5 Kesalahpahaman tentang Black Hole yang Perlu Diluruskan
Tidak mengherankan jika banyak informasi yang tidak akurat beredar mengenai lubang hitam.
Lubang hitam atau yang dikenal dengan istilah black hole, adalah objek di luar angkasa yang memiliki kemampuan menarik cahaya dengan gaya gravitasi yang sangat besar. Meskipun telah menjadi subjek penelitian selama beberapa dekade, lubang hitam tetap menyimpan banyak misteri dalam dunia astronomi.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak informasi yang beredar mengenai black hole sering kali kurang akurat. Mengutip dari laman Space pada Rabu (12/2), berikut adalah beberapa mitos yang salah tentang black hole.
1. Lubang Hitam Bukanlah Lubang
Meskipun namanya mengandung kata "lubang", black hole sebenarnya bukanlah sebuah lubang dalam arti harfiah. Lubang hitam juga bukanlah ruang kosong yang tidak memiliki materi. Sebaliknya, objek ini terdiri dari sejumlah besar materi yang terkompresi dalam area yang sangat kecil. Istilah "lubang hitam" muncul karena warnanya yang gelap dan kemampuannya untuk menarik cahaya.
2. Tidak Semua Bintang Berakhir Menjadi Black Hole
Lubang hitam terbentuk dari sisa-sisa bintang besar yang telah mati, yang mengakibatkan ledakan dahsyat yang dikenal sebagai supernova. Ledakan ini melemparkan materi bintang ke luar angkasa, namun inti bintang tetap tertinggal. Selain itu, lubang hitam juga bisa terbentuk ketika dua bintang bertabrakan dan saling menyatu, melepaskan energi yang sangat besar.
Massa dari gabungan bintang-bintang tersebut kemudian membentuk titik dengan gravitasi yang sangat kuat. Namun, tidak semua bintang akan berakhir sebagai supernova dan menjadi lubang hitam. Bintang kecil, seperti matahari, tidak memiliki cukup massa untuk bertransformasi menjadi black hole.
Setidaknya, matahari harus memiliki massa 20 kali lebih besar agar bisa menjadi lubang hitam. Diperkirakan, matahari akan mati sekitar 5 miliar tahun lagi. Pada saat itu, ia akan kehabisan hidrogen untuk proses fusi nuklir dan secara perlahan akan melepaskan lapisan luarnya.
Alih-alih menjadi black hole, inti matahari akan menyusut menjadi katai putih, sebuah bintang kecil dan padat yang akan mendingin seiring waktu.
Tidak Menyedot Apapun
Lubang hitam tidak menghisap segala sesuatu di sekitarnya. Dengan gravitasi yang sangat kuat akibat konsentrasi massanya dalam ruang yang kecil, lubang hitam memiliki kemampuan untuk melengkungkan ruang dan waktu secara ekstrem.
Bayangkan seperti bola berat yang ditekan ke permukaan kain elastis, di mana objek-objek di sekitarnya akan mengikuti lengkungan tersebut. Kondisi ini mirip dengan bagaimana planet-planet mengorbit matahari karena pengaruh gravitasi.
Namun, jika sebuah objek terlalu dekat dengan area yang dikenal sebagai event horizon, maka objek tersebut akan 'jatuh' ke dalam lubang hitam. Event horizon adalah batas tak terlihat di mana tidak ada yang dapat melarikan diri, bahkan cahaya sekalipun. Menariknya, terdapat beberapa planet dan bintang yang mengorbit lubang hitam di luar angkasa.
Tidak Selalu Berukuran Besar
Banyak orang beranggapan bahwa lubang hitam selalu berukuran sangat besar, seperti Phoenix A* yang memiliki diameter sekitar 520,5 miliar kilometer. Namun, kenyataannya lubang hitam tidak selalu memiliki ukuran yang luar biasa.
Bahkan, lubang hitam supermasif sangat jarang ditemukan. Terdapat berbagai variasi dalam ukuran dan massa lubang hitam, mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil. Salah satu contoh lubang hitam terkecil hanya memiliki massa yang setara dengan tiga kali massa matahari.
Lubang hitam ini merupakan yang terdekat yang diketahui, dengan jarak sekitar 1.500 tahun cahaya dari bumi.
Tidak Dapat Dilihat Secara Langsung
Lubang hitam tidak memancarkan atau memantulkan cahaya, sehingga mustahil untuk melihatnya dengan teleskop atau bahkan dengan mata telanjang. Para ilmuwan menggunakan metode lain untuk mendeteksi keberadaan lubang hitam, yakni dengan mengamati pengaruhnya terhadap cahaya dan objek di sekitarnya.
Misalnya, jika ada bintang atau objek lain yang terlalu dekat, objek tersebut akan tertarik oleh lubang hitam dan mengalami pemanasan, yang kemudian menyebabkan objek tersebut memancarkan cahaya yang sangat terang sebelum akhirnya menghilang. Hal ini sering kali menciptakan foto yang menunjukkan lubang hitam dengan tepi yang tampak bercahaya. Sinar tersebut bukan berasal dari dalam lubang hitam, melainkan dari objek-objek yang sedang ditarik masuk ke dalamnya.