Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Pemkab Asahan Ungkap Menu Berbau

Wakil Bupati Asahan, Rianto menduga menu makanan disajikan kepada para siswa berada dalam kondisi tidak steril dan berbau.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Siswa Keracunan Usai Santap MBG, Pemkab Asahan Ungkap Menu Berbau
Salah satu siswa MTs Negeri 2 Asahan dirawat setelah menyantap menu MBG. (Istimewa).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan akhirnya buka suara terkait keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa puluhan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Asahan, Sumatra Utara.

Wakil Bupati Asahan, Rianto menduga menu makanan disajikan kepada para siswa berada dalam kondisi tidak steril dan berbau.

"Memang makanannya diduga kurang steril, agak bau. Para siswa mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah," ujar Rianto, Selasa (15/9).

Rianto memerinci berdasarkan penelusuran di lapangan, paparan makanan berbau tersebut tidak menumpuk di satu rombongan belajar saja, melainkan menyebar di sejumlah kelas.

"Di MTs itu satu kelas ada 35 orang. Yang berdampak di beberapa kelas ada yang dalam satu kelas kena enam orang, di kelas lain tiga orang, empat orang, hingga dua orang," ujar dia.

Jumlah Siswa Dirawat

Dari total 22 siswa membutuhkan perawatan medis lanjutan, Pemkab Asahan mencatat sebanyak 19 siswa dirawat di RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran. Sementara tiga siswa lainnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Wira Husada Kisaran.

Rianto memastikan, setelah penanganan medis secara intensif hingga Selasa (15/9) sore, kondisi fisik para siswa mulai menunjukkan perkembangan positif. "Tadi sudah saya jenguk langsung dan alhamdulillah kesehatan anak-anak kita sudah mulai pulih," ujar Rianto.

Menanggapi kepanikan pihak keluarga para siswa, Pemkab Asahan menegaskan komitmennya untuk menanggung penuh seluruh kebutuhan biaya pengobatan para korban hingga dinyatakan benar-benar sembuh oleh tim medis.

"Kami sudah sampaikan langsung kepada para orang tua siswa untuk biaya perobatan tidak perlu khawatir, kami (Pemkab Asahan) yang menanggung semuanya," pungkas Rianto.

 

Rekomendasi