Advertisement
Pada saat sedang batuk dan pilek, pagi hari merupakan waktu ketika semua ingus dan lendir di dalam tubuh kita keluar.
Pada waktu-waktu ini, sejumlah lendir dari tenggorokan dan kerongkongan terasa meloncat mau keluar. Mengapa?
Advertisement
Peningkatan produksi lendir dan riak di pagi hari bisa menjadi gejala yang umum terjadi. Ada beberapa alasan mengapa ini bisa terjadi:
Advertisement
Akumulasi Lendir
Saat tidur, lendir dan lendir hidung dapat mengumpul di saluran pernapasan, tenggorokan, dan sinus. Ketika Anda bangun di pagi hari dan mulai bergerak, gerakan tersebut dapat merangsang pelepasan lendir dan menyebabkannya keluar.
Advertisement
Perubahan Suhu dan Kelembapan
Suhu dan kelembapan udara dapat berubah di malam hari dan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Perubahan ini dapat merangsang produksi lendir yang lebih banyak sebagai respons alami tubuh untuk melindungi saluran pernapasan.
Advertisement
Alergi dan Reaksi Iritan
Jika Anda memiliki alergi atau sensitivitas terhadap alergen tertentu seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, atau bahan kimia, lendir dan riak dapat bertambah di pagi hari sebagai respons terhadap paparan alergen atau iritan yang terjadi selama tidur.
Advertisement
Postnasal Drip
Postnasal drip terjadi ketika lendir yang diproduksi di hidung mengalir ke belakang tenggorokan. Ini dapat terjadi karena infeksi sinus, alergi, atau iritasi lainnya. Postnasal drip dapat menyebabkan lendir menumpuk di tenggorokan dan menyebabkan riak atau batuk yang lebih banyak terjadi di pagi hari.
Advertisement
Peradangan dan Infeksi
Infeksi saluran pernapasan atas seperti pilek atau flu, bronkitis, atau sinusitis dapat menyebabkan peradangan dan produksi lendir yang lebih banyak. Ini bisa membuat lendir dan riak lebih banyak keluar di pagi hari.
Advertisement
Lendir dan ingus yang keluar di pagi hari ini bisa muncul dalam berbagai kondisi, berikut sejumlah hal yang bisa kita ketahui dari warnanya.
Advertisement
Kekuningan
Lendir yang berwarna kuning atau kekuningan biasanya merupakan tanda adanya infeksi. Ini bisa menjadi gejala infeksi virus seperti pilek atau flu.
Namun, lendir kuning juga dapat mengindikasikan infeksi bakteri, terutama jika disertai dengan gejala seperti demam, nyeri tenggorokan, atau batuk yang berkepanjangan. Jika lendir kuning disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Advertisement
Hijau
Lendir hijau umumnya menunjukkan adanya infeksi bakteri. Ketika lendir berubah warna menjadi hijau, ini dapat mengindikasikan respons tubuh terhadap infeksi bakteri yang lebih serius. Namun, perlu diingat bahwa lendir hijau juga dapat terjadi pada tahap pemulihan dari infeksi pernapasan, jadi tidak selalu merupakan tanda yang mengkhawatirkan.
Advertisement
Putih
Lendir putih atau bening adalah kondisi normal dan biasanya tidak menimbulkan kekhawatiran. Warna lendir putih menunjukkan bahwa lendir tersebut tidak mengandung banyak sel darah putih atau zat peradangan.
Advertisement
Kemerahan atau Berdarah
Jika lendir mengandung bercak darah atau berwarna merah, ini bisa mengindikasikan adanya peradangan atau iritasi di saluran pernapasan, seperti sinusitis, radang tenggorokan, atau perdarahan hidung.
Advertisement
Perlu diingat bahwa warna lendir hanya memberikan petunjuk awal tentang kondisi kesehatan. Untuk diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.