Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, mengambil langkah proaktif dalam upaya pencegahan stunting. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan konsumsi ikan di masyarakat melalui pengembangan kreasi olahan pangan bergizi. Tujuannya adalah agar olahan ikan dapat lebih mudah diterapkan dalam menu keluarga sehari-hari, mendukung pertumbuhan anak, dan menekan risiko stunting.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari, ini diikuti oleh perwakilan TP PKK dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tanah Laut.
Ketua II TP PKK Kabupaten Tanah Laut, Nor Aida Ismail Fahmi, menegaskan pentingnya peningkatan konsumsi ikan. Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang esensial untuk mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, konsumsi ikan juga berperan vital dalam menekan berbagai persoalan gizi seperti stunting, wasting, dan obesitas.
Advertisement
Advertisement
Lomba Masak Serba Ikan Dorong Peningkatan Gizi Keluarga
Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kabupaten Tahun 2026 menjadi platform utama bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk mengedukasi masyarakat. Kegiatan ini menampilkan beragam inovasi menu berbahan dasar ikan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga. Tujuannya adalah untuk menyajikan makanan sehat, bergizi, dan menarik, khususnya bagi anak-anak, sehingga konsumsi ikan dapat terus meningkat secara signifikan.
Nor Aida Ismail Fahmi menjelaskan bahwa melalui Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), lomba ini berupaya menyebarluaskan pengetahuan tentang pentingnya gizi ikan. Gizi ikan sangat krusial bagi tumbuh kembang anak dan kecerdasan generasi muda. Hal ini sejalan dengan tema lomba tahun ini, yaitu 'Ikan Bermutu dan Aman Dikonsumsi untuk Generasi Emas'.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi yang komprehensif. Peserta dan masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengolahan ikan yang aman, bernilai gizi tinggi, serta memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh seluruh anggota keluarga. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan memasak dan kesadaran gizi di tingkat rumah tangga.
Advertisement
Advertisement
Potensi Maritim dan Manfaat Ikan untuk Generasi Emas
Indonesia, sebagai negara maritim, memiliki potensi sumber daya ikan yang luar biasa besar. Nor Aida Ismail Fahmi menyebutkan bahwa potensi ini mencapai 12,01 juta ton per tahun. Potensi ini bukan hanya anugerah alam, tetapi juga peluang besar untuk menggerakkan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat secara luas.
Pemanfaatan hasil perikanan tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga. Dengan beragam olahan ikan, keluarga dapat memiliki pilihan makanan bergizi yang lebih bervariasi. Selain itu, pengembangan produk olahan ikan juga membuka peluang usaha baru yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha mikro.
Peningkatan konsumsi ikan merupakan langkah fundamental dalam menghadapi berbagai tantangan gizi. Ini termasuk upaya pencegahan stunting, wasting (kurus), maupun obesitas. Dengan demikian, ikan menjadi komponen kunci dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Olahan Ikan untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memiliki harapan besar terhadap hasil kreasi yang lahir dari lomba ini. Mereka berharap inovasi menu berbahan dasar ikan tidak hanya berhenti sebagai materi perlombaan. Namun, dapat diterapkan secara luas hingga tingkat dasa wisma dan dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga. Selain itu, kreasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha mikro di bidang kuliner.
Nor Aida menegaskan bahwa gerakan meningkatkan konsumsi ikan memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan kolektif ini penting agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang maksimal. Kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Kami berharap berbagai inovasi olahan ikan yang lahir melalui lomba ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia," ujar Nor Aida. Harapan ini mencerminkan visi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing melalui gizi yang optimal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews