Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, secara tegas meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperketat pengawasan internal. Permintaan ini disampaikan di Jakarta pada Jumat (09/1), menyoroti urgensi pembenahan di tubuh kepolisian.
Menurut Martin, maraknya kasus yang melibatkan oknum Polri di berbagai daerah telah memicu keraguan luas di kalangan masyarakat terhadap institusi. Kondisi ini, lanjutnya, disebabkan oleh lemahnya ketegasan dalam pengawasan internal yang dilakukan oleh Propam.
Ia menekankan bahwa penanganan pelanggaran yang berlarut-larut membuat publik mempertanyakan komitmen Polri dalam menindak anggotanya sendiri. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan internal menjadi sangat vital untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Advertisement
Advertisement
Keraguan Publik Akibat Kasus Oknum Polri
Martin Tumbelaka menyoroti bahwa banyaknya masalah yang terjadi di daerah melibatkan oknum Polri telah menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. Kasus-kasus tersebut berkembang luas karena dinilai kurangnya ketegasan dari Propam sendiri dalam menindak. Situasi ini mengikis kepercayaan yang telah dibangun oleh institusi kepolisian.
Anggota dewan tersebut menambahkan, anggota yang dibiarkan berlarut-larut dalam kasus pelanggaran membuat masyarakat bertanya-tanya. Publik merasa sulit memberikan kepercayaan kepada Polri jika internalnya tidak mampu menindak anggotanya secara tegas dan cepat. Ini menunjukkan pentingnya respons cepat dan transparan dari Propam.
Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari pimpinan Polri untuk segera mengatasi persoalan yang ada. Penguatan pengawasan internal diharapkan dapat memulihkan citra dan marwah institusi di mata masyarakat luas.
Advertisement
Advertisement
Mendesak Reformasi dan Penguatan Pengawasan Internal
Martin Tumbelaka menilai reformasi Polri ke depan harus menitikberatkan pada penguatan sistem pengawasan internal yang efektif. Hal ini mencakup peran penting Propam maupun Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) dalam menjaga disiplin anggota. Sistem pengawasan yang kuat adalah fondasi utama integritas.
Dalam beberapa rapat Komisi III DPR sebelumnya, banyak anggota dewan sepakat bahwa Propam merupakan kunci utama dalam menjaga marwah institusi Polri. Propam memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap anggota bertindak sesuai kode etik dan peraturan yang berlaku.
Secara struktur, Polri dinilai sudah sangat lengkap dengan adanya organisasi pengawasan internal dan eksternal. Namun, persoalan utama yang perlu digarisbawahi adalah kultur di dalam institusi Polri itu sendiri. Kultur yang kuat dan berintegritas akan mendukung efektivitas pengawasan.
Advertisement
Advertisement
Peran Krusial Propam dalam Menjaga Integritas dan Kepercayaan
Persoalan kultur tidak dapat dilepaskan dari efektivitas kewenangan pengawasan internal, terutama Propam. Menurut Martin, Propam memegang peranan sangat penting dalam menjaga disiplin dan integritas seluruh anggota Polri. Tanpa peran aktif Propam, upaya penegakan disiplin akan sulit tercapai.
Pengawasan internal oleh Propam atau Itwasum sangat penting di institusi Polri agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Kepercayaan publik adalah modal utama bagi Polri untuk menjalankan tugasnya secara efektif dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, pengetatan pengawasan internal bukan hanya tentang menindak pelanggaran, tetapi juga membangun budaya transparansi dan akuntabilitas. Hal ini akan memperkuat posisi Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews