciptakan persepsi warna di otak kita.
Sebagian besar kamera digital, termasuk teleskop luar angkasa, bekerja dengan cara yang berbeda. Kamera ini memiliki piksel yang menangkap jumlah foton (partikel cahaya) yang mengenai sensor dan merekamnya secara elektronik.
Namun, piksel ini tidak bisa membedakan warna secara alami. Untuk mendapatkan warna, digunakan filter khusus yang hanya memungkinkan cahaya merah, hijau, atau biru masuk. Setelah data dikumpulkan, warna gambar direkonstruksi berdasarkan informasi dari filter tersebut.
Warna "Asli" vs Warna "Ilmiah"
Dalam astronomi, ada dua pendekatan utama dalam pewarnaan gambar:
- True Color (Warna Asli): Gambar diolah agar sedekat mungkin dengan apa yang mata manusia akan lihat. Namun, tetap ada sedikit perbedaan karena filter teleskop tidak bisa 100% meniru sensitivitas warna mata kita.
- False Color (Warna Ilmiah): Digunakan untuk menyoroti elemen atau struktur yang tidak terlihat oleh mata manusia, seperti cahaya inframerah atau ultraviolet. Misalnya, nebula sering difoto dengan filter khusus yang menangkap cahaya dari unsur seperti hidrogen dan oksigen, yang kemudian diubah ke dalam warna yang bisa kita lihat.
Lantas, mengapa Pewarnaan Ilmiah Diperlukan?
Banyak benda langit, seperti nebula dan galaksi, memancarkan cahaya pada panjang gelombang spesifik yang tidak dapat ditangkap oleh mata manusia. Meskipun warna dalam gambar teleskop luar angkasa tidak selalu sama dengan yang dilihat oleh mata manusia, gambar-gambar ini tetap mengungkapkan informasi penting tentang alam semesta. Tanpa teknik pewarnaan ilmiah, banyak detail dan fenomena kosmik akan tetap tersembunyi.