Bei
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Dilantik Prabowo Jadi Wamenko Pangan, Segini Jumlah Kekayaan Hanif Faisol
-
Segini Jumlah Harta Kekayaan Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresiden yang Baru Dilantik Prabowo
-
Harta Abdul Kadir Karding Kepala Barantin yang Baru Dilantik Presiden Prabowo Tembus Rp16,1 Miliar
-
Profil Dudung Abdurachman, Pensiunan Jenderal TNI yang Dilantik Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan
-
Mengenal Hanif Faisol, Doktor Kehutanan yang Ditunjuk sebagai Wamenko Pangan
Berita Utama Lainnya
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memproyeksikan IHSG rebound pada perdagangan pekan depan, didorong respons positif investor asing terhadap reformasi pasar modal Indonesia yang tengah berjalan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen meningkatkan Transparansi BEI dengan mempublikasikan data kepemilikan saham di bawah 5 persen mulai Februari 2026, demi menarik investor global.
Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN RI) mendesak regulator dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas praktik goreng saham yang merugikan investor ritel dan mengancam integritas pasar modal Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto instruksikan percepatan Reformasi Pasar Modal, termasuk demutualisasi bursa dan peningkatan free float, di tengah transisi pimpinan OJK dan BEI untuk jaga stabilitas pasar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengonfirmasi penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI Sementara, menyusul gejolak pasar modal dan pengunduran diri sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi praktik goreng saham yang merugikan investor dan merusak integritas pasar modal nasional.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik memastikan operasional BEI normal dan tidak terganggu, seiring instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk reformasi pasar modal Indonesia.
Ekonom menyoroti minat Danantara Indonesia menjadi pemegang saham BEI pasca-demutualisasi, melihatnya sebagai upaya penguatan pasar modal dan transparansi, serta menjaga independensi bursa.
Ekonom memprediksi pasar modal akan bergerak hati-hati dalam beberapa hari ke depan. Hal ini dipicu oleh pengumuman MSCI dan gelombang pengunduran diri pejabat kunci di OJK dan BEI, menciptakan ketidakpastian di tengah investor.
Pengunduran diri sejumlah petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat lalu membuka peluang besar bagi **Reformasi Pasar Modal** Indonesia yang lebih kredibel dan berdaya saing.