Rabies adalah penyakit yang sangat mematikan jika tertular ke manusia manusia. Penyakit ini dapat ditularkan dari hewan, salah satunya melalui gigitan hewan.
Menariknya, cerita penularan rabies memiliki banyak kesamaan dengan munculnya legenda vampir pada abad ke-18. Hal ini terungkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul "Rabies: A Possible Explanation for The Vampire Legend" yang ditulis oleh Juan Gomez-Alonso, MD pada tahun 1998.
Advertisement
Dalam cerita rakyat, vampir sering kali dikaitkan dengan anjing, kucing, kelelawar, dan serigala.
Keterkaitan ini dapat berupa vampir yang berubah menjadi anjing atau vampir yang menyebabkan populasi anjing di sebuah desa musnah.
Terdapat kesamaan antara rabies dan vampirisme. Pada tahun 1733, seorang dokter anonim berpendapat bahwa vampirisme adalah penyakit menular yang memiliki karakteristik yang mirip dengan penyakit yang ditularkan melalui gigitan anjing, yaitu rabies.
Vampir dan rabies juga memiliki sejumlah kesamaan, antara lain:
Advertisement
Advertisement
Sama-sama Menggigit
Vampir menggigit untuk mengisap darah korbannya, sementara itu penderita rabies juga memiliki tendensi untuk menggigit hal lain di sekitarnya. Dampak gigitan dari vempir dan penderita rabies ini sama, yaitu...
Advertisement
Vampir dan Rabies Sama-sama Menular
Gigitan dari vampir dan penderita rabies sama-sama menjadi penyebab penularan kondisi yang mereka alami. Ketika seseorang digigit vampir maka dia berubah menjadi vampir, sementara itu gigitan dari penderita rabies juga bisa menularkan kondisinya
Advertisement
Mulut yang Bersimbah Darah atau Liur
Salah satu kondisi yang tampak pada penderita rabies terutama pada anjing adalah air liur serta busa yang muncul pada mulut. Sementara itu, pada vampir, simbahan darah di mulut juga merupakan hal yang identik.
Advertisement
Sama-sama Takut Air
Dalam legenda, vampir dikatakan takut dengan air suci, sementara itu penderita rabies sering mengalami hidrofobia, yaitu ketakutan berlebihan terhadap air.
Advertisement
Gangguan Sistem Limbik
Gangguan sistem limbik pada otak menyebbabkan vampir dan penderita rabies sama-sama memiliki perilaku agresif yang janggal dan menyerang orang lain.
Advertisement
Anjing pada Vampir dan Rabies
Vampir bisa berubah menjadi anjing atau bahkan menyerang anjing lain. Hal ini sama dengan rabies yang kerap dikaitkan dengan anjing dan memunculkan perilaku tersebut.
Advertisement
Dialami oleh Pria
Vampir hampir selalu digambarkan sebagai sosok pria, sementara itu, rabies bisa mempengaruhi pria tujuh kali lipat dibanding wanita.
Advertisement
Perubahan Perilaku
Vampir dan penderita rabies mengalami perubahan perilaku yang mencolok pada individu yang terinfeksi. Mereka dapat mengalami reaksi negatif terhadap rangsangan tertentu seperti bau dan cahaya.
Advertisement
Insomnia
Rabies kadang-kadang membuat sulit bagi penderita untuk tidur dan mereka menjadi rentan terhadap kebiasaan berkeliaran di malam hari. Sementara itu, vampir juga kerap berkeliaran di malam hari karena tidak kuat dengan terpaan cahaya.
Berdasar teori antropologi, terbentuknya legenda vampir ini bisa dikaitkan secara erat dengan kemunculan rabies. Karena pengetahuan medis manusia yang belum memadai di saat itu, dibentuklah sejumlah mitos mengenai vampir yang deskripsinya memiliki kesamaan dengan kondisi rabies.