UI Bongkar Masalah Stunting di Sitanala, 1 dari 4 Balita Terdampak

Pada skrining kesehatan tahun 2024 terhadap 124 balita, ditemukan 31 balita (25%) mengalami stunting, sedikit lebih tinggi dibandingkan prevalensi di Provinsi Banten.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
UI Bongkar Masalah Stunting di Sitanala, 1 dari 4 Balita Terdampak
Tim KATAMATAKU UI menggelar cek kesehatan di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang. (Istimewa).

Tim KATAMATAKU Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk 'Intervensi Berbasis Komunitas untuk Deteksi Dini Stunting dan Peningkatan Kesehatan Balita melalui Penguatan Kader Posyandu di Sitanala Tangerang'. Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang ini didukung penuh oleh Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas Indonesia 2026.

Kawasan Sitanala dipilih karena rekam jejaknya sebagai daerah endemis kusta yang sebelumnya menjadi wilayah binaan KATAMATAKU UI. Memanfaatkan fondasi hubungan komunitas yang telah terbangun, program kali ini meluas untuk menangani isu kesehatan prioritas nasional, yaitu penanggulangan stunting.

Pada skrining kesehatan tahun 2024 terhadap 124 balita, ditemukan 31 balita (25%) mengalami stunting, sedikit lebih tinggi dibandingkan prevalensi di Provinsi Banten. Hasil tersebut menunjukkan bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan intervensi berkelanjutan di wilayah tersebut.

"Pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk sinergi strategis antara KATAMATAKU UI, Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta berbagai mitra lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, memberikan edukasi gizi, serta memperkuat kapasitas tenaga medis dan kader kesehatan daerah dalam memerangi stunting," kata Ketua Tim KATAMATAKU UI Prof Dr dr Yunia Irawati, SpM(K), dalam keterangannya, Senin (22/9).

Sementara itu, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr Titis Prawitasari, SpA(K) berharap, melalui pendekatan berbasis komunitas dan penguatan kapasitas kader Posyandu, upaya deteksi dini dan intervensi kesehatan balita di wilayah Sitanala dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Serangkaian kegiatan juga dilakukan Tim KATAMATAKU UI. Pertama evaluasi dan edukasi tenaga kesehatan kader kesehatan. Pemeriksaan Komprehensif Multidisiplin. Pemberian makanan tambahan (PMT) balita

Sebelumnya telah dilakukan kegiatan pendahulu berupa 'Lomba kreasi makanan pendamping asi dan makanan balita' sekaligus edukasi gizi bagi kader kesehatan, pada tanggal 24 Agustus 2026.

 

Tim KATAMATAKU UI menggelar cek kesehatan di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang. (Istimewa).
Tim KATAMATAKU UI menggelar cek kesehatan di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari, Kota Tangerang. (Istimewa).

Pemeriksaan Komprehensif Multidisiplin

Dalam kegiatan ini, tim ahli menggelar serangkaian pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi balita, ibu hamil, dan ibu balita meliputi pemeriksaan antropometri, pengukuran tumbuh kembang balita oleh kader kesehatan setempat di bawah supervisi Tim Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI.

Skrining kesehatan mata balita meliputi pemeriksaan penglihatan oleh dokter spesialis mata dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI dan refraksionis.

Skrining kesehatan kulit balita meliputi evaluasi kondisi kulit balita oleh dokter spesialis kulit dan kelamin dari Departemen Dermato Venereologi FKUI.

Skrining kesehatan gigi dan mulut meliputi pemeriksaan area gigi dan mulut bagi balita serta ibu hamil/ibu balita oleh dokter gigi spesialis penyakit mulut, dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UI.

Skrining kesehatan oromotor meliputi evaluasi fungsi oromotor balita oleh dokter spesialis rehabilitasi medik dari Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (IKFR) FKUI.

"Dalam kegiatan pengabdian masyarakat hari ini telah dilakukan edukasi pada 33 tenaga kesehatan dan kader kesehatan, pemeriksaan kesehatan pada 66 bayi dan balita, serta pemeriksaan kesehatan pada 54 ibu hamil dan ibu balita. Kami sangat berterimakasih atas dukungan semua pihak sehingga seluruh kegiatan berlangsung lancer, dan semoga bermanfaat bagi masyarakat wilayah Sitanala, khususnya dalam pencegahan stunting," kata Dr dr Gitalisa Andayani, SpM(K), penanggung jawab kegiatan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dr Sakuncoro mengatakan, dukungan penuh dari pemangku kepentingan tingkat kecamatan dan Puskesmas Neglasari menjadi pilar penting terlaksananya kegiatan tersebut.

"Langkah bersama ini diharapkan mampu mencetak kader kesehatan yang mandiri serta mewujudkan generasi bebas stunting di wilayah Tangerang," kata Sakuncoro.

 

Rekomendasi