Presiden Prabowo Terima Anugerah Bintang Tertinggi "Nishan-e-Pakistan" dari Pakistan
Presiden Prabowo Subianto menerima anugerah bintang tertinggi "Nishan-e-Pakistan" dari Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, sebagai pengakuan atas kontribusi besarnya dalam memperkuat hubungan bilateral.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menerima penghargaan bergengsi dari Republik Islam Pakistan. Anugerah bintang tertinggi "Nishan-e-Pakistan" disematkan langsung oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dalam sebuah upacara khidmat.
Acara penganugerahan tersebut berlangsung pada Selasa (9/12) di Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr, Islamabad, menandai momen penting dalam sejarah diplomasi kedua negara. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasa luar biasa Presiden Prabowo.
Pemberian "Nishan-e-Pakistan" kepada Presiden Prabowo merupakan pengakuan atas kontribusi signifikan yang telah diberikannya. Khususnya dalam mempererat dan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan di berbagai sektor.
Pengakuan atas Kontribusi dan Hubungan Bilateral
Bintang kehormatan "Nishan-e-Pakistan" merupakan penghargaan tertinggi yang dianugerahkan oleh Pemerintah Pakistan kepada pemimpin asing atau tokoh penting. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai berjasa luar biasa dan berkontribusi signifikan terhadap Pakistan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut siaran resmi dari Sekretariat Presiden, penganugerahan kepada Presiden Prabowo mencerminkan pengakuan Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Hal ini juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat kerja sama pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam.
Dalam prosesi penyematan anugerah bintang tertinggi itu, Presiden Zardari didampingi oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif. Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, anggota parlemen Pakistan, serta duta besar dari negara-negara sahabat yang hadir di Islamabad.
Sejarah Penghargaan dan Kunjungan Resmi
Penghargaan "Nishan-e-Pakistan" telah diberikan sejak 19 Maret 1957 kepada sejumlah pemimpin dunia yang memiliki rekam jejak luar biasa. Beberapa tokoh terkemuka yang pernah menerima anugerah ini antara lain Raja Jordania Abdullah II bin Hussein, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.
Penganugerahan ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap hubungan historis yang telah terjalin kuat antara Indonesia dan Pakistan sejak masa Presiden Soekarno. Ini juga memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Pada hari yang sama dengan penganugerahan, Presiden Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr setelah merampungkan kunjungan resminya. Kunjungan ini merupakan rangkaian dari lawatan perdana Presiden Prabowo di Pakistan selama dua hari, yaitu pada 8-9 Desember 2025.
Harapan Peningkatan Kerja Sama Masa Depan
Di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo dan Presiden Zardari menggelar pertemuan empat mata untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral. Mereka juga mendiskusikan perkembangan situasi di kawasan yang relevan bagi kedua negara.
Siaran resmi Sekretariat Presiden juga menyebutkan bahwa penghargaan ini mencerminkan harapan besar akan peningkatan kerja sama kedua negara di berbagai bidang. Sektor-sektor tersebut meliputi pertahanan, ekonomi, teknologi, pangan, dan penguatan solidaritas dunia Muslim.
Sepanjang pertemuan di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi Pemerintah Indonesia yang kuat. Delegasi tersebut terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono, Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Panglima Kopassus TNI AD Letjen TNI Djon Afriandi.
Sumber: AntaraNews