Bau Bayi: Mengapa Wangi Bayi Baru Lahir Begitu Menenangkan?
Penelitian mengungkap rahasia di balik aroma bayi yang menenangkan; kombinasi vernix caseosa, cairan ketuban, ASI, dan kelenjar keringat menciptakan bau khas.
Aroma bayi yang khas dan menenangkan telah memikat hati banyak orang selama berabad-abad. "Jika Anda pernah mencium aroma kepala bayi yang baru lahir, Anda pasti tahu—bayi berbau seperti kebahagiaan murni." Namun, apa sebenarnya yang menyebabkan aroma manis yang tak terlukiskan ini, dan mengapa aroma ini begitu memikat para orang tua di seluruh dunia? Penelitian ilmiah telah mengungkap beberapa rahasia di balik aroma bayi yang menawan ini, yang ternyata melibatkan lebih dari sekadar kasih sayang orang tua; ilmu pengetahuan, biologi, evolusi, dan budaya semuanya berperan.
Aroma bayi yang unik ini bukan sekadar campuran cairan dan zat saat persalinan, tetapi merupakan aroma yang khas. Sebuah studi tahun 2019 menggunakan metode non-invasif untuk mengumpulkan aroma dari kepala bayi yang baru lahir tepat setelah kelahiran. Aroma ini kemudian dibandingkan dengan cairan ketuban, dan hasilnya menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki beberapa komponen yang sama, aroma kepala bayi memiliki susunan kimia yang unik. Aroma khas ini sebagian besar disebabkan oleh minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebasea bayi, seperti yang dijelaskan oleh Marty Ellington Jr, MD, MPH, Ketua Departemen Pediatri di Lenox Hill Hospital di New York City dilansir dari Parents. "Pemahaman terbaik kami adalah bahwa aroma bayi yang baru lahir berasal dari minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebasea bayi," jelasnya.
Lebih dari itu, aroma bayi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain. Vernix caseosa, zat putih seperti lilin yang melapisi kulit bayi saat lahir, diduga menjadi salah satu kontributor utama aroma khas bayi. Cairan ketuban di mana bayi berada selama beberapa bulan juga mungkin berperan. ASI, nutrisi utama bayi, juga memengaruhi aroma tubuhnya. Bahkan, kelenjar keringat bayi menghasilkan senyawa kimia yang berkontribusi pada aroma unik mereka. Kombinasi senyawa kimia inilah yang menciptakan aroma yang khas dan menyenangkan bagi banyak orang. Aroma ini biasanya hanya bertahan beberapa minggu setelah kelahiran, kemudian memudar seiring pertumbuhan dan perubahan metabolisme bayi.
Mengapa Aroma Bayi Begitu Menenangkan?
Aroma bayi memicu pelepasan dopamin di otak, neurotransmitter yang terkait dengan perasaan senang dan bahagia. Reaksi ini mirip dengan yang terjadi saat kita merasakan kenikmatan, misalnya saat memakan sesuatu yang manis. Ini menjelaskan mengapa aroma bayi begitu menenangkan dan menyenangkan, terutama bagi para ibu. Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa aroma bayi mengaktifkan sirkuit penghargaan di otak, mirip dengan cara makanan enak atau bahkan obat-obatan bekerja. "Apa yang kami lakukan dalam penelitian kami pada dasarnya adalah menyelidiki bagaimana orang tua baru akan bereaksi terhadap bau badan bayi yang baru lahir," jelas Johannes Frasnelli, MD, salah satu penulis utama studi tersebut dan seorang peneliti postdoctoral dan Profesor Madya di University of Quebec di Trois-Rivieres. "Yang kami lihat adalah bahwa bagi orang tua baru dan bukan orang tua, bau badan bayi ini mengaktifkan sirkuit penghargaan otak, dan itu berbeda dari bau biasa."
Lebih lanjut, kecenderungan manusia untuk menyukai aroma bayi mungkin merupakan mekanisme evolusi. Aroma bayi dapat memicu respons positif di otak, mendorong perawatan dan perlindungan bayi. "Otak dan sistem neurologis kita diprogram untuk merespons secara positif terhadap aroma itu," kata Dr. Ellington. "Tertarik padanya membantu kita lebih melindungi keturunan kita. Ini berlaku untuk orang tua itu sendiri, tetapi juga manusia lain. Kita semua merespons secara positif terhadap bayi yang baru lahir. Ini adalah respons evolusi yang sangat maju."
Sebuah studi tahun 1987 menemukan bahwa ibu dapat mengenali bayi mereka hanya dari aroma saja. 90% wanita dapat mengidentifikasi bayi mereka melalui penciuman setelah hanya 10 menit hingga satu jam bersama mereka. Meskipun singkat, aroma bayi yang baru lahir sangatlah kuat! Aroma ini juga memainkan peran penting dalam ikatan emosional antara orang tua dan anak. "Penampilan bayi, senyuman, aroma, dan semua hal yang dilakukan anak, mendorong kita untuk merawat anak," kata Dr. Ellington. "Orang dewasa merespons secara positif terhadap bayi. Itu semua bagian dari proses ikatan."
Aroma Bayi dan Ikatan Orang Tua-Anak
Aroma bayi, khususnya melalui kontak kulit ke kulit, memicu pelepasan oksitosin, hormon cinta, pada orang tua dan bayi. Oksitosin meningkatkan perasaan keterikatan, kehangatan, relaksasi, dan ikatan. Respons positif terhadap aroma bayi juga merupakan mekanisme bertahan hidup evolusioner. "Ini adalah mekanisme penting karena, seperti yang kita semua tahu, bayi yang baru lahir sebenarnya cukup mengganggu. Mereka sangat mengganggu untuk berada di sekitar, namun, bagi sebagian besar orang tua, itu adalah hal terindah di dunia," kata Dr. Frasnelli. "Jadi, evolusi telah memastikan ada berbagai mekanisme yang ada untuk membentuk ikatan ini dengan bayi. Bau badan tampaknya menjadi salah satu mekanisme ikatan yang ada sejak dini."
Aroma orang tua juga berperan penting dalam ikatan. Sebuah studi tahun 2021 menemukan bahwa aroma orang tua dapat membantu bayi terikat dengan orang asing. Ketika bayi duduk berhadapan dengan orang asing, tetapi ada kaus yang mengandung aroma orang tuanya di dekatnya, aktivitas otak antara bayi dan orang asing menjadi lebih sinkron, seperti halnya dengan orang tua mereka. Bayi juga lebih perhatian, bahagia, dan terlibat ketika aroma orang tua mereka ada.
Kesimpulannya, aroma bayi yang khas dan menenangkan merupakan hasil dari kombinasi faktor biologis dan evolusioner. Aroma ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, memastikan kelangsungan hidup dan perkembangan bayi.