4 Perubahan Fisik yang Dialami oleh Manusia Karena Perkembangan Teknologi

Sabtu, 22 Juni 2019 00:50 Reporter : Rizky Wahyu Permana
4 Perubahan Fisik yang Dialami oleh Manusia Karena Perkembangan Teknologi ilustrasi menggunakan smartphone. © lifehacker.com

Merdeka.com - Kehidupan modern berupa jam kerja yang panjang serta paparan smartphone telah menyebabkan perubahan pada manusia saat ini. Tidak hanya pada gaya hidup dan mental semata, kondisi fisik kita juga mengalami perubahan.

Mulai gigi miring hingga siku yang menyempit, cara hidup kita saat ini telah menimbulkan sejumlah efek pada tubuh kita. Dilansir dari NY Post, berikut sejumlah perubahan yang dialami oleh manusia saat ini.

1 dari 4 halaman

Gigi Miring

Jenis makanan kita telah berubah drastis selama 20 tahun terakhir. Saat ini makanan yang kita konsumsi menjadi lebih lembut dan diolah. Perubahan jenis makanan ini disebut ilmuwan merupakan penyebab terjadinya perubahan pada gigi.

Mengunyah makanan yang cukup keras bisa membantu gigi menggeretak dan tumbuh secara lurus mulai masa anak-anak. Perubahan makanan ini membuat rahang tak bekerja sekeras sebelumnya sehingga mengalami perubahan.

"Pada masyarakat post-industrial, kita cenderung mengalami berbagai masalah gigi seperti gigi terlalu padat, gigi miring, dan lain sebagainya," jelas Dr. Noreen von Cramon-Taubadel dari The State University of New York, Buffalo.

"Mengonsumsi makanan yang cukup keras untuk mekanisme biologi terutama pada usia anak-anak mungkin berguna untuk melawan ketidakstabilan antara cara gigi kita tumbuh, berkembang, dan mendorong," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Munculnya Tanduk di Tengkorak

Secara mengejutkan, tanduk hingga sepanjang 30 milimeter mulai muncul di kepala masyarakat saat ini. Benjolan yang muncul pada bagian bawah tengkorak dan sedikit di atas leher ini sangat langka pada 100 tahun lalu.

Hal aneh ini muncul karena penggunaan smartphone, yang biasanya membuat orang menunduk dan bahkan jika diakumulasi bisa sampai empat jam dalam sehari. Hal ini membuat leher bekerja lebih keras dan tubuh meresponsnya.

"Saya telah jadi dokter selama 20 tahun dan baru satu dekade terakhir saya baru menemukan banyak kasus mengenai tonjolan di tengkorak ini," ungkap David Shahar, ilmuwan kesehatan dari University of The Sunshine Coast, Australia.

Benjolan ini tumbuh pada tulang di mana otot leher bertemu kepala. Tonjolan ini muncul untuk membantu leher menyokong berat kepala ketika kita menunduk.

3 dari 4 halaman

Siku Menyempit

Gaya hidup masyarakat masa kini yang jarang bergerak membuat tengkorak menjadi lebih rapuh dibanding pada masa lalu. Tengkorak bakal tumbuh dan semakin kuat ketika terus digunakan, namun saat ini manusia beraktivitas lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Peneliti dari Universitas Postsdam di Jerman menemukan bahwa siku kita menyusut karena manusia saat ini tidak banyak berjalan. Penyusutan ini juga disebut dipicu oleh kebiasaan kita yang duduk dalam waktu lama.

4 dari 4 halaman

Jari Sensitif

Mengetik sms, membuka email, bermain game, dan berbagai kegiatan lain di smartphone dapat mengubah penginderaan manusia. Berdasar sebuah penelitian tahun 2014, jempol dan jari saat ini menjadi lebih sensitif dibanding sebelumnya.

Kebiasaan beraktivitas dengan smartphone selama sehari-hari mengubah jara otak memproses sentuhan yang kita lakukan. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Zurich, Swiss menemukan bahwa ketika seseorang menyentuh touchscreen, terjadi aktivitas otak lebih linggi dibanding ketika melakukan sentuhan pada hal lain. [RWP]

Baca juga:
Apa yang Bakal Terjadi Jika 'Tlusupan' Atau Serpihan Kayu Di kulit Tak Dikeluarkan?
Sejumlah Hal yang Harus Diketahui dari Penggunaan Botol untuk Minum Sehari-Hari
Selembar Kertas Struk Ternyata Simpan Bahaya Lebih Besar Dibanding Botol Plastik
Bertambahnya Besarnya Perut Bisa Tingkatkan Masalah Kesuburan pada Pria
Sejumlah Fakta Kesehatan Tersembunyi Mengenai Suplemen Pembentuk Otot

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini