Luka Diabetes Tak Kunjung Sembuh, Ini Tiga Faktor Penyebab Menurut Dokter
Berikut adalah tiga alasan mengapa luka pada kaki penderita diabetes sulit sembuh beserta cara penanganannya.
Kaki diabetes merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh individu dengan diabetes. Komplikasi ini muncul akibat tingginya kadar gula darah yang membuat luka pada kaki lebih rentan terhadap infeksi.
Proses penyembuhan luka pada penyandang diabetes juga terganggu karena rendahnya ketahanan tubuh, yang dapat mengakibatkan infeksi semakin parah.
Dalam beberapa kasus, infeksi yang tidak tertangani dapat berujung pada tindakan amputasi kaki untuk menghentikan penyebaran infeksi tersebut.
Menurut Andrew Jackson Yang, seorang dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular, ada tiga faktor utama yang menyebabkan luka kaki diabetes sulit untuk sembuh.
Pertama adalah iskemia, yang merupakan kondisi di mana aliran darah ke jaringan atau organ tubuh terganggu akibat penyumbatan pada pembuluh darah.
Hal ini menyebabkan jaringan tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga berisiko mengalami kerusakan jika tidak segera ditangani.
Kedua, terdapat neuropati, yang ditandai dengan hilangnya sensasi pada kaki. Penyandang diabetes yang mengalami neuropati sering kali tidak menyadari adanya luka karena saraf di kaki tidak mampu merasakan nyeri.
"Hal ini terjadi karena saraf di kaki kehilangan kemampuan untuk merasakan nyeri, sehingga tidak sadar akan adanya luka," ungkap dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah dalam acara temu media di Jakarta pada Kamis, 26 Februari 2026.
Ketiga, luka pada kaki penyandang diabetes juga mudah terinfeksi. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu lama menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi tidak berfungsi dengan baik, dan kemampuan sel untuk memperbaiki jaringan menjadi abnormal.
Hal ini membuat risiko infeksi semakin meningkat. Selain itu, daya tahan tubuh yang cenderung melemah juga berkontribusi terhadap sulitnya penyembuhan luka pada kaki pasien diabetes.
Hati-Hati dalam Penanganannya
Andrew menjelaskan bahwa penanganan kaki diabetes perlu dilakukan secara komprehensif dan bertahap untuk mempercepat proses penyembuhan luka serta mencegah munculnya komplikasi.
Dalam hal ini, terdapat beberapa tahapan yang harus diperhatikan, antara lain:
- Pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan.
- Kontrol gula darah dengan cara yang optimal.
- Debridement luka, yang merupakan proses pembersihan jaringan yang sudah mati atau terinfeksi, serta pengendalian infeksi melalui pemberian antibiotik sesuai dengan indikasi.
- Evaluasi vaskular untuk menilai kelancaran aliran darah ke area yang terkena.
- Revaskularisasi jika diperlukan untuk memperbaiki sirkulasi darah.
- Perawatan luka lanjutan yang dilakukan secara rutin dan terkontrol.
- Offloading, yang berarti mengurangi tekanan pada area kaki yang mengalami luka.
Dengan mengikuti tahapan tersebut, diharapkan penanganan kaki diabetes dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Setiap langkah memiliki peranan penting dalam memastikan bahwa luka dapat sembuh dengan baik dan mencegah terjadinya masalah lebih lanjut.
Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai tenaga kesehatan sangatlah penting dalam proses ini.
Prosedur efektif
Penanganan komplikasi yang terjadi pada kaki diabetes melibatkan beberapa langkah penting, seperti evaluasi aliran darah, usaha untuk menyelamatkan jaringan, tindakan membuka kembali pembuluh darah yang terhambat, serta pencegahan amputasi besar.
Tujuan dari penanganan ini adalah untuk mengembalikan aliran darah ke kaki dan mencegah infeksi.
Salah satu prosedur yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah revaskularisasi, yang merupakan tindakan untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat, sehingga sirkulasi darah dapat membaik dan proses penyembuhan luka berlangsung secara optimal.
Prosedur revaskularisasi memiliki peran yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka pada pasien dengan kaki diabetes. Dalam kasus ini, revaskularisasi dapat dilakukan dengan berbagai teknik minimal invasif, seperti:
- Angioplasty (balon) untuk membuka pembuluh darah yang menyempit.
- Pemasangan stent jika penyempitan cukup berat.
- Atherectomy, yaitu penggunaan alat khusus untuk mengikis plak dengan metode seperti "bor".
Selain itu, teknik revaskularisasi juga dapat dilakukan melalui operasi bypass pembuluh darah kaki, yang menggunakan metode pembedahan terbuka atau konvensional. Prosedur ini bertujuan untuk membuat jalur baru (cangkok) agar darah dapat mengalir melewati bagian arteri yang tersumbat.
Setelah tindakan revaskularisasi, perawatan luka lanjutan menjadi langkah yang sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi.
Perawatan lanjutan ini mencakup pembersihan luka secara rutin dan terkontrol, penggantian balutan dengan teknik steril, kontrol infeksi, serta pemantauan tanda-tanda perbaikan jaringan.
Selain itu, strategi offloading atau pengurangan tekanan pada area kaki yang mengalami luka juga menjadi tahap yang penting untuk memastikan proses penyembuhan luka berlangsung optimal.
Teknik pengurangan ini dapat meliputi penggunaan sepatu khusus, gips, atau bahkan alat bantu seperti kursi roda.
Konsultasi dengan dokter spesialis bedah subspesialis bedah vaskular secara rutin juga sangat diperlukan untuk mengevaluasi aliran darah, memeriksa kondisi luka, serta menyesuaikan terapi jika diperlukan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan proses penyembuhan luka pada pasien kaki diabetes dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Cek Kondisi Vaskular Kaki Penderita
Evaluasi pembuluh darah adalah langkah awal yang krusial untuk mengevaluasi kelancaran aliran darah ke kaki serta mendeteksi kemungkinan komplikasi pada pasien diabetes, seperti kerusakan arteri perifer atau kerusakan saraf tepi.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter antara lain:
Ankle-Brachial Index adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk menilai keberadaan penyakit arteri perifer pada penderita diabetes dengan cara membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan.
Selanjutnya, ada USG Doppler, yaitu metode non-invasif yang digunakan untuk mengevaluasi aliran darah dalam pembuluh darah perifer dan mendeteksi adanya penyempitan atau sumbatan.
Pemeriksaan lain yang penting adalah CT Angiography, yang menggabungkan pemindaian CT-Scan dengan suntikan zat pewarna khusus untuk menghasilkan gambar pembuluh darah dan jaringan di bagian tubuh.
Selain itu, Angiography adalah prosedur medis yang memungkinkan visualisasi langsung pembuluh darah dan dianggap sebagai standar emas dalam evaluasi sumbatan arteri perifer.
Diabetes adalah kondisi kronis yang dapat dikelola dengan baik jika terdiagnosis lebih awal dan ditangani dengan tepat.
Dengan penanganan yang sesuai, penerapan gaya hidup sehat, pengelolaan stres, serta pemantauan kadar gula darah secara rutin, penderita diabetes dapat mengurangi risiko komplikasi serius seperti amputasi dan tetap menjaga kualitas hidup yang optimal.