Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Rabu (7/10/2026) seiring pasar menanti risalah rapat September The Federal Reserve (The Fed) untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga. Ekspektasi terhadap sinyal kenaikan suku bunga tambahan ikut menekan sentimen harga emas.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.150,23 per ons pada pukul 01.45 GMT. Kontrak berjangka emas AS melemah tipis 0,2% ke US$ 4.177,60 per ons.
Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru dijadwalkan rilis hari ini.
"Logam mulia ini kemungkinan akan tetap relatif stabil dengan kecenderungan sedikit melemah," kata analis pasar di Naga.com, Frank Walbaum.
"Risalah rapat akan memperjelas kebijakan moneter The Fed dan tingkat dukungan di antara para pembuat kebijakan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, serta dapat mengubah perkiraan peluang kenaikan suku bunga di masa mendatang. Pergerakan selanjutnya pada imbal hasil (yield) obligasi Treasury jangka panjang, nilai tukar dolar, atau harga minyak yang dipicu oleh perkembangan situasi di Timur Tengah kemudian akan memperkuat dampak arah pergerakan harga emas," ia menambahkan.
Komentar terbaru para pejabat The Fed menegaskan kembali komitmen bank sentral AS untuk mengendalikan inflasi. Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, menilai kebutuhan kenaikan suku bunga lanjutan bergantung pada apakah pendorong inflasi mereda atau bertahan. Sementara itu, Presiden The Fed Kansas City, Jeff Schmid, menyebut suku bunga masih perlu dinaikkan guna menurunkan inflasi.
Meski data ekonomi yang lemah belakangan ini telah meredupkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober, para pedagang masih memperhitungkan peluang sekitar 85% untuk kenaikan suku bunga pada Desember.
Advertisement
Aset Imbal Hasil Tinggi dan Dinamika Harga Emas
Di tengah lingkungan suku bunga tinggi, investor cenderung memilih aset berimbal hasil (yield) dibandingkan emas.
Secara terpisah, delegasi yang menghadiri konferensi tahunan London Bullion Market Association di Sorrento, Italia, memproyeksikan harga emas dapat menyentuh US$ 5.013 per ons dalam 12 bulan ke depan.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan dalam wawancara eksklusif dengan Reuters bahwa Iran harus melakukan pengurangan yang "signifikan" terhadap kapasitas pengayaan nuklirnya guna memenuhi tuntutan AS dan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan tersebut.
Lalu bagaimana harga emas perhiasan di Laku Emas dan Raja Emas Rabu ini? Berikut daftar yang dirilis pelaku usaha.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, Raja Emas Indonesia merilis daftar harga beli emas perhiasan per gram sebagai patokan transaksi pembelian.
Harga beli untuk emas 24 karat (K24*) tercatat Rp 2.420.000, sementara emas 24 karat dengan kemurnian 99,5% dihargai Rp 2.280.000.
- Emas 23 karat: Rp 2.120.000
- Emas 22 karat: Rp 1.928.000
- Emas 21 karat: Rp 1.842.000
- Emas 20 karat: Rp 1.753.000
- Emas 19 karat: Rp 1.665.000
- Emas 18 karat: Rp 1.579.000
- Emas 17 karat: Rp 1.495.000
- Emas 16 karat: Rp 1.403.000
- Emas 15 karat: Rp 1.316.000
- Emas 14 karat: Rp 1.228.000
- Emas 13 karat: Rp 1.140.000
- Emas 12 karat: Rp 1.054.000
- Emas 11 karat: Rp 965.000
- Emas 10 karat: Rp 877.000
- Emas 9 karat: Rp 791.000
- Emas 8 karat: Rp 703.000
- Emas 7 karat: Rp 615.000
- Emas 6 karat: Rp 530.000
- Emas 5 karat: Rp 440.000
Advertisement
Harga Emas Perhiasan di Laku Emas
Laku Emas juga menyediakan daftar harga jual emas perhiasan per gram pada Rabu, 7 Oktober 2026, sebagai acuan bagi masyarakat yang berencana menjual perhiasan.
Adapun harga jual emas 24 karat (99%) Rp 2.135.000 per gram.
- Emas 23 karat: Rp 1.944.000
- Emas 22 karat: Rp 1.861.000
- Emas 21 karat: Rp 1.779.000
- Emas 20 karat: Rp 1.692.000
- Emas 19 karat: Rp 1.606.000
- Emas 18 karat: Rp 1.520.000
- Emas 17 karat: Rp 1.434.000
- Emas 16 karat: Rp 1.348.000
- Emas 15 karat: Rp 1.264.000
- Emas 14 karat: Rp 1.179.000
- Emas 13 karat: Rp 1.094.000
- Emas 12 karat: Rp 1.008.000
- Emas 11 karat: Rp 922.000
- Emas 10 karat: Rp 838.000
- Emas 9 karat: Rp 752.000