Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua bersama TNI AU telah sukses melaksanakan tindakan disposal atau pemusnahan terhadap dua buah granat. Pemusnahan ini dilakukan pada Sabtu (27/6) di lokasi pembuangan sampah Lanud Silas Papare, Kabupaten Jayapura. Granat jenis nanas tipe 97 ini diduga kuat merupakan peninggalan dari era Perang Dunia II.
Kasie Humas Polres Jayapura AKP Priyono menjelaskan bahwa proses penanganan benda berbahaya ini dapat terlaksana secara profesional. Sinergi antara seluruh unsur yang terlibat sangat diapresiasi dalam menjaga keamanan masyarakat. Granat tersebut tidak memiliki sistem pengaman, sehingga sangat berisiko jika dipindahkan.
Oleh karena itu, tim Jibom memutuskan untuk melakukan pemusnahan langsung di lokasi penemuan guna menghindari potensi ledakan yang dapat membahayakan personel maupun warga sekitar. Tindakan cepat ini memastikan keselamatan dan ketertiban umum di wilayah Kabupaten Jayapura.
Advertisement
Advertisement
Penemuan Granat Berbahaya di Lanud Silas Papare
Dua granat jenis nanas tipe 97 yang diduga peninggalan Perang Dunia II ini pertama kali ditemukan oleh dua anggota Yonko 481 Kopasgat. Penemuan Granat Jayapura terjadi saat mereka sedang membuang sampah di area pembuangan sampah Lanud Silas Papare. Granat tersebut memiliki berat sekitar satu kilogram, berdiameter kurang lebih lima sentimeter, dan panjang sekitar sepuluh sentimeter.
Menyadari bahwa benda tersebut kemungkinan adalah bahan peledak, kedua anggota Kopasgat segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Laporan cepat ini memungkinkan penanganan segera oleh Tim Jibom. Identifikasi awal menunjukkan granat tersebut sangat berbahaya dan memerlukan penanganan khusus.
Pihak kepolisian mengapresiasi kesigapan anggota TNI AU dalam melaporkan penemuan ini. Tindakan tersebut merupakan contoh baik bagaimana masyarakat harus bertindak ketika menemukan benda mencurigakan. Kesadaran akan potensi bahaya sangat penting untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Advertisement
Advertisement
Proses Pemusnahan Granat yang Aman dan Terkendali
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua granat tersebut sudah tidak memiliki sistem pengaman. Kondisi ini membuat granat sangat berisiko apabila dipindahkan dari lokasi penemuan. Tim Jibom kemudian memutuskan untuk melakukan pemusnahan langsung di tempat demi keamanan.
Proses disposal berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali sekitar pukul 16.30 WIT. Setelah pemusnahan, tim segera melanjutkan pembersihan area di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa lokasi benar-benar aman dari sisa material bahan peledak.
Kasie Humas Polres Jayapura AKP Priyono menegaskan bahwa seluruh prosedur dilakukan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak. Profesionalisme tim Jibom dan koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Keamanan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.
Advertisement
Advertisement
Imbauan Keselamatan kepada Masyarakat Jayapura
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak. Granat Jayapura atau benda peninggalan perang lainnya bisa sangat berbahaya jika ditangani oleh orang yang tidak terlatih. Keselamatan diri dan orang lain harus selalu menjadi perhatian utama.
Apabila menemukan benda serupa, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian atau TNI terdekat. Penanganan harus dilakukan oleh personel yang memiliki keahlian khusus dan peralatan memadai. Laporan cepat sangat membantu aparat dalam mengamankan lokasi dan melakukan tindakan yang diperlukan.
Kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting dalam menjaga lingkungan tetap aman. Dengan melaporkan temuan benda berbahaya, masyarakat turut berkontribusi dalam mencegah potensi kecelakaan. Jangan mengambil risiko dengan mencoba menangani sendiri benda yang berpotensi meledak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews