Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak di Maros, 10 Orang Dalam Pesawat Belum Ditemukan

Pesawat patroli KKP jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan 10 orang di dalamnya. Upaya pencarian Pesawat Patroli KKP Hilang terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak di Maros, 10 Orang Dalam Pesawat Belum Ditemukan
Pesawat patroli KKP jenis ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dengan 10 orang di dalamnya. Upaya pencarian Pesawat Patroli KKP Hilang terus dilakukan oleh berbagai pihak. (AntaraNews)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengonfirmasi hilangnya kontak pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu, 17 Januari. Pesawat tersebut merupakan pesawat patroli KKP yang hilang di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap nasib 10 orang yang berada di dalamnya.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono (Ipunk), membenarkan bahwa pesawat yang hilang adalah aset patroli kementerian. Ia menyatakan bahwa kondisi para petugas belum diketahui karena pesawat belum ditemukan. KKP akan menerjunkan personel untuk membantu proses pencarian.

Pencarian difokuskan di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga menjadi Posko Basarnas. Koordinasi intensif melibatkan berbagai pihak untuk menemukan pesawat dan menyelamatkan para awak serta penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut.

Konfirmasi dan Upaya Pencarian KKP

Pung Nugroho Saksono, yang akrab disapa Ipunk, menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak adalah pesawat patroli KKP. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, keberadaan pesawat dan kondisi 10 orang di dalamnya masih belum diketahui. KKP melalui Direktorat Jenderal PSDKP akan segera mengirimkan personel untuk mendukung operasi SAR. Fokus utama adalah menemukan pesawat dan menyelamatkan seluruh kru serta penumpang.

Ipunk bahkan berencana untuk terbang langsung ke lokasi pencarian pada malam hari untuk memantau situasi secara langsung dan memberikan dukungan. Komitmen KKP dalam upaya pencarian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani insiden ini. Mereka berupaya maksimal untuk menemukan pesawat patroli KKP yang hilang secepat mungkin.

Tim pencarian menghadapi tantangan medan yang sulit di pegunungan kapur Bantimurung, sebuah area yang dikenal dengan karakteristik geografisnya. Lokasi tersebut telah ditetapkan sebagai posko utama Basarnas untuk mengoordinasikan seluruh kegiatan pencarian. Upaya ini melibatkan berbagai sumber daya dan keahlian dari berbagai instansi.

Detail Pesawat dan Jumlah Penumpang

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mengonfirmasi bahwa pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dilaporkan membawa 10 orang. Jumlah ini terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Identitas spesifik dari 10 orang tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh Kemenhub, menambah misteri di balik insiden ini.

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 ini melaksanakan penerbangan dari Yogyakarta Adi Sucipto (JOG) menuju Makassar Sultan Hasanuddin (UPG). Pilot in Command dalam penerbangan ini adalah Capt. Andy Dahananto, yang memiliki pengalaman dalam rute tersebut. Informasi ini penting untuk melacak riwayat penerbangan pesawat patroli KKP yang hilang sebelum insiden terjadi.

Laporan hilangnya pesawat diterima oleh Kemenhub pada Sabtu, 17 Januari, memicu respons cepat dari berbagai pihak. Sejak saat itu, seluruh pihak terkait telah diaktifkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Fokus utama adalah menemukan lokasi pesawat dan memastikan keselamatan seluruh orang di dalamnya dalam kondisi apapun.

Koordinasi Pencarian dan Kondisi Cuaca

Pencarian lanjutan direncanakan melibatkan penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas untuk memperluas area cakupan. Penerbangan ini dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA, memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum malam tiba. AirNav Indonesia juga sedang menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan SAR ini untuk memberitahu lalu lintas udara lainnya.

Informasi awal mengenai kondisi cuaca saat kejadian menunjukkan jarak pandang sekitar 8 kilometer, yang umumnya dianggap cukup baik. Cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan, namun detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan data yang akurat dan komprehensif.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi intensif dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar, AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan berjalan optimal, demi menemukan pesawat patroli KKP yang hilang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi