Pembelaan Jokowi saat Prabowo Tuai Kritik Sering ke Luar Negeri

Jumat, 24 Januari 2020 06:00 Reporter : Syifa Hanifah
Pembelaan Jokowi saat Prabowo Tuai Kritik Sering ke Luar Negeri Presiden Menerima Menteri Pertahanan di Istana Yogyakarta. ©2020 Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Sejak dilantik menjadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah melawat ke sejumlah negara, antara lain antara lain Malaysia, Thailand, Turki dan China. Langkah Prabowo ini banyak menuai kritik.

Selain itu, Prabowo juga melakukan kunjungan ke Jepang pada 20 Desember 2019, Filipina pada 27 Desember, dan di awal 2020 tepatnya 11-13 Januari 2020 Prabowo ke Prancis.

Kunjungan kerja Prabowo ke 7 negara dalam tiga bulan menuai kritikan, khususnya bagi partai politik di luar pemerintah. Karena banyak kritikan Presiden Jokowi memberikan pembelaan. Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Dikritik PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik Prabowo Subianto yang kerap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKS, Mardani Ali Sera mengingatkan Prabowo untuk mengikuti perintah Jokowi agar tak sering melawat ke luar negeri.

"Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri," kata Mardani di Jakarta, Jumat (15/1).

Mardani mengatakan Prabowo harus transparansi saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Sehingga masyarakat bisa mengawasi. "Karena dana yang digunakan memang dana masyarakat," ujar Mardani.

2 dari 4 halaman

Rekor Kunker ke Luar Negeri

Dalam waktu tiga bulan Prabowo sudah melakukan 7 kali kunjungan kerja ke luar negeri. Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan ini adalah rekor baru yang dilakukan seorang menteri pertahanan. Alasan karena diplomasi sangat janggal.

"Ini rekor perjalanan seorang Menhan yang baru menjabat. Memang alasan ini sesuatu yang agak kurang bisa diterima dan sedikit janggal." kata Ferdinand, Kamis (16/1).

3 dari 4 halaman

Prabowo Menjawab Kritikan

Dikritik beberapa pihak, Menteri Pertahanan Prabowo akhirnya bersuara. Prabowo mengatakan kunjungan ke luar negeri memang sangat ia butuhkan. Tujuannya untuk mempelajari pertahanan dari negara lain. Terutama tentang alat persenjataan.

"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Karena belum tentu alutsista diberi kepada kita untuk dibeli," kata Prabowo di Gedung DPR, Senin (20/1).

4 dari 4 halaman

Dibela Presiden Jokowi

Presiden Jokowi pun membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal kunjungan kerja ke luar negeri. Jokowi menyebut pihak yang mempertanyakan tujuan Prabowo ke luar negeri tak paham diplomasi pertahanan.

"Kalau ada yang bertanya itu belum mengerti urusan diplomasi pertahanan," kata Jokowi di Kemenhan, Jakarta, Kamis (23/1).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan Prabowo melawat ke luar negeri bukan sekadar jalan-jalan. Prabowo disebut mengecek langsung alat utama sistem senjata atau alutsista yang ingin dibeli pemerintah.

"Pak Menhan pergi ke sebuah negara, pergi ke sebuah negara, itu adalah dalam rangka diplomasi pertahanan, bukan sekedar jalan-jalan," katanya.

Jokowi juga memastikan perjalanan dinas Prabowo ke luar negeri sudah mendapatkan izin darinya. "Itu sudah kita diskusikan dengan Pak Menhan. Tidak sekali dua kali, banyak nih yang enggak tahu," ujar Jokowi. [dan]

Baca juga:
Prabowo Sebut Indonesia Bakal Kembali Gunakan Sistem Hankamrata
Bertemu Polri dan Panglima TNI, Menhan Bahas Perbatasan Natuna
Jokowi: Anggaran Kemenhan Rp127 T, Harus Bersih, Jangan Ada Mark Up
Menteri Erick: Industri Alutsista AS Maju Karena Warga Bisa Beli Pistol, Kita Tidak
Jokowi: Orang yang Bertanya Prabowo ke Luar Negeri, Belum Paham Diplomasi Pertahanan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini