Imam Besar Masjid New York, Shamsi Ali mengkritik kehadiran pimpinan DPR dalam acara jumpa pers bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, kunjungan seperti itu hanya menghabiskan uang negara. "Kalau pejabat keluar negeri dengan jadwal seadanya sudah pasti yang dirugikan adalah negara. Karena selain uang jalan, ongkos transportasi dan akomodasi dibayarkan oleh negara. Akibatnya kunjungan itu akan lebih banyak dipakai sebagai jalan-jalan dan belanja," tulis Shamsi seperti dikutip merdeka.com dalam akun Facebooknya, Minggu (6/9).Shamsi mengatakan perlu menyampaikan kritik secara terbuka karena menyangkut kedudukannya di dua pihak, Indonesia dan Amerika Serikat. Baginya, kehadiran Fadli Zon dkk di acara Donald Trump sangat tidak pantas.Menurutnya, walau saat ini Donald Trump masih tinggi dalam poling tapi sangat tipis untuk memenangkan konvensi Republikan, apalagi memenangkan pemilihan presiden AS. Untuk itu, lanjutnya, kehadiran ketua DPR dan rombongan tidak menguntungkan."Ini jelas tidak etis dan juga merugikan Hubungan kedua negara ke depan karena Indonesia akan dianggap partisan," tuturnya.Kritik itu langsung direspons oleh Fadli itu dengan ancaman somasi. Shamsi mengaku berkomunikasi dengan Fadli via WhatsApp. Melalui WhatsApp, Fadli menanggapi satu per satu kritik yang dilontarkan Shamsi.Fadli menegaskan jika kehadirannya itu bukan dalam rangka kampanye politik tetapi hanya press conference. Dia juga mengatakan tidak dalam posisi memberi dukungan karena memang tak mempunyai pengaruh terhadap bakal capres AS.
Advertisement
Dia juga mempertanyakan pernyataan Shamsi yang menyatakan martabat bangsa direndahkan dengan bertemu Donald Trump. Menurutnya, Trump adalah pengusaha sukses, jadi sangat positif jika ada investor masuk di saat ekonomi Indonesia terpuruk. Terhadap ancaman somasi, Shamsi merasa tidak khawatir karena itu adalah hak setiap warga negara. Justru dengan reaksi seperti itu publik akan bisa menilai kualitas Fadli sebagai wakil rakyat."Artinya dengan reaksi anda yang seperti ini juga memberikan saya pemahaman lebih jauh tentang siapa dan apa anggota dewan terhormat. Saya sekali lagi tidak punya beban, apalagi akan takut dengan ancaman itu. Toh akhirnya biar publik tahu apa yang sesungguhnya terjadi," jelasnya. "Sebagai pejabat publik, anda memang harus siap dikritisi. Dan rakyat yang anda wakili punya hak bersuara berdasarkan pemahaman mereka. Kalau ada yang salah anda yang harus mengklarifikasinya kepada publik," tegasnya.Sementara itu, politikus PDIP Adian Napitupulu menilai Shamsi bukanlah politisi jadi apa yang disampaikan bukan untuk kepentingan tetapi karena agama. Menurutnya, menyedihkan jika kritik terbuka seperti itu membuat Shamsi disomasi."Apa salah Shamsi Ali? Kesalahan Shamsi Ali adalah karena ia mengecam ketua dan wakil ketua DPR hadir di kampanye raja judi. Kesalahan Shamsi Ali hanya satu yaitu ia berkata Benar!," tegas anggota Komisi III DPR itu kepada merdeka.com, Minggu (6/9).Dia setuju Fadli melayangkan somasi jika Shamsi melenceng dari ajaran agama. "Somasilah Shamsi Ali jika ia siapkan wanita penghibur, jual minuman keras atau jadi manager sexy dancer. Tapi jika Shamsi Ali berbicara melawan sikap 'menghamba' ketua dan wakil ketua DPR pada raja judi, maka Shamsi Ali harus dibela," tandasnya.