TNI AU Kerahkan Helikopter Cari Pesawat Hilang Kontak di Maros
TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal dan tim gabungan untuk mencari pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu. Insiden pesawat hilang kontak di Maros ini memicu r
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) segera mengerahkan helikopter H225M Caracal guna membantu operasi pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT). Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak saat berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan respons cepat dari berbagai instansi terkait untuk melakukan pencarian.
Pesawat ATR 400 tersebut diketahui terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan membawa total sebelas orang. Informasi awal dari TNI AU menyebutkan ada tujuh kru dan tiga penumpang, sementara Basarnas mengonfirmasi delapan awak dan tiga penumpang. Hilangnya komunikasi pesawat ini menjadi fokus utama operasi SAR gabungan.
Operasi pencarian tidak hanya melibatkan unsur udara dari TNI AU, tetapi juga diperkuat oleh puluhan personel dari berbagai kesatuan. Tim gabungan ini berkoordinasi intensif di posko lapangan untuk mempercepat proses penemuan pesawat dan para penumpangnya. Upaya maksimal terus dilakukan di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir pesawat.
TNI AU Pimpin Pencarian dengan Helikopter Canggih
TNI AU menunjukkan kesigapannya dalam merespons insiden pesawat hilang kontak di Maros dengan mengerahkan aset terbaiknya. Helikopter H225M Caracal, yang dikenal dengan kemampuan pencarian dan penyelamatan yang mumpuni, diterbangkan dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar. Pilot Komando (PIC) Kapten Penerbang (Pnb) Rahman memimpin misi penting ini menuju sektor pencarian di Kabupaten Maros.
Selain kekuatan udara, TNI AU juga mengerahkan 82 personel darat untuk memperkuat tim gabungan. Personel ini berasal dari unit elit seperti Yon Parako 473 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Korpasgat, serta personel dari Lanud Sultan Hasanuddin. Sebuah kendaraan Vehicle Control Post (VCP) juga disiapkan untuk mendukung operasional di lapangan, memastikan koordinasi yang efektif di tengah upaya pencarian pesawat hilang kontak di Maros.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menegaskan bahwa seluruh unsur yang dikerahkan telah merapat ke posko lapangan di daerah Bantimurung. Lokasi ini menjadi pusat koordinasi intensif bagi semua pihak yang terlibat dalam pencarian. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan pesawat ATR 400 yang hilang kontak.
Kronologi dan Titik Terakhir Pesawat Hilang Kontak
Pesawat ATR 400/ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Basarnas, melalui Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Edy Prakoso, membenarkan laporan ini setelah menerima informasi dari AirNav Indonesia. Kontak terakhir dengan pesawat terputus pada pukul 13.17 WITA, memicu alarm darurat.
Titik koordinat terakhir yang berhasil diterima dari pesawat tersebut berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Lokasi ini menjadi fokus utama tim pencari dalam menyisir wilayah Kabupaten Maros. Data koordinat ini sangat krusial untuk mempersempit area pencarian dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Informasi mengenai jumlah penumpang dan awak pesawat sedikit berbeda antara sumber. TNI AU menyebutkan tujuh kru dan tiga penumpang, sementara Basarnas melaporkan delapan awak dan tiga penumpang, dengan total sebelas orang di dalam pesawat. Perbedaan ini tidak mengurangi urgensi upaya pencarian yang sedang berlangsung secara masif.
Sinergi Tim Gabungan dalam Operasi SAR
Operasi pencarian pesawat hilang kontak di Maros merupakan hasil sinergi dari berbagai lembaga pemerintah dan militer. Selain TNI AU dan Basarnas, tim gabungan ini melibatkan Kepolisian Resor (Polres) Maros dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1422/Maros. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen serius dalam menangani situasi darurat penerbangan.
Seluruh unsur yang terlibat, baik dari udara maupun darat, telah berkumpul di posko lapangan yang didirikan di daerah Bantimurung. Koordinasi intensif menjadi kunci utama untuk menyatukan strategi dan membagi tugas secara efektif. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap area pencarian tertangani dengan baik dan tidak ada informasi yang terlewat.
Upaya pencarian ini terus dilakukan dengan harapan dapat segera menemukan keberadaan pesawat ATR 400 dan seluruh individu di dalamnya. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang relevan jika memiliki petunjuk yang dapat membantu operasi SAR ini. Fokus utama tetap pada keselamatan dan penemuan para korban, dengan mengedepankan prinsip kerja sama dan kecepatan respons.
Sumber: AntaraNews